Segera, Indonesia Kumpulkan Pakar Alquran Seluruh Dunia dalam Seminar Internasional

(gomuslim). Dalam waktu dekat, Kementrian Agama RI segera menyelenggarakan 'Seminar Internasional Alquran', melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Penelitian pengembangan (Litbang) dan Pendidikan Latihan (Diklat).

Seminar internasional ini akan mengangkat tema Peran Mushaf Alquran dalam Membangun Peradaban Islam dan Kemanusiaan. Rencananya akan dilaksanakan selama tiga hari di Jakarta, 30 Agustus hingga 1 September 2016.

Menurut Dr Muchlis Hanafi selaku Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama, Seminar internasional Alquran ini diadakan dalam rangka memperingati 1450 tahun turunnya Alquran, hal ini ia sampaikan pada Rabu (24/08/2016).

Dewan Pakar Studi Alquran (PSQ) ini juga mengungkapkan, Alquran turun pertama kali 13 tahun sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah (611 Masehi). Penanggalan hijriah dimulai sejak Nabi hijrah dan saat ini kita berada di tahun 1437 Hijriah, Berarti saat ini telah berlalu 1450 tahun, jelas Muchlis.

Selain Indonesia, negara lain yang juga memperingati 1450 tahun turunnya Alquran adalah Tunisia yang dipusatkan di kota Qairuwan., menurut doktor tafsir dari Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Menurutnya, peringatan 1450 tahun turunnya Alquran ini menjadi penting mengingat selama hampir 15 abad Alquran telah memberikan kontribusi dalam membangun peradaban Islam dan kemanusiaan. Namun sayangnya, setelah 1450 tahun berlalu, Alquran menjadi yang tertuduh dikatakan sebagai sumber pemicu kekerasan.

Rencananya sejumlah ulama dunia akan mengikuti seminar internasional tentang Mushaf Alquran sekaligus menjadi narasumber. Mereka adalah para pakar di bidang kajian Alquran di negaranya masing-masing.

Sejumlah ulama Alquran tersebut, antara lain Prof Dr Abdul Karim Shalih, Ketua Lajnah Mushaf Alquran Al-Azhar dan Guru Besar Ilmu Qiraat Fakultas Alquran Universitas Al-Azhar Mesir, Syeikh Dr Samih Ahmad Atsaminah, Ketua Lembaga Tashih Mushaf Alquran Yordania, dan Ketua Tim Penulisan Mushaf di beberapa negara.

Juga dijadwalkan hadir,  Prof Dr Ahmad Miyan at-Tahanawi, Ulama Alquran dan Ketua Lembaga Tashih Alquran Pakistan, Prof Dr Khalid Barakat, Syeikh al-Qurra Tripoli dan Guru Besar di Universitas Tripoli Lebanon, Dr Mufid Husaini dari Iran dan Ustaz Qusyairi Taha, Kepala Darul Qur`an Singapura.

Dari Indonesia, Muchlis menyebutkan, sejumlah ulama Alquran juga akan hadir dan menjadi nara sumber. Para ulama Alquran tersebut antara lain, Prof Dr M Quraish Shihab, MA, Direktur Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ) Jakarta, Prof Dr Sayyid Agil Husein Al-Munawwar, MA, Ketua Umum Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafiz-Hafizah (IPQOH), Dr Muchlis M Hanafi, MA, Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur`an (PSQ) Jakarta, Dr KH Ahmad Fathoni, MA, Pakar Alqur`an dari Institut Ilmu Al-Qur`an (IIQ) Jakarta.

Juga akan hadir dan menjadi pembicara, Dr KH Ahmad Musta’in Syafi’i, Ulama Alquran Pesantren Tebuireng Jombang, Dr KH Ahsin Sakho Muhammad, MA, Ulama Alquran dan Mantan Rektor IIQ, Dr Didin Sirojuddin, AR, Pakar Kaligrafi Arab, Dr KH Muhsin Salim, MA, dan ulama lainnya.

Terkait itu, sejumlah sub tema yang akan dibahas dalam  seminar, antara lain: 1) Kontribusi dan Upaya dalam Pelayanan Mushaf dari Masa ke Masa; 2) Pengaruh Mushaf Al-Qur’an terhadap Umat Muslim dalam bidang Peradaban dan Bahasa; 3) Tradisi Penyalinan Mushaf Al-Qur’an antara Timur dan Barat Dunia Islam di Tengah Perkembangan Teknologi Modern.

Sub tema lainnya: Keraguan Seputar Mushaf Al-Qur’an dan Sejarahnya; Kodifikasi Mushaf Al-Qur’an dan Aliran Kaligrafi Arab; Mushaf Al-Qur’an dalam Seni Islam; Mushaf Al-Qur’an; Rasm, Dhabt, Waqf, dan Ibtida’; Mushaf Al-Qur’an dan Isu-isu Kontemporer; Mushaf-mushaf Kuno dalam Perspektif Filologi; serta Terjemah Al-Qur’an; Sejarah, Perkembangan dan Problematikanya.

Dari seminar ini, diharapkan pandangan mengenai Alquran sebagai penyebab kekerasan dapat diluruskan kembali. Karena sebenarnya yang menjadi pemicu kekerasan adalah pemahaman yang dangkal dan literalislah yang menengarai timbulnya aksi kekerasan dari beberapa pihak. (mrz/dbs)

 

 


Back to Top