Saudi Keluarkan Aturan Baru Lagi, Waktu Lempar Jumrah 'Dibatasi' Pada Jam Tertentu Saja

(gomuslim). Setelah mengeluarkan ‘Rancangan Tanggap Darurat’ untuk mengantisipasi keadaan tertentu pada musim haji 2016 ini, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi juga mengumumkan ‘pengaturan’ waktu untuk ritual melempar jumrah dikurangi 12 jam.  Langkah ini ditempuh untuk menjamin keamanan jemaah dan mencegah terjadinya penumpukan jemaah. Pengaturan secara teknologis akan diterapkan untuk menjamin ketepatan arus jemaah.

 

 

Seperti diketahui, dari tahun ke tahun terjadi musibah yang merenggut nyawa di lokasi jamarat. Tahun 2015 lalu, lebih dari 2.000 jemaah tewas berdesakan saat menuju arena lempar jumrah pada hari pertama di pelaksanaan haji. Sebelumnya juga demikian, selalu dilaporkan terjadi musibah di area yang sama.

Seperti diberitakan Harian Okaz Kamis pagi ini (25/08/2016), aturan baru tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Pada hari pertama jemaah dilarang untuk melempar jumrah pada pukul 06.00-10.30.
  2. Pada hari kedua, larangan berlaku pada pukul 14.00-18.00
  3. Pada hari ketiga pada pukul 10.30-14.00 waktu setempat.

(Tentang jamarat Mina, selengkapnya baca: http://www.gomuslim.co.id/read/panduan/2016/08/02/1041/jamarat-mina-bagian-prosesi-ritual-haji-terberat.html)

Kementerian mengaku telah menyepakati prosedur tersebut dengan pihak Tawafa dan perusahaan haji yang mengurusi jemaah haji dari semua negara.

Wakil Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, Hussain Al-Sharif, mengatakan kapasitas total area Jamarat dan jalan-jalan menuju itu adalah sebanyak 300 ribu jemaah per jam. Pengelompokan Jemaah juga akan dilakukan secara elektronik dan terus dipantau untuk mencegah bentuk pelanggaran apapun.

"Prosedur ini akan memungkinkan para peziarah untuk melempar batu dengan mudah dan akan mencegah insiden injak menginjak yang mungkin timbul karena penumpukan jemaah," katanya. 

Melontar dilaksanakan pada Tanggal 10,11,12,13 Dzulhijjah yaitu melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Untuk diketahui, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan terkait lempar jumrah.


A. Syarat melontar jumrah :
1. Harus ada tujuan melontar jumrah
2. Harus ada gerakan melempar dan dengan tangan (disunahkan tangan kanan).
3. Batu kerikil harus jatuh ke lubang marma.
4. Pelontaran dilakukan satu per satu sambil membaca takbir, tidak boleh 7 kerikil sekaligus.

5. Harus tertib dimulai dari Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah untuk tanggal 11,12,13 Dzulhijjah dan Jumrah Aqabah saja pada tanggal 10 Dzulhijjah.

6. Batu yang digunakan bukan bekas untuk melontar jumrah oleh orang lain.

B. Waktu melontar jumrah
a. Waktu Afdhalnya setelah terbit matahari pada tanggal 10 Dzulhijjah.
b. Waktu Ikhtiar (pilihan) : dilakukan setelah tergelincir matahari/ ba'dha zawal sampai terbenam matahari.
c. Waktu Jawaz (diperbolehkan) mulai lewat tengah malam tanggal 10 Dzulhijjah sampai terbit fajar tanggal 11 Dzulhijjah.

C. Melontar Jumrah pada Hari Tasyriq (Tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah)
Waktunya adalah mulai sesudah tergelincir matahari (waktu dhuhur) sampai terbit fajar menjelang subuh pada hari berikutnya. Melontar sebelum zawal/tergelincir matahari (qobla zawal) dipebolehkan.

D. Menunda atau menta'khirkan melontar jumrah
Melontar jumrah boleh menunda dalam satu waktu untuk semua jumrah pada Hari Tasyrik
Caranya sebagai berikut :
Dilakukan berurutan secara sempurna yaitu melontar jumrah Aqabah untuk Tanggal 10 Dzulhijjah, kemudian melontar jumrah Ula, Wustha, Aqabah untuk Tanggal 11 Dzulhijjah, kemudian melonar lagi untuk Tanggal 12 Dzulhijjah, kemudian selanjutnya melontar untuk Tanggal 13 Dzulhijjah.

E. Mewakili untuk melontar Jumrah
Bagi yang berhalangan secara syar'i boleh mewakilkan kewajibannya melontar jumrah kepada orang lain dengan cara sebagai berikut :
a. Melontar untuk dirinya sendiri sampai sempurna masing-masing 7 kali lontaran mulai dari Ula, Wustha dan Aqabah, kemudian melontar untuk yang diwakili mulai dari Ula, Wustha dan Aqabah.
b. Melontar 7 kali lontaran pada Jumrah Ula untuk dirinya sendiri kemudian melontar lagi untuk yang diwakili (tanpa harus menyelesaikan terlebih dahulu Jumrah Wustha dan Aqabah)


Back to Top