Jelang Idul Adha

Saudi Impor 3 Juta Ekor Hewan Kurban, Uji Kelayakan Berlangsung Ketat

(gomuslim). Musim haji telah dimulai, pelaksanaan ibadah yang merupakan rukun Islam yang kelima ini diiringi dengan perayaan hari raya Idul Adha yang tidak dapat dilepaskan dengan penyembelihan hewan kurban. Pada saat itu, Saudi khususnya area tanah suci diramaikan dengan kehadiran jutaan jemaah haji yang di antara mereka ada yang hendak berkurban maupun membayar denda haji dengan membeli hewan kurban.

Dalam kondisi seperti ini, tentunya persediaan hewan kurban harus dapat dinyatakan mencukupi, karena itu otoritas Saudi melakukan impor hewan kurban dari negara pengekspor hewan ternak. Namun hewan yang dikirim tidak serta merta dapat diterima begitu saja oleh Pemerintah Saudi. Negara ini memiliki standar khusus untuk menerima hewan kurban dari negara lain, faktor kelayakan kesehatan menjadi acuan utama untuk dapat diterimanya ekspor hewan kurban ke Saudi.

Menyikapi hal tersebut, Administrasi Umum Urusan Pertanian di Provinsi Makkah Direktur Khalid bin Nasser Al-Ghamdi mengungkapkan bahwa Pemerintah Saudi bersedia menerima tiga juta ekor hewan kurban melalui Pelabuhan Islam Jeddah, untuk dapat memenuhi permintaan hewan kurban pada Idul Adha. Namun-namun hewan-hewan kurban tersebut harus diperiksa oleh dokter hewan dan 45 orang petugas administrasi Departemen Pertanian Mekkah.

Sebelum hewan-hewan kurban didistribusikan di pasar ternak, terlebih dahulu harus melewati tahap isolasi untuk pemeriksaan penyakit yang dapat menular. Menurut Direktur Jenderal Pertanian Bidang Hewan dan Tanaman Provinsi Mekkah Dr. Ghalib bin Abdul Ghani  Ash Sha’idy menjelaskan bahwa dalam musim haji ini telah dikarantina sekitar 5.000 ekor hewan ternak yang disinyalir terdapat 10% dari jumlah tersebut terserang penyakit cacar maka distribusi ditahan sampai dapat dipisahkan hewan yang layak dikurbankan dan yang tidak. Selain itu 10% hewan kurban berjenis unta juga ditolak karena  terindikasi  berpenyakit.

j;;l

Terkait distribusi hewan ke Saudi, Ash Sha’ady  menjelaskan bahwa hewan-hewan kurban yang dikirim harus dipastikan aman dan sehat yakni terbebas dari penyakit, “Telah didirikan 5 kelompok dokter hewan dan 90 orang kader untuk mengawasi kesehatan hewan ternak di Provinsi Mekkah. Tujuannya adalah untuk memantau kelayakan hewan kurban yang akan didistribusikan ke Mekkah khususnya daerah, Ka’kiyah, Syara’i, Syumaisy Lama, Nawariyah dan Huda. Pada area-area tersebutlah para dokter hewan dan asistennya melakukan tugas pengawasan ketat masuknya hewan kurban.” Ujar Sha’ady

Untuk memaksimalkan penyeleksian kelayakan hewan kurban maka tim dokter hewan diminta bekerja 24 jam sampai akhir bulan Dzulhijjah, “Tim dokter hewan bekerja 24 jam sehari mulai dari hari ke-13 Dzulhijjah sampai akhir bulan Dzulhijjah, agar penyakit yang dibawa oleh hewan impor tidak berdampak negatif terhadap masyarakat di kota Mekkah,” tambah Sha’ady

Hewan kurban yang akan didistribusikan ke Mekkah diharapkan tidak mengganggu kenyamanan jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah. Khususnya jika hewan tersebut berpotensi menyebarkan virus maka tentunya hewan tersebut akan ditolak, pasalnya pengiriman hewan kurban tahun ini bersifat konsinyasi. Dengan demikian jika terdapat hewan kurban yang tidak memenuhi kriteria kesehatan maka dapat ditolak sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

Terkait dengan standar kelayakan hewan kurban, Arab Saudi memberikan aturan keras dalam hal tersebut, terutama untuk menyambut Idul Adha. Fatwa yang dikeluarkan oleh Kingdom's General Presidency of Religious Research menyatakan bahwa hewan kurban tidak boleh sakit, buta, kelihatan lumpuh dan kurus. Adapun negara pengekspor hewan kurban yang kerap mengirim hewan ternak ke Saudi adalah, Australia, Selandia Baru, Somalia, Sudan dan negara Amerika Latin.

Arab Saudi melakukan impor hewan kurban berupa kambing, sapi dan unta sebanyak 3 juta ekor. Jumlah tersebut sama dengan tahun kemarin, sebagian pendanaannya ditanggung oleh Islamic Development Bank (IDB). Dari tahun ke tahun IDB kerap membantu penyediaan hewan kurban di Saudi, khusus untuk jemaah haji dan juga warga Saudi. Adapun daging kurban didistribusikan ke masyarakat sekitar Tanah Suci dan ada juga yang didistribusikan ke sejumlah negara Muslim dalam bentuk daging beku. (fh/almadinah)


Back to Top