Pertama di Indonesia, Jawa Barat Segera Miliki Mal Berkonsep Syariah

(gomuslim). Baru-baru ini, Jawa barat mengumumkan akan meluncurkan sebuah pusat perbelanjaan (Mal) yang hadir dengan konsep Syariah. Mal ini akan berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kabupaten Garut, Jawa Barat dan diberi nama Mal Annarto.

 Menurut Direktur Annarto Mal Wandy P Sakul, berbeda dengan Mal yang lain, maka Annarto Mal berkonsep syariah yakni berupa bagi hasil. Katanya, Mal dengan konsep Syariah ini adalah yang pertama di Jawa Barat bahkan mungkin di Indonesia.

Wandy juga menjelaskan, konsep bagi hasil tersebut maksudnya adalah  semua tenant tak harus membayar sewa tempat jika ingin berjualan di Mal Annarto. Namun, jika ada yang membeli produknya, maka keuntungan yang didapat harus dibagi sebesar 40 persen pada pemilik mal. “Kalau produknya banyak yang terjual, maka akan semakin kecil presentase bagi hasilnya,” katanya.

Konsep ini diterapkan karena pemilik Mal, awalnya adalah pedagang di salah satu mal di Bandung. Dalam kondisi ekonomi yang kurang bagus, dia merasakan, bila untuk berjualan harus menyewa harga sewa yang cukup mahal. Padahal, produknya belum tentu laku. Maka, dengan konsep bagi hasil ini, pemilik Mal ingin membantu Usaha Kecil Menengah (UKM). Sedangkan, dalam merekrut UKM tetap, pihaknya akan selektif tidak sembarangan barang bisa masuk karena akan mempengaruhi nama baik Mal jika produlk yang dijual kurang berkualitas.

Saat ini, sekitar 200 pelaku UKM bisa menjual produknya di Annarto Mal tanpa memikirkan harga sewa. Annarto Mal dibangun pada lahan seluas 3,4 hektare. Mal ini mengusung konsep ‘Muslim Center Terbesar dan Terlengkap’. Annarto Mal, kata Wandy, sangat concern terhadap UKM karena merupakan tulang punggung perekonomian nasional di saat kondisi perekonomian carut marut. Saat krisis ekonomi, terbukti UKM dapat bertahan dan bangkit kembali dalam waktu yang tak terlalu lama. Pihaknya ingin produk UKM menjadi produk unggulan di negeri sendiri jangan sampai kalah bersaing dengan mancanegara. Wandy berharap, kerja sama antara Annarto Mal dengan UKM dapat menjadi percontohan bagi para pengelola pusat perbelanjaan lainnya di Indonesia.

Wandy mengatakan, para pelaku usaha yang akan menjual produknya masuk Mal tak perlu membeli tempat ratusan juta atau sewa tempat yang mahal tapi cukup berbagi hasil yaitu 40 untuk pemilik Mal dan 60 untuk pemilik barang. "Pemilik barang bebas bayar listrik, air dan sewa tempat, baru bagi hasil jika barang laku " ujar Wandy.

Adapun UKM yang akan direkrut berjualan di Mal yang akan segera beroperasi hanya produk muslim. Annarto Mal sendiri, di bangun di lahan seluas 3,4 hektare. Mal ini, mengusung konsep 'Muslim Center Terbesar dan Terlengkap. Dalam merekrut UKM tetap, pihaknya akan selektif tidak sembarangan barang bisa masuk karena akan mempengaruhi nama baik Mal jika produlk yang dijual kurang berkualitas. Kerja sama antara Annarto Mal dengan UKM bisa menjadi percontohan bagi pemilk mal-mal di Indonesia sehingga UKM bisa lebih siap menghadapi persaingan di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). (fau/dbs)

Komentar

  • Kiem

    11 Oktober 2016

    waralaba

    Bagi hasil dari GROSS salles atw dari net salles??


    Reply






















  • Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


    Back to Top