Musim Panas, Tiba-Tiba Kota Mekkah Diguyur Hujan

(gomuslim).  Cuaca ekstrim memang sedang terjadi di dua kota suci, baik di Madinah maupun di Mekkah. Meski sehari-hari  pada bulan Agustus 2016 ini suhu menunjukkan berada di kisaran 35-45 derajat celsius, atau seperti disampaikan berkali-kali sebelum pemberangkatan jemaah haji bahwa saat ini Arab Saudi sedang musim panas, namun tiba-tiba terjadi hujan.

Seperti terjadi Ahad sore (28/08/2016) waktu setempat atau Ahad malam Waktu Indonesia, hujan lebat tiba-tiba turun di Mekkah, Arab Saudi.  Berdasarkan pantuan tim Media Center Haji di tempat sekitar Masjidil Haram, hujan berlangsung sesudah ribuan  melaksanakan shalat Ashar  hingga menjelang Maghrib. Kejadian yang sama sebelumnya terjadi pada awal Agustus ini di pinggiran Kota Madinah, saat suhu udara di kisaran 46 derajat celsius tidak lama kemudian terjadi hujan.

Dilaporkan dari Mekkah, curah hujan awalnya lebat, kemudian dalam intensitas sedang berlangsung cukup lama. Akibat hujan dalam waktu lama tersebut, jalan-jalan menuju pemondokan atau hotel tergenang air.

“Air menggenang cukup lama, mungkin karena  tidak tersedia suluran (drainase) yang memadai, air hujan menggenang di mana-mana dalam waktu lama dan hanya mengalir berdasarkan kemiringan jalur jalan. Tampak  di daerah yang menurun air seperti terjun bebas kencang,”ujar Abdillah Toha ri, seorang  dari Jakarta yang sedang berada di sektiar Kantor Daerah Kerja Mekkah Panitia Haji Indonesia.

Bahkan di sekitar Daker Mekkah terlihat genangan air cukup lama hingga menjelang  Shalat Isya atau sekitar 22.00 WIB .

Jemaah haji Indonesia diimbau untuk menjaga kesehatan saat berada di Mekkah. Seminggu terakhir ini, cuaca di Makkah sukar sekali diprediksi.Pantauan kondisi cuaca selama sepekan terakhir ini, saat siang hari suhu tertinggi berkisar antara 42-45 derajat celcius. Sedangkan pada malam hari suhu berkisar 32-33 derajat celcius. Beranjak ke sore, langit di Mekkah kerap berawan dengan hembusan angin yang cukup kencang.

Untuk menghadapi cuaca yang tidak teratur selama berada di Saudi,  diharapkan untuk senantiasa waspada, menjaga kesehatan dengan berbagai antisipasi.  Disampaikan juga agar segera berobat ke klinik kesehatan haji yang sudah disiapkan di kantor Daker.

Untuk diketahui, berdasarkan perkiraan cuaca di Kota Mekkah dan Madinah, suhu akan berada di kisaran antara 35- 44 derajat Celsius  hingga awal September ini.  Selengkapnya lihat: http://www.accuweather.com/id/sa/mecca/299427/august-weather/299427

Meski masuk dalam musim panas namun sesekali terjadi hujan dan kadang udara dingin juga menyengat, berikut adalah panduan menghadapinya:

  1. Di Arab Saudi, jemaah haji diminta membiasakan minum dengan takaran 1 gelas (300 cc) setiap satu jam, walaupun tidak terasa haus atau total minuman lebih kurang 5-6 liter sehari.
  2. Juga membiasakan mengonsumsi makanan berasal dari daging, hati, sayur-sayuran, buah-buahan seperti jeruk, apel, pisang, pir, melon, semangka dan lainnya serta minum susu setiap hari sehingga memenuhi pola makanan 4 sehat 5 sempurna.
  3. Juga penting mengonsumsi makanan dan minuman dalam keadaan masih hangat, menghindari tubuh dari terpaan udara, cukup istirahat dan tidur lebih kurang 6-8 jam sehari serta selalu menggunakan selimut pada waktu tidur.
  4. Bagi jemaah haji risiko tinggi (Risti) agar mengkonsumsi makanan yang memenuhi kebutuhan/zat gizi, dianjurkan sesuai kondisi/penyakit yang diderita.
  5. Jemaah juga diharapkan memakai pakaian yang sopan, rapi dan tebal serta dapat meredam pengeluaran panas dan dapat melindungi tubuh dari serangan cuaca dingin.
  6. Jemaah diminta segera berkonsultasi atau berobat kepada dokter kloter atau petugas BPHI jika ada gejala sakit.

Adapun jika cuaca tiba-tiba kembali panas, maka berikut tips yang patur diketahui:

  1. Menghindari dehidrasi dengan banyak minum, minumlah meski tidak haus
  2. Makan pada waktunya, lapar tidak lapar harus makan
  3. Istirahat cukup supaya imunitas (daya tahan tubuh) tinggi 
  4. Melakukan pola hidup bersih dan sehat
  5. Menggunakan masker setiap keluar dari pemondokan dan dibasahi dengan air agar udaranya sejuk.
  6. Menggunakan payung jika panas menyengat
  7. Membasasi wajah menggunakan handuk basah atau semprotan air

Dua hal tersebut patur diketahui mengingat tidak disangka-sangka, di musim panas hujan tiba-tiba turun di Mekkah maupun Madinah saat ribuan Jemaah sudah bersiap meaksanakan ibadah haji. (mm/bs)


Back to Top