Sering Terjadi Penumpukan Sampah

Dinas Kebersihan Mekkah Gunakan Aplikasi Canggih untuk Pantau Kebersihan Kota Selama Musim Haji Berlangsung

(gomuslim). Kenyamanan jemaah haji merupakan salah satu tujuan dari segenap panita penyelenggara haji Saudi. Kenyamanan jemaah tidak hanya terbatas pada fasilitas tempat tinggal yang disediakan saja, namun lingkungan yang bersih dan tidak bau juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan kenyamanan jemaah haji.

 Jutaan jemaah yang nantinya memadati area Tanah Suci, tentu akan menyisakan sampah yang cenderung dapat membuat kotor area Tanah Suci. Hal semacam ini tidak dapat dielakkan karena sudah dapat dipastikan, akan terjadi penumpukkan sampah di setiap area yang diramaikan oleh kerumunan manusia. Seperti inilah nantinya kondisi kota Mekkah saat musim haji berlangsung. Dengan demikian pihak terkait harus bekerja ekstra untuk menanggulangi penumpukkan sampah melebihi hari biasa di luar musim haji dan umrah.

Menyikapi hal tersebut maka Dinas Kebersihan Kota Mekkah membuat penerapan sistem baru terkait pengawasan kebersihan di Kota Mekkah selama musim haji berlangsung. Sehingga Dinas Kebersihan akan menggunakan aplikasi elektronik modern dan canggih untuk dapat mengidentifikasi akumulasi sampah khususnya di area kerumunan jemaah, selain itu ada juga chip khusus yang dipasang di tempat sampah sehingga dengan mudah terdeteksi oleh petugas terkait agar penanganan sampah berlangsung cepat.

Cara kerja chip khusus tersebut memberikan sinyal ke kantor Dinas Kebersihan manakala tempat sampah dinyatakan hampir penuh. Sehingga dengan adanya informasi seperti ini, petugas kebersihan dapat langsung terjun ke lapangan guna mengangkut sampah sebelum terjadi penumpukkan. Selain itu dari sistem elektronik juga dapat bekerja untuk menerima aduan masyarakat secara live manakala terkait dengan kebersihan kota.

Sejatinya sistem manajemen administrasi kebersihan ini dirancang untuk mempercepat kedatangan petugas kebersihan untuk memastikan bahwa harus dilakukan penanggulangan sampah segera sebelum terjadi penumpukkan, karena hal tersebut dapat mengganggu kenyamanan jemaah haji.

Menurut Direktur Dinas Kebersihan Insinyur ‘Atif Faihan Al Hakami, klasifikasi komunikasi dalam sistem baru yang diterapkan adalah sistem kerja yang meliputi, database kerja, klasifikasi dan persiapan untuk rencana operasional kerja, persiapan pengganti petugas sementara serta sistem manajemen peralatan. Sistem ini terintegrasi dengan baik sampai pada tingkat sopir pengangkut sampah selain itu juga sistem perawatan peralatan dimaksimalkan agar selama musim haji penanggulangan sampah dapat teratasi dengan baik.

Hakami pun menyampaikan bahwa, selama petugas kebersihan melakukan tugasnya, mereka dapat dipantau dengan adanya layar dari CCTV yang ditempatkan di titik-titik tertentu. Sehingga jika ada penumpukkan sampah dan tidak segera ditangani oleh petugas, maka petugas tersebut dapat dijatuhi sanksi. Selanjutnya metode penanganan sampah berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) dapat diawasi melalui sistem ini. Dengan demikian, diharapkan pada puncak pelaksanaan ibadah haji, sampah bukanlah menjadi hal yang mengganggu kenyamanan jemaah haji dalam melaksanakan ibadahnya. (fh/MN)


Back to Top