Jumlah Umat dan Tempat Ibadah Tidak Seimbang, di Rusia Mulai Bermunculan 'Masjid Keliling'

(gomuslim). Di berbagai kota di Eropa sudah sering terlihat bus-bus yang difungsikan sebagai masjid. Layanan umat ini sama dengan yang terjadi di Kota Bandung selama bulan Ramadhan 2015 lalu. Belakangan, ‘masjid keliling’ juga mulai banyak ditemukan di Moskow, Rusia.

Hal ini karena jumlah pemeluk Islam di Rusia terus berkembang seiring dengan makin diakuinya eksistensi institusi maupun komunitas muslim di bekas Uni Sovyet tersebut, sementara jumlah fasilitas ibadah tidak sebanding.

 

 

Bus yang difungsikan sebagai masjid itu dibuat oleh seorang Muslim bernama Eldar Alimov, untuk melayani umat Islam di tengah kota yang kesulitan mendapatkan mushala. Ia menyediakan air wudlu sekaligus ruang shalat ber-AC yang bersih dan nyaman di dalam bus yang sudah disulap mirip mushala itu.

Ide pembuatan musholah keliling ini didasari keinginan Eldar untuk mengatasi minimnya tempat ibadah yang hanya berjumlah 4 Masjid di wilayah ibukota Moskow. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan jumlah umat Muslim yang mencapai lebih 2 juta orang di Ibukota, dan setiap hari terus bertambah karena mualaf-mualaf baru terus ada.

Karya Eldar itu adalah yang pertama di Moscow. Bus didesign sedemikian rupa dan  dapat digunakan untuk menampung 7 orang shalat berjamaah.

Eldar menyampaikan bahwa sebelumnya telah dilakukan di wilayah Kazan pada bulan Juni 2015 lalu akan tetapi karena harus mendapatkan izin dari pemerintahan setempat, Eldar akhirnya memutuskan untuk menarik bus tersebut dari Kazan dan mengoperasikannya di wilayah ibukota Moskow.

“Memang kami masih mendapat kritikan dari sejumlah pihak seperti arah kiblat akan tetapi ke inginan saya memudahkan umat Muslim untuk mendapat tempat ibadah yang terjamin kesuciannya, menjadikan saya tetap melakukan ide ini,” ujar Elder. Yang dilakukan Eldar ini ternyata menginspirasi umat Islam lain di kota-kota lain di Rusia, sehingga fasilitas 'masjid keliling' bahkan sudah menjadi bagian dari syiar di Rusia.

 

 

Hal serupa di Kota Bandung juga dilakukan Badan Amal Rumah Zakat dan Yayasan Masjid Nusantara yang menghadirkan Mobile Masjid, atau masyarakat menyebutnya Masjid Keliling. Kendaraan berupa mini bus setiap hari berkeliling untuk membagikan takjil gratis dan menyediakan lahan untuk melaksanakan shalat berjamaah di samping mini bus dengan karpet-karpet yang telah disediakan

"Karena masjid jauh ataupun penuh, maka kita hadir memberikan kemudahan fasilitas untuk beribadah dimanapun kapanpun" ujar Muhammad Sobirin, Direktur Yayasan Masjid (YMN) Nusantara.


Khidmad masjid juga diberikan berupa pelatihan singkat menentuan arah kiblat bagi pengurus masjid. Selain itu para petugas Mobile Masjid ini mendatangi masjid-masjid di Bandung untuk dibersihkan.
"Selain memberi fasilitas, kami juga membantu menentukan arah kiblat yang tepat, kan banyak masyarakat yang masih kebingungan dengan arah kiblat maka kami edukasi. Juga kami sudah bekerjasama dengan 7 mesjid untuk melakukan bersih-bersih, nanti kami akan mengambil mukena yang tersedia mencucinya dan diganti dengan yang baru," ujar Sobirin. (mm/bs)


Back to Top