Halal Bubs

Awalnya Demi Bayi, Maryam dan Sarah Kini Jadi Pengusaha Makanan Halal di Australia

(gomuslim). Disaat umat Islam merasa kesulitan untuk mencari makanan halal di tempat yang mayoritas non-muslim, maka keadaan itu membuat kita untuk selalu mencari cara agar kita bisa mengkonsumsi sesuai aturan Islam. Meskipun begitu, saat ini sudah banyak negara-negara nonmuslim yang mulai memproduksi beragam produk makanan halal. Salah satunya adalah Australia yang sudah memulai produksi makanan bayi yang halal.

Produk makanan bayi tersebut awalnya dibuat oleh kakak beradik bernama Sarah dan Maryam yang tinggal di Yagoona, New South Wales, mulanya dikarenakan merasa kesulitan untuk mendapatkan produk makanan bayi yang halal. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk membuat makanan bayi sendiri, karena tidak ingin memberi makan anak mereka dengan makanan yang tidak bermutu.

 

 

Dalam dua hari pertama setelah produk tersebut diperkenalkan melalui Facebook dengan nama ‘Halal Bubs’, mereka sudah mendapatkan pesanan online sebanyak 200 pesanan. Demikian diberitakan, Selasa (30/08/2016).

Sejak itu, kakak beradik ini membangun usaha produksi sajian bayi bersertifikat halal buatan dapur mereka. Maryam menggunakan keahliannya sebagai chef untuk merancang menu pasta, puree, dessert dan sup. Seluruh bagian rumah mereka di Yagoona, termasuk ruang tamu, ditempati freezer penuh dengan wadah produk tersegel.

Dalam seminggu mereka dapat membuat sekitar 150 pesanan. Kami membuat daftar makanan sejak hari Selasa dan menutup pesanan pada Jumat, terkadang kami juga membuka pesanan sampai Senin karena dibanjiri pesanan, kata Sarah.

Tiap minggunya ada menu baru. Maryam yang pernah bekerja dengan chef ternama setempat pun sampai kelelahan. Ia sampai berencana mempekerjakan orang dan menyewa ruang untuk dapur sekaligus perlengkapan masak industri.

Sarah dan Maryam menjelaskan bahwa makanan halal khusus bayi tersebut telah dipersiapkan sesuai dengan kaidah Islam. Mereka mencontohkan sumber protein hewani disembelih dengan cara Islam, makanan bayi dipastikan bebas dari produk babi, alkohol dan unsur haram lainnya. Keduanya pun mengaku ingin berdakwah dan membantu mensosialisasikan terkait makanan halal bagi muslim khususnya yang ada di Australia.

 

 

Menurut Sarah, produknya belum menjadi target gerakan anti-halal. Tapi dia sudah persiapkan diri untuk itu. Jika ada yang ingin datang ke saya, saya bisa menjelaskan dengan baik ke mereka supaya mereka paham, pungkas Sarah yang berprofesi sebagai guru sekolah.

Jika memang sudah mendesak, inovasi-inovasi umat muslim akan banyak bermunculan. Inilah yang menjadikan kita untuk selalu bersyukur dapat beradaptasi dengan berbagai macam keadaan, meski  dalam keadaan terjepit, kita harus tetap patuh terhadap syariat agama. (mrz/dbs)

 

 


Back to Top