Kadin Mekkah: Pengadaan Tenda Jemaah Haji Lokal Telan Biaya Lebih dari 55 Juta Riyal

(gomuslim). Setiap jemaah haji tentunya akan mengalami wukuf di Arafah, saat melakukan hal tersebut mereka bermukim dalam tenda yang telah disediakan oleh otoritas terkait. Pada dasarnya semua tenda yang disediakan memiliki fasilitas yang sama, namun ada juga tenda yang memiliki fasilitas yang berbeda, hal itu tidak terlepas dari biaya yang dikeluarkan untuk penyediaan tenda tersebut.

Seorang anggota Panitia Haji dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Mekkah Muhammad Qarsy menjelaskan bahwa Lembaga Penyelenggara Haji Dalam Negeri melibatkan 204 perusahaan penyelenggara haji di Saudi dalam penyiapan 18 ribu tenda haji di Arafah untuk mengakomodasi 130 ribu jemaah haji lokal.

 “Untuk menyediakan tenda-tenda haji di Arafah melibatkan 2.000 pekerja yang kompeten dalam pendirian tenda sekaligus produksi tenda yang sarat dengan unsur seni keindahan. Dengan demikian 55 juta riyal habis dibelanjakan untuk pengadaan tenda-tenda di Arafah, mengingat hal tersebut demi mewujudkan keamanan dan keselamatan jemaah saat menunaikan ibadah haji, maka dilakukan pembuatan tenda tersebut,” pungkas Qarsy

Tenda-tenda yang disediakan oleh Penyelenggara Haji Dalam Negeri adalah tenda yang disediakan bagi jemaah haji lokal yang memiliki tashrih haji. Namun bagi jemaah yang tidak memiliki tashrih, mereka akan terlantar tanpa fasilitas dari pemerintah. Selain itu mereka pun terancam terkena sanksi berupa denda yang cukup tinggi.

Jika tenda haji bagi jemaah Saudi disediakan dengan memakan biaya 55 juta riyal atau sekitar Rp194,216,330,000 untuk penyediaan 18 ribu tenda. Dengan demikian harga satu tenda sekitar Rp10,790,000 untuk tempat tinggal jemaah haji Saudi selama wukuf di Arafah. Penyewaan tenda dengan kisaran harga Rp10,000,000 merupakan tenda biasa dengan daya tampung sekitar 50 orang.

ljlkjl

Pada musim haji tahun lalu, harga penyewaan tenda bagi jemaah haji luar Saudi sebesar Rp7,300,000. Tenda dengan harga tersebut merupakan tenda biasa tanpa ada fasilitas istimewa di dalamnya. Namun pada saat itu ada oknum yang melakukan penyewaan tenda dengan harga Rp102,700,000 dengan fasilitias 2 tempat tidur, toilet, lemari serta dinding berwarna putih. Bahkan tenda ini pernah disewa oleh seorang menteri dari Yordania.

Meski ada oknum penyewa tenda VIP dengan tawaran harga yang cukup mahal, namun sejatinya Pemerintah Saudi melarang penggunaan tenda ini, sebab tenda tersebut memakan banyak tempat sehingga jika diizinkan dapat menyita ruang pendirian tenda bagi jemaah haji lainnya. Namun bagi jemaah haji konglomerat atau petinggi negara rela mengeluarkan dana besar demi menjaga privasi mereka, pada sisi lain, hal semacam ini dapat mempersempit ruang bagi jemaah haji lainnya. Pasalnya tenda mewah yang ditawarkan merupakan tenda yang luas dan hanya dihuni oleh dua orang.

Jika Pemerintah Saudi telah mengeluarkan larangan penggunaan tenda VIP, namun bagi pejabat  negara yang melakukan ibadah haji terkesan bebas dari larangan tersebut. Ancaman sanksi hanya ditekankan bagi para penyewa, hal ini sungguh ironis, sejatinya kesadaran itu tidak hanya muncul dari para penyewa namun juga segenap pihak terkait, demi kenyamanan jemaah haji yang seluruhnya. (fh/Alriyadh)


Back to Top