Lirik Wisatawan Muslim dan Timur Tengah, Filipina Kelola Pariwisata Halal

(gomuslim). Pariwisata halal menjadi gencar dilakukan di beberapa negara, terkait dengan meningkatnya jumlah wisatawan muslim asal Timur Tengah dan juga dari negara-negara muslim mayoritas, seperti Indonesia dan Malaysia. Langkah tersebut juga dilakukan oleh Negara Filipina. Baru-baru ini, Departemen Pariwisata Filipina (Philippine Department of Tourism/PDOT) sedang giat mengadakan berbagai seminar dan pelatihan pariwisata halal. PDOT tengah bekerja sama dengan banyak lembaga akreditasi untuk melaksanakan rencana membangun kesadaran pada pariwisata halal dan mendorong industri akomodasinya (hotel, resor dan restoran) memenuhi standar halal.

Maria Corazon Jorda-Apo Direktur Grup Pengembangan Pasar Departemen Pariwisata Filipina mengatakan  saat ini di Manila sudah ada akomodasi bersertifikasi halal seperti Shangri La Hotel di Makati City, Manila Hotel yang mempunyai dapur halal, dan Heritage Hotel di dekat kawasan Pasay yang juga mempunyai dapur hala. Beberapa akomodasi resor kota bintang tiga di kawasan Makati City juga sudah bersertifikasi halal.

Adapun Metro Manila sama seperti Jabodetabek yang terdiri dari 17 pemerintahan kotapraja, di antaranya  Ortigas. Pada daerah Ortigas terdapat sebuah pusat perbelanjaan, Greenhills namanya. Itu salah satu pusat perbelanjaan, hiburan dan destinasi wisata kuliner utama di Filipina. Pada  pusat perbelanjaan dan hiburan ini, pengunjung dapat menemukan 2.000 toko unik di dalam dan di luar ruangan dan di tempat ini mudah sekali menemukan perhiasan dari mutiara, produk-produk busana, kain-kain dan berbagai macam aksesoris. Pengunjung dapat melakukan tawar-menawar dan pada saat yang sama juga dapat memasuki toko-toko yang menawarkan merek-merek mewah. Lokasinya 20 menit dari Bandara Internasional Ninoy Aquino dan berdekatan dengan banyak hotel.

Tempata-tempat atraksi wisata di sekitar Ibukota Manila dapat ditempuh dalam dua jam perjalanan dengan bis wisata atau mobil, di antaranya, Danau dan Gunung Taal (311 mdpl) di Provinsi Batangas dan sumber air panas dan spa lumpur (mud spa) di kaki Gunung Pinatubo di Angeles City, Pampanga. Meskipun kecil, Gunung Taal merupakan salah satu gunung berapi aktif di dunia. Danau dan gunung sebenarnya merupakan hasil dari letusan pada masa lampau. Danau dan gunung berapi yang kompleks itu terlihat indah dari Tagaytay Ridge, 50 kilometer dari Manila. Selama gunung berapi sedang tidak aktif, wisatawan dapat naik ke puncak Gunung Taal dengan menyeberangi danau. Pengunjung dapat memilih trekking, hiking atau berkuda menuju puncak kawah dan kembali menuruninya.

Sedangkan di Angeles City, Pampanga, wisatawan juga dapat memanjakan diri dengan perawatan spa lumpur, berendam di sumber mata air panas, dilanjutkan dengan menguburkan bagian badan ke dalam kolam berisi abu vulkanik dan diakhiri dengan pemijatan. Selain itu, di bagian selatan Filipina warganya memeluk agama Islam. Pemerintah Filipina juga akan mempromosikan Davao, berada di bagian selatan, kepada wisatawan Indonesia. Pada tempat tersebut, restoran-restoran halal dikunjungi wisatawan muslim yang tinggal di resor-resor yang bagus. Selain menjadi destinasi wisata petualangan, trekking ke Gunung Appo misalnya, Davao juga menjadi tempat peternakan mutiara dan anggrek dusit.

Bagi wisatawan muslim Indonesia, tersedia pilihan makanan berbahan dasar ayam dan hasil laut. Selain itu, wisatawan muslim tidak perlu khawatir mencicipi keju malagos buatan masyarakat Davao. Otap, kuliner khas Cebu, berupa biskuit wafer sangat tipis dengan rasa yang manis dan daging mangga kering berlapis cokelat dapat dijadikan oleh-oleh khas dari Filipina. Budayanya memang dekat dengan Indonesia. Diantaranya, banyak kosa kata dalam bahasa tagalog hampir sama dengan bahasa Indonesia. Yang membuat Filipina unik daripada negara-negara ASEAN lainnya, kebudayaan hispanik amat berpengaruh dalam kebudayaan Filipina yang pernah lama dijajah oleh bangsa Spanyol.

Saat ini, Filipina menerima 566 ribu kunjungan wisatawan muslim dari Timur Tengah, sebagian dari negara-negara di ASEAN, juga dari India. Pemerintahnya pun kini hendak meningkatkan jumlah pelayanan halal dan memajukan kualitasnya. Langkah tersebut dilakukan dengan membangun infrastruktur jangka panjang di seluruh negeri. Mulai dari meningkatkan kesadaran ketersediaan makanan halal, masjid-masjid, serta mempersiapkan fasilitas liburan dan berbagai pengalaman menarik yang ramah terhadap wisatawan Muslim. Pada tahap awal pengembangan layanan ini akan difokuskan di Manila, Davao, Cebu, dan Boracay.

Maria juga mengatakan pemerintah Filipina melalui PDOT mulai tahun ini sampai tahun depan sedang berupaya keras membangun awareness dan mendorong sektor swasta terutama hotel, resor dan restoran untuk memberikan layanan yang ramah terhadap wisatawan muslim dan pada saat yang sama juga memenuhi standar halal. “Kami semua berharap, dalam dua tahun ke depan, akan semakin banyak hotel dan properti lainnya dengan fasilitas yang dapat mengakomodasi kebutuhan tamu-tamu muslim kami,” jelas Maria, seperti dilansir dari publikasi TourismIndonesia.

Bangsa  Filipina juga ingin memperkenalkan negerinya kepada Indonesia dan Malaysia, dua negara yang bertetangga langsung dengan jumlah penduduk muslim yang besar. Selain itu, Filipina juga hendak menawarkan kekayaan alam dan keunikan budayanya yang mengandung unsur-unsur hispanik di Asia kepada wisatawan dari Timur Tengah. (fau/ti/dbs)

 

 


Back to Top