Masjidil Haram Mulai Ramai, Intensitas Keamanan dan Ketertiban Jemaah Terus Ditingkatkan

(gomuslim). Intesitas kemaanan di dalam Masjidil Haram makin ditingkatkan, masjid yang dapat menampung 900 ribu orang ini perlu ditertibkan agar semua kegiatan ibadah yang berlangsung di dalamnya dapat berjalan lancar. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut DKM Masjid Haramain mengimbau kepada seluruh petugas keamanan masjid untuk menertibkan jemaah yang masuk ke dalam Masjidil Haram.

Menurut Direktur Departemen Keamanan Masjidil Haram Ustadz Abdullah bin Mahna Ath Thamih, Petugas keamanan yang berada di dalam Masjidil Haram akan melarang jemaah yang duduk di karpet eskalator dan pintu masuk di lantai pertama. Selain itu jemaah juga dilarang membawa minuman demi menjaga kebersihan masjid.

Maka akhir-akhir ini petugas keamaan mengawasi dan berjaga-jaga di pintu masuk dengan demikian tidak ada jemaah yang duduk di sekitar pintu masuk masjid, kerena hal itu dapat mengganggu kelancaran keluar-masuk jemaah.

jgkjkjhkhkjhk

Thamih juga menjelaskan bahwa lembaganya bekerja untuk menertibkan jemaah di Masjidil Haram agar tidak terjadi hal-hal negatif yang tidak diinginkan, dan juga melakukan pengawalan terhadap imam Masjdil Haram ketika sang imam melakukan pengawasan di sekitar masjid ini, perpustakaan, dan Museum Haramain.

Meski petugas keamanan Masjidil Haram berada di bawah pengawasan Departemen Pertahanan Sipil, namun mereka bekerja mematuhi perintah dari DKM Masjid Haramain. Petugas keamanan yang ditempatkan di Masjidil Haram adalah petugas yang telah mengetahui kondisi masjid baik dalam saat musim haji atau umrah maupun tidak, sehingga hal-hal dapat memperlancar akses jemaah dipahami betul oleh petugas ini.

Petugas keamanan yang tersebar di area Masjidil Haram kerap disapa asykar yang secara bahasa berarti prajurit atau tentara. Namun saat menjalankan tugasnya, asykar harus lebih mengedepankan aspek humanis ketimbang sikap agresif sebagaimana pendidikan tempur yang diterima oleh asykar. Ketika Mekkah diguyur hujan pada (29/04/2016), Masjidil Haram digenangi air setinggi 10 cm ketika itu terlihat seorang bocah yang terhimpit di pusaran tawaf, lantas seorang asykar pun bergegas menyelematkan bocah tersebut.

Selain itu, ketika musim umrah Ramadhan 1437 seorang asykar pun rela menenangkan balita yang menangis karena panasnya suhu udara saat itu. Inilah perbedaan asykar yang ditempatkan di dalam Masjidil Haram dengan asykar yang menjaga pertahanan negara. Keduanya memiliki pendidikan yang sama namun medan atau objek pengamanan situasi berbeda, dengan demikia para asykar yang ditempatkan di Masjidil Haram merupakan asykar  khusus yang terlatih untuk mengatasi situasi dan kondisi di Masjidil Haram. (fh/gph)


Back to Top