Bidik Wisatawan Muslim, Rusia Kembangkan Hotel Dengan Konsep Halal

(gomuslim). Wisata halal sedang naik daun di kalangan para wisatawan domestik dan mancanegara. Hal tersebut membuat negera-negara di dunia berlomba-lomba menyediakan paket wisata halal, mulai dari akomodasi, produk, sampai pilihan destinasi wisata halal. Salah satunya dilakukan oleh negara muslim minoritas, yaitu Rusia. Baru-baru ini,  negara ini mengembangkan paket wisata berupa hotel dengan konsep halal.

Hotel tersebut menyediakan sarapan makanan halal, Alquran tersedia di dalam kamar, dan ruang shalat khusus untuk pengunjung. Beberapa fasilitas ini terdapat di hotel di Moskow yang baru saja meluncurkan layanan ‘halal’ sebagai cara untuk menarik wisatawan Muslim. Aerostar Hotel, melaporkan bahwa sekitar 70% dari tamunya adalah wisatawan internasional dan 13% dari mereka berasal dari negara-negara Muslim, khususnya Iran. Dengan demikian, banyak klien Muslim  meminta ruang yang terpisah di mana mereka bisa shalat dan berdoa; dan menu khusus.

Untuk membuat fasilitas lebih nyaman bagi klien ini Aerostar Hotel sabar menempuh prosedur demi  memperoleh sertifikasi Halal dari komunitas Muslim. Meskipun itu merupkan upaya ekstra, namun  pemasar Hotel itu percaya bahwa pasti akan menghasilkan yang setimpal, terutama sekarang, karena Rusia sedang menghadapi periode yang sulit dalam industri pariwisata. Jumlah pengunjung Barat tidak sama lagi seperti tahun-tahun sebelumnya dan itulah alasan utama mengapa sebagian besar hotel Rusia mencoba strategi baru untuk menarik tamu dari berbagai belahan dunia. Ini termasuk negara-negara Muslim di Asia, serta Timur Tengah.

Menurut direktur pemasaran Aerostar hotel, sudah dilengkapinya sekitar 20 kamar dari keseluruhan 308 dengan baskom (penampung air), dan sajadah. Juga, kamar shalat untuk pria dan wanita dipisahkan, dan dapur yang terpisah, yang memungkinkan mereka untuk memasak makanan halal sendiri. Semuanya serba halal. Tak satu pun mengandung alkohol atau lemak hewan.

Seperti dilansir dari Tourism Review Weekly News, Koki hotel ini Vitaly Ukhanov mengatakan  semua makanan mereka tidak mengandung daging babi atau ham. Bahkan, dapur hotel memiliki tanda, di mana ‘halal’ ditulis dalam bintang hijau. Demikian juga, semua peralatan yang digunakan untuk makanan halal belum pernah digunakan sebelumnya.  Kebijaksanaan itu dipertahankan. Klien Muslim berkelompok terpisah dari meja-meja yang berada jauh dari prasmanan utama. Meskipun layanan itu tersebut cukup baru, perlahan-lahan mulai menampakkan hasil, terutama karena tamunya  banyak dari eksikutif tingkat tinggi dari Iran. Di Rusia, hotel yang melayani untuk Muslim masih terbatas, tetapi lebih dari 20 juta Muslim mengunjungi negara ini setiap tahun – yang menyiratkan bahwa ada permintaan yang besar untuk akomodasi hotel. Ada sebuah hotel di kota resor Laut Hitam Sochi yang menyatakan status halal, kendati masih belum cukup memiliki fasilitas untuk memenuhi kebutuhan Muslim.

Selain itu, pada Desember 2015, Rusia meluncurkan program mendorong beberapa hotel dan restoran di Negara Beruang Merah tersebut untuk memenuhi persyaratan halal lewat program Halal Friendly. Program ini diluncurkan bertepatan pembukaan kantor VisitRussia di Dubai Desember tahun 2015. Pemerintah Rusia kini berencana menggunakan program ini untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim ke Negara tersebut. Salah satu staff program Halal Friendly, Irina Schegolkova, percaya bahwa selama ini Rusia belum memberikan perhatian yang lebih terhadap wisatawan-wisatawan asal Timur Tengah. Kelompok wisatawan dari Negara-negara muslim diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat setelah program ini diluncurkan.

“Fokus kami saat ini adalah wisatawan dari Timur Tengah. Selama ini wisatawan yang datang dari Negara Teluk ke Rusia hanya untuk keperluan bisnis, kali ini kami berniat menarik wisatawan biasa. Kami ingin menunjukkan kepada mereka keindahan musim dingin di Rusia, sesuatu yang tidak ada di Negara mereka,” jelas Irina.

Program halal ini akan berfokus pada kota Moskow, St. Petersburg, Kazan, Sochi dan kota-kota di Golden Ring. Menurut Irina, kota-kota ini sudah memiliki infrastruktur dan hotel yang dapat memberikan layanan halal-friendly. Daftar kota pun akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan. Sebelumnya, Industri Pariwsata Rusia memang berorientasi pada wisatawan Eropa dan Amerika, tapi kini lebih difokuskan kepada wisatawan dari Asia. (fau/dbs) 


Back to Top