Perkuat Destinasi Wisata Halal, Aceh Gelar Pekan Kebudayaan 2016

(gomuslim). Selain Aceh Rapa’i Festival, Provinsi yang mempunyai julukan Serambi Mekkah ini juga menggelar event kesenian lain, demi memperkuat destinasi wisata halal yang sedang mereka canangkan. Selain promosi destinasi wisata, Aceh juga gencar dengan event-event kesenian yang sering menarik wisatawan lokal maupun asing untuk bertandang ke Provinsi tersebut. Acara festival kesenian kali ini berlangsung di Kabupaten Aceh Barat yang akan mempromosikan kawasan objek wisatanya melalui pementasan festival budaya lokal lewat Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi membuka Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB) ke-2 tahun 2016, di Lapangan Teuku Umar, Meulaboh pada Senin (22/8/2016). Pada kesempatan tersebut, Reza mengatakan Kabupaten Aceh Barat merupakan salah satu daerah yang menonjol dalam hal mempromosikan keberagaman seni dan kebudayaan lokal yang penuh religi.

“Aceh Barat bisa menjadi salah satu daerah untuk mendukung destinasi wisata halal Aceh. Bisa kita lihat seni budaya kita disini bernafaskan islam, kemudian sambil kita persiapkan restoran halal, hotel halal, sebagai paket wisata halal,” jelas Reza, seperti dilansir dari publikasi resmi Disbudpar Aceh.

Reza berharap kegiatan PKAB dapat menjadi agenda tahunan untuk menunjukan kekayaan dan keberagaman budaya Aceh Barat sehingga menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun luar negeri. Kata Reza, dari aspek pembangunan kebudayaan hal demikian sangat bagus sebagai upaya pelestarian, potensi yang paling besar di daerah itu sebagai tujuan wisata (destinasi) halal adalah budayanya yang sangat menonjol.

Selain itu, Bupati Aceh Barat Dr (H.C) HT. Alaidinsyah di Meulaboh menyampaikan tujuan dari pelaksanaan festival budaya dan “piasan raya”, guna menumbuhkan rasa cinta masyarakat terutama generasi muda terhadap budaya sendiri.

“Aceh Barat kaya dengan ragam budaya khasanah bangsa, kini telah redup oleh pengaruh global. Atas nama pemerintah, kami menganggap masalah ini bagian yang sangat penting diperhatikan, maka dengan dukungan elemen masyarakat, melalui kegiatan ini, kami berupaya agar generasi kita ke depan, benar-benar merasa bangga dengan budaya sendiri, dan mencintai keacehannya,” papar Alaidinsyah.

PKAB ke-2 ini diharapkan dapat menjadi ajang keilmuan terutama dalam bidang adat istiadat dan budaya, serta motivasi melestarikan budaya daerah sendiri.

“Kami merasa bangga melihat antusiasnya masyarakat menyambut kegiatan ini. Kita harapkan momen berharga ini, mampu mengikat persaudaraan dan interaksi positif seluruh masyarakat, dalam nuansa keramaian, yang bertajuk Pekan Kebudayaan dan Pameran Pembangunan” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah Aceh Barat telah merumuskan sektor kepemudaan, perempuan dan kelembagaan adat seni bidaya menjadi misi yang diperkuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), oleh karenanya sektor kebudayaan telah menjadi prioritas pemerintah juga dalam qanun daerah, salah satu bentuk konkrit adalah pelaksanaan kegiatan PKAB.

“Kegiatan ini besar, agar bisa mengobati kerinduan rakyat terhadap hiburan, namun kita kemas berlandaskan pada syariat islam” ujarnya.

Selama Pekan Kebudayaan Aceh Barat (PKAB)  berlangsung akan disemarakan dengan kegiatan-kegiatan perlombaan, pementasan budaya lokal, kegiatan ekonomi serta menampilkan produk-produk unggulan maupun sumber daya alam terpendam untuk dipamerkan yang diikuti peserta dari 12 kecamatan dan stan pameran dari kabupaten tetangga.Pada PKAB ke-2 tahun 2016 ini juga akan menampilkan semua potensi kebudayaan lokal dan diisi dengan pameran pembangunan diikuti oleh 75 stand pameran dari 12 kecamatan, SKPK, BUMN, lembaga vertikal yang dilaksanan pada 22 sampai 31 Agustus 2016. Hari pertama diawali dengan pawai budaya, lomba tari tradisional, kenduri rakyat, karnaval kendaraan hias, Meulaboh Expo, pameran budaya kecamatan, lapak but jaroe, anugerah budaya, lomba masak tradisional (kuliner), permainan rakyat, pameran pembangunan, syareh budaya, eksibisi teumpeun seni, expo rumpun pertanian, expo ternak, pameran lukisan dan baca puisi nusantara. (fau/disbudparaceh/dbs)

 


Back to Top