Pantau Kondisi Keamanan, Polisi Madinah Lakukan Patroli Udara Selama Musim Haji Berlangsung

(gomuslim). Helikopter milik petugas keamanan Madinah terus mengitari kota ini guna memantau pergerakan jemaah haji pada gelombang pertama. Tujuan dari pemantauan ini adalah untuk menjaga stabilitas keamanan jemaah haji 2016.

Pemantauan dilakukan di sekitar area Madinah, aktivitas ini dilakukan mulai awal masuk sampai selesainya musim haji tahun ini. Khususnya di area sekitar akses Madinah-Mekkah, pemantauan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama mulai 20 Dzulqakdah hingga hari tarwiyah ke-8 dari bulan Dzulhijjah, kemudian gelombang kedua dimulai pada 13 Dzulhijjah sampai jemaah haji meninggalkan kota Madinah untuk kembali ke negaranya masing-masing.

Helikopter yang digunakan oleh petugas keamanan Madinah, terus mengawal pergerakkan jemaah haji khususnya di jalan raya, sehingga jika terjadi hal-hal yang berpotensi menyebabkan macet, maka dapat dilakukan rencana penguraian dengan cepat.

Pantauan keamanan via jalur udara ini dilakukan secara sinergi dengan petugas keamanan penerbangan Bandara AMAA Madinah. Patroli udara yang dilakukan ini, adalah untuk mempermudah pengawasan manakala terjadi kecelakaan sehingga pemantauan lewat jalur udara tergolong efektif.

Komandan pengoperasian pesawat keamanan Jendral Angkatan Udara Muhammad bin ‘Idil Haraby menjelaskan bahwa pewasat yang digunakan merupakan pewasat dengan fitur modern dan canggih. Dalam pengoperasiannya diperlukan keahlian khusus para penerbang, karena butuh konsentrasi dalam pengamatan lewat jalur udara serta penggunaan alat canggih yang dioperasikan dengan perhitungan yang tepat.

Patroli udara merupakan standar pengawasan keamanan yang banyak dilakukan oleh negara-negara lainnya. Program pengamanan yang dilakukan oleh petugas keamanan saudi sebelumnya telah disepakati oleh otoritas terkait. Sehingga pengamanan pun tidak hanya dilakukan pada jalur darat. Mengingat pada puncak pelaksanaan haji di Arofah, Muzdalifah dan Mina (Armina) merupakan situasi yang rentan terjadinya kecelakaan. Karena itu, pengawasan yang intensif diperlukan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Aktifitas keamanan selama musim haji berlangsung, berada di bawah pimpinan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Muhammad Nayif bin Abdul Aziz. Selama musim haji tahun ini, tidak kurang dari 17 ribu personel keamanan ditempatkan di berbagai titik keramaian jemaah. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi kelambatan dalam penanganan kecelakaan atau hal-hal lain dapat mengganggu kelancaran ibadah haji. (fh/Almadina)


Back to Top