‘Daqu Agrotechno’, Program Bina Santri Paham Usaha Tani Sambil Hafalan Alquran

(gomuslim). Sebagai program pembinaan kaum dhuafa dan lingkungan, Pondok Pesantren Penghafal Alquran (PPPA) Darul Quran (Daqu) membuat program bernama Daqu Agrotechno. Baru-baru ini, diumumkan bahwa panen raya akan segera tiba pada akhir tahun 2016 mendatang. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Muad Asegab Direktur Utama Daqu Agrotechno.

"Panen kali ini bertajuk 'Selamatkan Generasi Pertanian Indonesia'. InsyaAllah, akan kami gelar pula launching sekolah pemuda tani, sekaligus membuka pesantren takhasus," jelas Muad, seperti dilansir dari publikasi resmi PPPA Daqu.

Sekolah ini memberikan pembinaan kepada kaula muda agar menjadi wirausahawan di bidang pertanian, serta mempunyai akhlak yang mulia. Sedangkan program takhasus, akan membina 20 santri ikhwan dengan dua ustadz pembimbing, yang berlokasi di Daqu Agrotechno Training Center sendiri.Selain itu hadir pula program yang aktif berperan dalam pemberdayaan masyarakat.Sebut saja, program pertanian terpadu yang mendorong keterampilan dalam pengelolaan usaha tani. Tak hanya mandiri, melainkan memiliki nilai-nilai sosial, kesehatan dan perbaikan lingkungan sekitar.

Kemudian, program peternakan berbasis lingkungan. Suatu program yang mengupayakan menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas. Dengan memanfaatkan alam yang ada sekitar, seperti pupuk organik dari kotoran ternak.Tak hanya itu, Muad juga menerangkan, program yang memperhatikan kesehatan masyarakat, melalui program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa, yaitu sebuah kegiatan yang menyalurkan hasil beras yang sehat kepada keluarga-keluarga yang mengalami gizi buruk ataupun masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi Raskin.

Lelaki kelahiran Jawa Timur itu menyampaikan, dengan melihat fenomena penurunan fungsi lahan pertanian yang beralih menjadi pemukiman padat penduduk, ruko-ruko, dan bangunan lainnya ini. Ia mencoba membuat gerakan yang memeberi edukasi kepada masyarakat tentang sektor pertanian. Sebagaimana yang telah diketahui, panen raya bertujuan untuk mensosialisasikan hasil pertanian, yang berasal dari bantuan para donatur PPPA Daarul Qur'an.

"InsyaAllah, kali ini kami akan memanen padi organik, berbagai macam sayuran, seperti pakcoy, kubis, sawi dan lainnya," terangnya.

Sebagian besar hasil panen dialokasikan untuk kebutuhan santri di Pesantren Tahfizd Daarul Qur'an. Namun di luar itu, mereka juga menjual beras dalam kemasan 5 kg dengan sistem retail. Adapun sisi menarik dari tahap penanam bibit hingga panen tiba. Yakni, para petani selalu mengiringinya dengan basmallah, shalawat, doa dan tak lupa shalat Dhuha.

"Rata-rata petani kami adalah wargra sekitar yang tergolong kaum dhu'afa. Hampir seluruh petani ini berusia di atas 40 tahun.Namun, mereka adalah orang-orang yang mau berkomitmen melaksanakan Daqu Method," imbuhnya.

Lembaga Daqu Agrotechno ini adalah sebagai lembaga otonom Daarul Quran yang akan mengelola pertanian sebagai aktivitas pengembangan ekonomi, pemberdayaan dan pendidikan pertanian. Kegiatan pertanian Daqu Agrotechno akan menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pertanian berkelanjutan, dimana model tersebut bisa menjadi pusat informasi dan edukasi pertanian bagi masyarakat. Daqu Agrotechno akan memperkuat isu pembangunan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. Di tataran strategis untuk jangka panjang, Daqu Agrotechno akan mengusung model program pertanian berkelanjutan sebagai sebuah alternatif dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat marginal di pedesaan. (fau/daqu/dbs)

 


Back to Top