Tentara Saudi Dikerahkan Awasi Kegiatan Selama Musim Haji

(gomuslim). Kementerian Dalam Negeri Saudi telah meresmikan rencana tanggap darurat selama musim haji berlangsung. Untuk melancarkan rencana tersebut, maka pihak militer tidak dapat dilepaskan dari program ini. Semua aparat keamanan gabungan dari Militer dan Polisi Saudi dilibatkan untuk memantau stabilitas keamanan selama berlangsungnya musim haji tahun 2016 ini.

Jika di Madinah polisi mengawasi kelancaran lalu lintas melalui jalur udara, namun terkait dengan angkatan bersenjata, militer Saudi diminta kesiapannya membantu jemaah selama musim haji berlangsung. Bantuan yang nantinya akan diberikan dapat berupa evakuasi medis melalui jalur udara, pengawasan layanan transportasi, dan juga pemberian informasi terkait haji.

Khusus layanan medis, bentuk bantuan yang nantinya akan diberikan oleh militer adalah bantuan untuk mengantarkan jemaah ke rumah sakit militer yang terletak di area tanah suci, markas medis keluarga militer di Daqm Al Wabar, dan posko khusus untuk penganggulangan tahap awal dan selanjutnya diantar ambulan ke rumah sakit terdekat khusus untuk jemaah berisiko tinggi.

Untuk melancarkan program ini, maka sosialisasi telah disiapkan dalam bentuk 250 ribu brosur informasi yang disampaikan dengan berbagai bahasa dan tercantum di dalamya nomor telepon bantuan medis, termasuk evakuasi medis melalui jalur udara. Selanjutnya militer juga membantu pelayanan jemaah haji, mereka juga bekerjasama dengan para ulama terkait arahan penting terhadap hal harus disampaikan kepada para jemaah haji. Dengan demikian militer diharapkan dapat membantu jemaah haji selama musim haji berlangsung, sampai saat ini mereka aktif membagikan terjemahaan ayat Alquran ke beberapa jemaah haji.

Adapun bagi jemaah haji yang ingin mendapatkan informasi mengenai pelayanan militer Saudi terhadap jemaah haji, maka hal tersebut dapat diakses di situs Kementerian Pertahanan Saudi www.moda.gov.sa. Pada situs resmi Kementerian Pertahanan tersebut tercatat beberapa informasi penting terkait peran militer dalam pengawasan keamanan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Selain berperan sebagai pembantu medis dalam evakuasi korban atau pasien, militer juga diminta untuk memantau pergerakan jemaah haji khusus di Arofah, Mina dan Muzdalifah (Armina). Otoritas Saudi berharap besar, agar insiden yang dapat membahayakan jemaah haji seperti pada tahun sebelumnya dapat dicegah. Sehingga keamanan dan kenyamanan merupakan acuan terdepan dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini. (fh/Alriyadh)


Back to Top