MUI Tegaskan Sertifikasi Halal sebagai Perlindungan Umat Islam

(gomuslim). Perdagangan bebas selain membuka pintu gerbang bagi produk Indonesia agar bisa dijual keluar negeri, juga membuka peluang bagi produk luar negeri untuk dijual di dalam negeri. Produk yang perlu di awasi ketat dari luar negeri adalah makanan dan kosmetik. Sebab makanan yang masuk datang dari negara-negara yang produsennya belum tentu menerapkan sistem halal pada produknya, begitu juga produsennya belum tentu orang Islam. Maka bagi umat Islam di Indonesia perlu berhati-hati dalam membeli makanan atau kosmetik impor.

Menyikapi hal ini, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Salahuddin Al-ayyubi, menegaskan Sertifikasi Halal merupakan upaya untuk melindungi umat Islam agar tidak mengkonsumsi makanan yang haram atau tidak halal.

Sebab, kalau melihat dari produk-produk yang ada saat ini, tidak semua orang mengetahui apa isi komposisi dari bahan baku produk makanan,

Apalagi kalau produk tersebut sudah melalui proses pembuatan pabrikan, bahan bakunya prosesnya sangat komplit sekali, kata Salahuddin di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Senin (29/082016).

Maka, MUI melakukan penelitian, melihat, dan mengaudit mana produk yang sudah dipastikan kehalalannya dan mana produk yang tidak masuk dalam kategori produk halal.

Intinya, lanjut Salahudin, pihak MUI ingin melakukan perlindungan terhadap masyarakat Islam dalam mengkonsumsi produk yang tidak halal.

Ia menjelaskan bahwa ajaran agama Islam mengatur, sedemikian rupa tentang makanan dan minuman yang dapat dikategorikan sebagai halal, haram, atau syubhat.

Bahan-bahan yang diharamkan dalam pelajaran agama Islam adalah bangkai, darah, babi dan hewan-hewan yang disembelih dengan nama selain Allah (Al Qur’an). Lebih detailnya juga adalah barang yang merugikan bagi utbuh dan kesehtan, itu termasuk dalam kategori yang tidak di halalkan.

Menurutnya, makanan yang halal adalah makanan yang diizinkan oleh Allah untuk dimakan, Sedangkan minuman yang  halal adalah semua jenis minuman yang terbuat dari bahan-bahan yang dihalalkan oleh Allah pula, tegas Salahuddin.

Dari penjelasan ini, MUI menegaskan kepada umat Islam di Indonesia untuk selektif dalam memilih makanan dan kosmetik yang di konsumsi. Sebab selain tidak halal, efeknya juga tidak baik untuk tubuh. Misalkan senyawa Borax dan Formalin, keduanya ini adalah bahan untuk campuran yang tidak layak untuk makanan dan di konsumsi. Jadi kedua hal ini menjadi mudhorot, lalu dari mudhorot menjadi tidak di halalkan. Maka umat Islam perlu hati-hati dalam mengkonsumsi makanan atau kosmetik dari luar negeri. Agar lebih aman, maka perlu mencari label  hala dalam setiap kemasannya. (mrz/dbs)

 


Back to Top