Kini Inggris Miliki Brand Baru Makanan Halal Untuk Bayi

(gomuslim). Tak seperti mayoritas ibu-ibu di Indonesia yang masih menyempatkan diri membuat bubur bayi sendiri, beberapa negara lain, produk makanan halal untuk bayi juga sudah menjadi bisnis makanan cepat saji. Salah satunya adalah di Inggris, produk yang menduduki peringkat pertama adalah For Aisha. Produk makanan halal khsuus untuk bayi ini masuk di pasar makanan Inggris sejak setahun lalu.  

Seperti dilansir  dari publikasi growthbusiness, makanan bayi For Aisha kini sudah tersedia di lebih dari 2.000 toko retail di Inggris. Mark Salter Owner For Aisha kini berencana akan membawa produk ini ke pasar dunia. Sejak peluncuran For Aisha, Salter menjuluki produk ini sebagai "kekuatan keuangan Muslim."  

Namun yang membuat For Aisha sukses lebih dari sekedar jumlah orang tua Muslim sadar akan kebutuhan makanan halal untuk bayinya. Karena ternyata dalam For Aisha, Salter memasukkan pertimbangan berbagai hal lain seperti kadar gula idel yang membuat produk dianggap makanan tersehat juga untuk bayi. Dalam satu tahun For Aisha telah berhasil meraih keuntungan lebih dari £80 ribu per bulan. Kini mereka memasang target untuk mendapatkan £1 juta per bulan hingga April 2017. Mereka cukup optimis mengingat pasar mereka semakin luas di Timur Tengah dan Afrika Utara. Hal tersebut juga berkaitan dengan pasar halal global yang diperkirakan bisa mencapai $1,6 miliar pada 2018.

Kata Salter, besar kemungkinan produknya akan ikut bermain dan ambil bagian lewat pasar makanan bayi halal dan sehat. Salter berbicara tentang perjalanan bisnisnya, dimulai saat dia menjajakan produknya dari toko ke toko dengan sekeranjang sampel produk. Salter mengatakan optimis akan perkembangan bisnisnya karena produknya punya kelebihan tersendiri. "Kami menyajikan berbagai resep yang eksotis yang berisi berbagai komponen yang alami. Termasuk juga berbagai cita rasa yang akan sangat menguntungkan untuk keluarga selama proses pemberian makanan tambahan," jelas Salter.

Soal menciptakan berbagai menu dan cita rasa yang digemari bayi, Salter punya banyak pengalaman. Dimulai saat membuat makanan bayi bercita rasa kari yang sehat saat masih bekerja di produsen makanan bayi Plum Baby Food. "Saya pernah bekerja di berbagai perusahaan makanan dan minuman di Inggris hampir selama 20 tahun," kata Salter. 

Selama menjadi pegawai perusahaan makanan bayi itu Salter melihat makanan bayi lebih sering dibuat dengan satu resep yang sama saja. "Kemudian saya berkenalan dengan Islam. Sejumlah teman saya yang banyak di antaranya sedang punya bayi yang rewel karena alergi laktosa. Apalagi mereka tak bisa mendapatkan makanan bayi halal, “ ungkapnya.

Namun Selter juga memprihatikan sistem sertifkasi halal yang belum seragam dengan legislatif Inggris. Bahkan ada kalanya perusahaan harus membayar agar mendapat sertifikasi. Sehingga celah untuk mengeksploitasi perusahaan terbuka pula. Efeknya konsumen pengguna produk akhir sering tak mendapatkan apa yang sesuai dengan keyakinan mereka.

Saat Selter mendirikan perusahaan sendiri dia lebih menfokuskan diri pada makanan halal berkualitas tinggi untuk bayi Muslim, namun bermanfaat juga untuk non-Muslim. Dia sempat melakukan riset dari berbagai laporan industri makanan bayi, dan menemukan banyak orang tua yang berharap mendapat jenis makanan yang lebih beragam. Dia banyak membaca tentang Islam dan belajar tentang industri makanan halal. Selter juga mengunjungi para orang tua dan tempat penitipan anak, bahkan juga melibatkan anak-anaknya dalam penelitian tentang cita rasa itu. (fau/dbs)

 

 


Back to Top