Bidik Konsumen Muslim, Kini Brunei Darussalam Produksi Kosmetik Halal

(gomuslim). Beberapa tahun terakhir, gaya hidup halal memang sedang naik daun. Buktinya, banyak sektor produksi pemasaran produk dirancang dengan acuan sertifikasi halal. Tdak hanya untuk makanan, akomodasi dan jasa wisata, serta produk kosmetik. Sejak sejumlah pengusaha dari berbagai negara terjun ke bidang ini secara serius negara-negara seperti Korea Selatan dan Australia, kini Brunei Darussalam juga ikut serta dalam produksi kosmetik halal.

Simpor Pharma Sdn Bhd adalah perusahaan farmasi yang pertama kali mendapatkan sertifikat halal. Saat ini perusahaan tersebut sedang dalam tahap pembicara dengan berbagai calon perusahaan rekanan di beberapa negara yang tertarik untuk memproduksi kosmetika halal.

Account Manager Simpor Pharma Sie Kieh Lau mengatakan kontrol dan integritas Simpor Pharma untuk produk halal sangat ketat. Ia juga mengatakan membuat perusahaan kosmetik halal memang telah lama jadi rencana perusahaannya. Seperti dilansir dari publikasi HalalFocus, saat ini Simpor Pharma yang banyak menghasilkan suplemen makanan itu telah memproduksi sendiri koleksi kosmetik halalnya untuk pasar lokal. Beberapa di antaranya adalah produk berbasis hidrasi untuk kulit yang lebih awet muda dan produk pemutih kulit.

Selain itu, Sie Kieh Lau juga mengatakan di masa datang Simpor Pharma berencana akan mengekspor kosmetik pula, salah satunya ke negara-negara Timur Tengah. Salah satu produk anti penuaan perusahaan ini pernah dipamerkan di pameran di Dubai tahun lalu, dan mendapat sambutan cukup meriah.  Saat ini perusahaan ini telah mengantongi sertifikasi halal dari Brunei, Malaysia dan Indonesia yang bisa bekal untuk merentangkan sayap bisnisnya. "Setiap sertifikasi halal akan menentukan seberara besar upaya yang kami lakukan untuk integritas kehalalan produk kami dan produk akan diekspor ke manapun bisa kami capai, “ tambahnya.

Dia juga  membandingkan, daripada industri makanan halal dan obat tradisional, kosmetik lebih sulit mendapatkan sertifikasi halal. Hal ini sebagian besar karena masalah permintaan pasar yang menginginkan produk mentah diekstrasi tanpa alkohol.  Sementara di bidang makanan dan obat tradisional sangat mudah mencari bahan pengganti dari komponen yang diharamkan. Saat ini Simpor Pharma sedang mencari pengganti alkohol sembari terus memperluas pasar potensial hingga saat peluncuran tiba.

Perusahaan Farmasi asal Brunei Simpor Pharma ini didirikan pada tahun 2013 untuk memproses produk farmasi sesuai aturan syariah, untuk diekspor ke pasar Muslim di Asia. Perusahaan bernilai $26 juta atau sekitar Rp 342 triliun itu juga sedang menjalin kerja sama dengan Canadian Firm Viva Pharmaceutical Inc. Selain kosmetik, Simpor Pharma juga memproduksi minuman berenergi, pembersih tangan tanpa air dan suplemen makanan.  (fau/halalfocus/dbs)

 

 


Back to Top