Turki dan Dubai Jadi Target Terbesar Pasar Muslim Fashion Dunia

(gomuslim). Muslim Fashion telah memberi warna baru bagi industry fashion di dunia dalam beberapa tahun ini. Banyak Negara yang aktif memproduksi modest wear ala muslim fashion dengan beragam inovasi juga kreativitas dari kekhasan masing-masing Negara, termasuk Indonesia. Tapi, baru-baru ini, Dubai dan Turki tercatat sebagai dua negara yang paling banyak berbelanja muslim fashion dengan kualitas tertinggi di dunia. Fakta ini menunjukkan ada oportunitas besar di dunia fashion Islami yang sekelas houte couture.

Hal tersebut disampaikan oleh dua Tokoh Dunia Fashion Roshan Isaacs dan Barbara Nicolini dalam seminar 'Halal Houte Couture' di World Islamic Economic Forum (WIEF) beberapa waktu lalu di Jakarta. Issacs yang juga menjabat sebagai country manager Islamic Fashion and Design Council (Afrika Selatan) menjelaskan bahwa Muslimah di Dubai dan Turki  jadi konsumen setia  yang bersedia mengeluarkan banyak uang untuk fashion.  Menurutnya, perihal anggapan bahwa di beberapa Negara kecenderungan perempuan Islam membelanjakan sedikit uang saja untuk fashion terkadang juga tidak demikian. "Hal ini tergantung pada situasi dan kondisi, serta lingkungan. Seperti kami di Afrika Selatan, kami sangat berorientasi pada keluarga. Jadi akan ada banyak pesta dan pertemuan. Sebisa mungkin kami akan ingin membeli sesuatu yang baru untuk pesta itu, “ Isaacs menjawab, seperti dilansir dari publikasi TheAsianToday.

"Namun saya juga tahu fakta bahwa perempuan di Dubai dan Turki menghabiskan banyak uang untuk fashion," Isaacs melanjutkan. 

Hal tersebut juga berkaitan dengan data tahun 2012 bahwa perempuan Islam di Amerika Serikat, Perancis, Jerman dan Inggris menghabiskan total $22 miliar atau sekitar Rp 289,47 triliun untuk pakaian dan sepatu saja. Sementara itu Nicolini, yang mengasah ketajaman bisnisnya di rumah mode yang diakui dunia mengatakan sepakat bahwa dunia fashion Islam yang sederhana dan elegan kini malah menjadi mode tersendiri. “Gaya modesty bisa menjadi houte couture. Sangat elegan dan ini menjadi tren. Lihat saja fashion di musim semi gugur ini. Banyak merek top yang menggunakan rok pendek tapi dengan celana panjang," kata Nicolini yang menjadi pengendali bisnis fashion keluarganya sendiri. 

Sementara itu seorang perancang dari Indonesia, Didit Maulana menyatakan penerimaan dunia akan fashion Islami masih harus menghadapi tantangan seperti masalah pengembangan bakat dan investor. Dia menyebutkan pertumbuhan di Indonesia sektor fashion Islami ini adalah berkat Gerakan Modest Fashion sejak tahun 2010 dan tumbuhnya para 'celegram' atau selebriti di Instagram yang banyak mempublikasikan fashion Islam melalui foto populer. Sekali para celegram ini beraksi dengan foto bisa menjangkau 500 juta pengguna media sosial yang sama di seluruh dunia.

Didit juga menyebut jasa Indonesia Fashion Week dan perdagangan elektronik yang membuat fashion Islami semakin menarik. Sang direktur kreatif rumah mode IKAT itu mendukung pernyataan hasil pengamatan seorang peserta seminar yang mengatakan fashion halal atau fashion Islami mestinya membawakan pesan dari Alquran.

Selain itu, mengenai pendanaan dunia kreatif fashion, Isaacs menceritakan di Afrika Selatan sejumlah bank sangat taat pada hukum syariah. Berdasarkan pengalamannya, ada satulembaga keuangan yang tak hanya bersedia memberikan modal tapi sekaligus juga mengajarkan bagaimana mengembangkan bisnis secara Islami kepada kliennya. Kata Isaacs, penelitian membuktikan fashion halal bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, mengingat banyak Muslim yang menjadi memiliki kemampuan belanja yang besar. Mereka juga orang-orang yang ingin terlihat berpenampilan baik dan terhormat. Populasi mereka diramalkan akan berjumlah 2,2 triliun dari 8,3 triliun populasi global pada 2030. (fau/dbs)


Back to Top