Mengejutkan, Lombok Jadi Pioner Miliki Perda Pariwisata Halal Pertama di Indonesia

(gomuslim). Perkembangan pariwisata halal sedang digalakkan dengan serius oleh Pemerintah. Salah satu daerah yang sudah terkenal sebagai destinasi wisata halal dunia di Indonesia, yaitu Lmbok, Nusa Tenggara Barat (NTB).  Karena itu Pemerintah NTB terus meningkatkan kualitas daerahnya demi mempertahankan predikat destinasi wisata halal terbaik seperti tahun lalu. Salah satu yang menjadi upaya peningkatan kualitas tersebut  adalah dengan lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Pariwisata Halal di Lombok NTB.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTB Lalu Mohammad Faozal, awal tahun 2016 pemerintah daerah telah menyusun perda pariwisata halal. Katanya, Perda tersebut lahir justru didorong lahir dari DPRD, berarti secara politis pembangunan kepariwisataan berbasis wisata halal di NTB tidak ada masalah. Hal tersebut dikatakan Lalu akan memberi langkah yang pasti dalam pengembangan pariwisata halal. "Ketika kita sudah punya perda wisata halal, secara kebijakan dan budgeting kami aman sebagai operator pariwisata NTB," kata Faozal.

Selain itu, Pemprov NTB juga sudah bekerja sama dengan MUI membuka pusat informasi wisata halal yang ditempatkan satu lokasi dengan kantor MUI. L.M Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, mengkonfirmasi bahwa belum ada daerah lain kecuali NTB yang memiliki Perda untuk pariwisata halal.

Dalam Perda No. 2 Tahun 2016 tentang pariwisata halal, tertulis bahwa ruang lingkup pengaturan Pariwisata Halal dalam Peraturan Daerah ini meliputi destinasi, pemasaran dan promosi, industri, kelembagaan, pembinaan, pengawasan dan pembiayaan. Pengelola destinasi pariwisata halal harus membangun fasilitas umum untuk mendukung kenyamanan aktivitas kepariwisataan halal, seperti tempat dan perlengkapan ibadah wisatawan Muslim, serta fasilitas bersuci yang memenuhi standar syariah.

Adapun, industri yang menjual jasa dan produk kepariwisataan yang tidak berpatokan pada prinsip syariah, apabila bersedia menjadi industri berbasis pariwisata halal pun wajib menyediakan arah kiblat di kamar hotel, juga informasi masjid terdekat, tempat ibadah bagi wisatawan dan karyawan Muslim, keterangan tentang produk halal dan tidak halal, tempat wudhu terpisah antara laki-laki dan perempuan, sarana pendukung untuk melaksanakan sholat, serta tempat urinoir yang terpisah antara laki-laki dan perempuan.

Pada hal penyediaan makanan dan minuman, industri wajib memiliki sertifikasi halal dan menjamin kehalalan yang disajikan. Sementara pada pengusaha SPA, sauna dan griya pijat yang halal maka wajib menyediakan ruangan perawatan untuk pria dan wanita secara terpisah, terapi pikiran dan olah fisik yang tidak melanggar syariah, terapis pria khusus untuk pria dan terapis wanita khusus untuk wanita, serta memiliki sarana yang memudahkan untuk sholat.

"Kira-kira sudah 100 hotel yang sudah disertifikasi halal, contohnya Hotel Sentosa ini, Novotel Lombok juga memberanikan diri, tapi lihat saja sekarang hotel itu tidak pernah sepi tetap ramai," jelas L.M Faozal, seperti dilansir dari publikasi resmi PesonaIndonesia.

Sebelumnya, Lombok dan Sofyan Hotel Group berhasil memenangkan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi, UEA, 19-21 Oktober 2015. Lombok berhasil meraih dua penghargaan sekaligus yaitu World's Best Halal Tourism Destination dan World's Best Halal Honeymoon Destination, sedangkan Sofyan Hotel Group menjadi yang terbaik dalam kategori World’s Best Family Friendly Hotel. (fau/pesonaindonesia/dbs)


Back to Top