Rangkul Pengusaha Muda, Muslimarket Gelar Seminar 'Muslimpreneur Community’

(gomuslim). Ecommerce Muslimarket Indonesia menggelar sebuah seminar dan diskusi bersama dua pembicara dari kalangan pebisnis Nasional pada Sabtu (27/08/2016) di Mix Cafe, Cikini, Jakarta. Acara tersebut merupakan bagian dari program Muslimarket untuk merangkul para pengusaha muda dalam 'Muslimpreneur Community'. Diskusi yang berlangsung rutin sebulan sekali ini untuk bulan Agustus bertema: "Dari Modal Kecil Berani Bersaing di Bisnis Nasional".

Pada kesempatan tersebut, Muslimarket menghadirkan dua pebisnis di bidang fashion muslim, yaitu Budi Santosa Owner MOSHAICT Hijab Store dan Alfie Alfandy Owner brand Hijrah Store. Mereka berbagi pengalaman kepada puluhan peserta yang hadir tentang jatuh bangun, serta tantangan membangun bisnis masing-masing.

Menurut Budi Santoa, dirinya mantab mengambil segmen fashion musimah, karena memang menjanjikan. Kata Budi, awalnya MOSCHAICT dibangun memang butuh modal yang lumayan, karena dia ingin membangun toko offline yang harus membayar uang sewa ruko, renovasi, karyawan, dan lainnya.

“Karena itu, kalau mau bangun bisnis harus diperhitungkan matang-matang. Terus melakukan inovasi dan tingkatkan kreativitas, dan juga masuk ke ranah era digital seperti sekarang, “ Budi memberikan saran kepada para peserta seminar.

Lain hal dengan Alfie Alfandy owner brand Hijrah Store, ia mengaku saat memulai membangun pasar pakaian gamis untuk laki-laki ia hanya butuh modal sekitar Rp 5 juta saja. Tapi strateginya adalah ia gencar memasarkan produk-produk gamisnya tersebut di media sosial, khususnya instagram dengan nama akun @hijrahstore.

“Dengan modal sedikit itu, selama tujuh bulan pertama saya tidak mengambil untung sama sekali, karena jika ada untung sedikit langsung saya putar untuk produksi gamis lagi. Dan Alhamdulillah sejak 2014 lalu dibangun, Hijrah Store sudah merambah ke hampir seluruh kota di Indonesia dan saya juga menjual gamis sampai ke Arab Saudi, “ ungkap aktor pemeran (almarhum) Ustadz Jefry Albukhory dalam film ‘Hijrah Cinta’ ini.

Kata Alfie, kunci membangun bisnis di era digital seperti sekarang adalah dengan memanfaatkan emdia sosial yang ada. Karena dengan banyaknya kompetitor bisnis di bidang yang sama, hal tersebut justru bisa menjadi penyemangat dan referensi bahan belajar baru bagi perkembangan bisnis tersebut. “Bangun bisnis yang kalian pahami dan percaya sama Allah, itu kuncinya, “ tambah Alfie.

Acara seminar Muslimpreneur ini sudah dilakukan Muslimarket Indonesia sebanyak tujuh kali sejak 2015 lalu. Hal ini juga menjadi sebuah komunitas binaan Muslimarket bernama Muslimpreneur Community sebagai wadah belajar bagi siapa saja yang baru mau mulai atau yang ingin meningkatkan kualitas bisnis mereka.

 

Menurut Head of Public Relation Muslimarket Primagia Lestari, kegiatan Muslimpreneur ini memang sengaja dilakukan pada akhir pekan, khususnya hari Sabtu, agar yang masih bekerja sebagai karyawan pun bisa ikut kegiatan sharing bisnis ini. Karena kata Gia, komunitas binaan Muslimarket ini bisa menjadi wadah belajar bagi siapa saja yang mau atau sedang menjalankan bisnis.

“Intinya Muslimarket ingin menjadi Pasar Halal Serba Ada di Indonesia. Karena itu, kami juga harus membina para pengusaha muda untuk saling berbagi dan menambah ilmu lewat pembicara-pembicara yang kami hadirkan di seminar Muslimpreneur Community ini, “ tambah Gia.

Kegiatan Muslimpreneur Community biasa dilakukan sebulan sekali dengan tema dan tempat yang berbeda-beda. Update informasi mengenai kegiatan mereka bisa dilihat di akun instagram @muslimpreneurcommunity atau di @muslimarketid. (fau)

 


Back to Top