Setelah Ditahan Dua Pekan, Jemaah dari Madura Bebas Jamu Yang Dibawa Tidak Terbukti Narkoba

(gomuslim). Bagian Imigrasi Bandara Madinah akhirnya melepas Jemaah haji asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang ditahan selama dua pekan karena membawa jamu tradisional yang dikira narkoba. Ahmad Malik Tarsawi (46) dibebaskan pada Rabu siang (24/08/2016), setelah ditahan sejak mendarat di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Madinah pada 10 Agustus 2016 pukul 23.06 waktu Arab Saudi.

Pembebasan ini tidak lepas dari penjelasan terus menerus yang disampaikan petugas haji Indonesia dan setelah pihak aparat setempat membuktikan secara laboratoris tidak terbukti narkoba. Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Jeddah Ahmad Fadli melakukan diplomasi aktif ke pihak imigrasi bersama petugas haji dari Kemenag RI.

"Saya rasa berkat kegigihan dan upaya bersama semua pihak menjelaskan ke Arab Saudi tentang Pak Tarsawi sebagai jamaah haji biasa," kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Abdul Djamil, di Madinah, Kamis hari ini (25/08/2016).

Tarsawi dibebaskan sekitar pukul 13.30 waktu Arab Saudi, setelah melalui proses pengujian terbukti bahwa jamu tradisional yang dibawa Tarsawi tidak mengandung unsur narkotika.

 

 

Selain ditahan, Tarsawi juga dikenakan denda  607 Saudi Riyal atau setara Rp. 2.147.000,00 berdasarkan kurs kalkulator gomuslim yang berlaku Kamis hari ini. "Jamaah haji yang bersangkutan dikenakan denda sebesar 607 riyal oleh Bea Cukai Bandara AMAA Madinah,’’ kata Kepala Daerah Kerja Airport Jeddah-Madinah, Nurul Badruttamam Makkiy.

Saat dibebaskan, rombongan Tarsawi yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Surabaya telah berada di Mekkah. Panitia haji segera menyusulkan Tarsawi ke Daerah Kerja Mekkah untuk bergabung dengan 442 anggota Kloter Surabaya 3. Namun meski tidak sempat melaksanakan ibadah ‘arbain’ ia diantar petugas ke Masjid Nabawi terlebih dahulu untuk merasakan shalat di Masjid Nabawi dan  berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu Tarsawi yang ditahan selama dua pekan mengaku sangat bersyukur dapat bebas. Ia tak henti-hentinya mengucapkan Alhamdulillah. "Ini semua berkat perjuangan dan doa semuanya maka saya akhirnya bisa bebas. Jazakumullah," katanya.

Saat ditangkap di imigrasi, Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Daerah Kerja Bandara  Mokhammad Abdul Mukhid mendampingi Tarsawi dan berusaha menjelaskan tentang jamu tradisional berupa sarang tawon tersebut, namun aparat Saudi berkeras akan menguji secara klinis. Petugas Bandara menduga barang bawaan masuk kategori narkoba  sehingga diminta yang menjalani pemeriksaan urine dan laboratorium.

Agar terhindar dari kasus yang sama, diharapkan agar petugas embarkasi aktif memperhatikan barang bawaan jemaah dan melarang jemaah membawa barang yang dilarang maskapai penerbangan ataupun pemerintah Arab Saudi, seperti cairan dan obat-obatan yang mencurigakan. Obat-obat yang dibawa diharapkan yang berdasarkan resep dokter dan dapat ditunjukkan saat pemeriksaan. (mm/bs)


Back to Top