Targetkan Ranking Satu Dunia, Kemenpar Adakan Kompetisi Parawisata Halal Dunia 2016

(gomuslim). Indonesia semakin memantapkan langkah untuk bisa menjadi destinasi utama pariwisata halal dunia. Untuk terus memacu perkembangannya, Kemenpar mengadakan Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN) 2016.

KPHN 2016 merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk mempercepat berkembangnya industri pariwisata halal di Indonesia yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Organizing Committe KPHN 2016, Guntur Subagja mengatakan, tujuan diadakannya KPHN 2016 adalah untuk mengapresiasi para pelaku industri pariwisata nasional yang sudah menerapkan fasilitas dan pelayanan pariwisata dalam hal ramah wisatawan Muslim (Muslim friendly tourism), ramah keluarga (family friendly), dan penyediaan makanan halal.

KPHN 2016 pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan ada 15 kategori yang dipertandingkan dalam kompetisi besar ini, kata asisten deputi bidang pariwisata budaya Kemenpar dan sekretaris Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H), Lokot A Enda Siregar.

Proses pendaftaran telah dilakukan sejak 13 Juni 2016, dan proses seleksi dilakukan pada 8-14 Agustus 2016 untuk memilih peserta yang memenuhi syarat, ujar ketua TP3H, Riyanto Sofyan.

Dari hasil penilaian dan pleno dewan juri, sebanyak 111 destinasi dan industri pariwisata nasional terpilih menjadi nominator dalam KPHN 2016, tutur Riyanto menjelaskan.

Kementerian Pariwisata akan memberikan penghargaan kepada para pemenangnya berupa 15 Anugerah Pariwisata Halal Terbaik. Kategori anugerah tersebut yaitu Airport Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Hotel Keluarga Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Resort Pantai Ramah Wisatawan Muslim Terbaik dan Biro Perjalanan Wisata Halal Terbaik.

Selain itu, Website Travel Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Destinasi Bulan Madu Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Operator Haji dan Umrah Terbaik, Destinasi Wisata Halal Terbaik, Destinasi Kuliner Halal Terbaik, Destinasi Budaya Terbaik, Sentra Kuliner Halal Terbaik, Pusat Belanja Ramah Wisatawan Muslim Terbaik, Restoran Halal Terbaik, Daya Tarik Wisata Terbaik serta Kuliner Halal Terbaik.
 
Riyanto menjelaskan, masyarakat akan memilih nominator yang terbaik melalui //e-voting// yang digelar secara online mulai tanggal 26 Agustus sampai 15 September 2016. Pemilihan //e-voting// dapat diakses website halaltourism.id.

Penganugerahan penghargaan (award) pariwisata halal direncanakan pada 27 September 2015 mendatang. “Aspek penilaian utama dalam KPHN 2016 meliputi profile, key achievement, unique characteristics,” ujar Riyanto. 

Diakui atau tidak, melalui perlombaan ini banyak destinasi yang memiliki potensi dalam wisata halal menjadi makin dikenal. Tentunya para peserta lomba juga jadi lebih semangat meningkatkan fasilitas untuk turis Muslim, selama ini memang kesadaran untuk mengembangkan sektor pariwisata Muslim di berbagai destinasi yang sebenarnya berpotensi besar masih belum maksimal.

Tingkat kesadaran itu yang kurang. Dengan adanya kompetisi ini makin dipercepat. Banyak tidak tahu sekarang jadi ketahuan kan. Tiap tahun akan kita adakan, tutur Riyanto.

Dalam hal pariwisata halal ini Kemenpar juga telah menyiapkan quick win dalam tiga langkah strategis. Yang pertama adalah global leadership dengan program pemenangan award internasional, peningkatan peringkat dan aktif di berbagai forum internasional.

Kedua, pemasaran dan promosi. Yang terakhir adalah pengembangan destinasi dan kelembagaan. Dalam mengembangkan pariwisara halal, Kemenpar juga mengacu pada 11 kriteria Global Muslim Travel Index ( GMTI), seperti jumlah restoran hingga akomodasi yang tersertifikasi.

2016 target atraksi minimal 15. Akomodasi sudah 25 tapi yang tersertifikasi harusnya ada 250. Restoran 155 harusnya ada 500, ucap Riyanto.

Tentunya ketertinggalan akan terus dikejar. Karena target yang dikejar pun tidak main-main, yaitu menjadi destinasi pariwisata halal nomor satu di dunia tahun 2019. Target kunjungan wisman Muslim juga terus ditingkatkan. Tahun 2016 kunjungan wisman Muslim ditargetkan 2,5 juta dan meningkat menjadi 5 juta di tahun 2018.

Target ranking 1 di 2019, kita juga upayakan menjadi ranking 1 di tahun 2017 kalau bisa, kata Riyanto. Riyanto juga menambahkan, pemenang dari tiap kategori akan menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi pariwisata halal tingkat dunia dalam World Halal Travel Award (WHTA) 2016 yang digelar di Dubai. (mrz/dbs)

 

 


Back to Top