Seperti Inilah Sistem Tanggap Darurat yang Diterapkan Pemerintah Saudi Selama Musim Haji Berlangsung

(gomuslim). Keselamatan jemaah haji merupakan hal penting dan menjadi harapan setiap umat Muslim. Tentunya pada pelaksanaan haji tahun ini, perihal yang dapat menimbulkan bahaya diharapkan dapat dihindari sehingga jemaah selamat  menjalankan ibadah haji dari mulai berangkat hingga kembali ke negara masing-masing.

Terkait dengan hal tersebut maka Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi terus meningkatkan kualitas pengamanan dengan memanfaatkan fasilitas yang dapat menunjang efektifitas kinerja. Sehingga dengan cara seperti ini diharapkan dapat mengambil langkah tepat saat mengatasi kondisi darurat, karena sistem kerja yang diterapkan terintegrasi dengan pihak terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Departemen Perhubungan serta Kementerian Haji dan Umrah Saudi.

Dalam pelaksanaan penertiban keamanan selama musim haji berlangsung, Departemen Pertahanan Sipil Saudi menerapkan beberapa langkah yang dinilai dapat mengoptimalkan upaya tanggap darurat demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Dalam upaya pengawasan pergerakan jemaah, petugas keamanan tidak hanya mengawasi secara langsung di lapangan. Beberapa di antara  mereka ada yang memantau lewat monitor yang telah tersambung dengan kamera CCTV di area Tanah Suci, khususnya di tempat yang kerap disambangi oleh jemaah. Selanjutnya komunikasi via telepon antarpetugas makin dioptimalkan agar para petugas dapat menanggapinya situasi dengan cepat.

jlkajl

Ketika ibadah haji tengah berlangsung lantas ditemukan hal-hal berpotensi menimbulkan bahaya maka harus ditangani dengan cepat dan cermat yang dilakukan secara terpadu dengan lembaga terkait lainnya. Dengan demikian, penanganan cepat dalam kondisi darurat dapat dilakukan dengan baik demi menghindari bahaya besar yang menimpa.

Semua lembaga diminta untuk bersinergi demi mewujudkan kelancaran ibadah haji tanpa terjadinya hal negatif yang tidak diinginkan. Oleh karena itu beberapa Lembaga Negara Arab Saudi diminta untuk aktif melakukan kontribusi positif demi terwujudnya keamanan haji tahun ini. Beberapa pegawai pemerintah dari berbagai departemen juga dilibatkan dalam program keamanan jemaah haji tahun ini.

Sejatinya perintah tentang maksimalisasi peningkatan mutu keamanan sudah terstruktur langsung dari Pemimpin Negara Saudi Raja Salman bin Abdul Aziz. Sehingga semua pejabat di bawahnya sampai ke tingkat pelaksana di lapangan harus dapat bekerja secara maksimal agar mutu keamanan dan pelayanan dapat terwujud.

Persiapan Mekanisme Keamanan Selama Musim Haji 2016

Pemerintah Saudi mengklaim bahwa persiapan keamanan telah dilakukan sedini mungkin sebelum puncak penyelenggaraan haji dimulai. Petugas keamanan pun dilatih berbagai disiplin ilmu pengetahuan terkait mekanisme penyelamatan dalam kondisi darurat. Instrumen yang digunakan untuk meningkatkan mutu keamanan berupa moda transportasi darat dan udara, selain itu penggunaakan teknologi informasi juga dimaksimalkan demi tercapainya efektifitas kerja.

Mekanisme peningkatan mutu keamanan ini diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Mekkah yang terafiliasi dengan Departemen Pertahanan Pusat di bawah pengawasan langsung Kementerian Dalam Negeril Saudi. Selain itu lembaga ini juga membuka pintu bagi setiap relawan yang ingin membantu jemaah haji pada tahun ini.

Beberapa lembaga harus dintegrasikan dalam pengawasan jemaah, karena  banyak hal yang harus melibatkan banyak ahli dalam bidang tertentu untuk memaksimalkan upaya pengamanan dan penyelematan. Karena itulah beberapa sistem diterapkan dalam pelaksanaan program ini seperti, Sistem Manajemen Insiden (IMS), Sistem Informasi Geografis (GIS), Unit Utama Pengendalian Terpadu (ICCS), Sistem Manajemen Darurat dan Krisis (ECMS), Sistem Pengawasan Keamanan (VSS), Sistem Data Selular (MDS), Jaringan Penghubung Petisi (WAN), Sistem Pelacakan Sumber Daya Senyawa (ARLS), Sistem Manajemen Sumber Daya (RMS).

Harapannya dengan pengaplikasian teknologi dan sistem yang terancang dengan baik, dapat meningkatkan mutu keamanan dan pelayanan jemaah sehingga dengan izin Allah akselerasi tanggapan terhadap kondisi darurat dapat terwujud. Bahkan jemaah dapat menghubungi jalur telepon 911 untuk manakala membutuhkan penanganan cepat dari petugas keamanan.

fsgf

Terkait dengan teknologi komunikasi dan informasi, pusat operasi teknis  diterapkan oleh GIS yang merupakan sistem berbasis komputer untuk mengolah data dengan tujuan mempermudah kerja para petugas keamanan dalam mengawasi kondisi pergerakan jemaah haji.

Dengan diterapkannya sistem ini maka dapat disampaikan  informasi geografis seperti, peta, foto lokasi, visual satelit dan metadata (nama/ tabel) sehingga pelacakan menjadi lebih mudah dan berakurasi tinggi. Validasi data atau titik terjadinya insiden dapat terpantau dengan tepat dan cepat, karena semua petugas yang tersebar berada di tempat-tempat strategis.

Jika diperlukan pertolongan lewat jalur udara, maka aparat keamanan Saudi telah menyiapkan helikopter untuk mengantarkan jemaah ke rumah sakit manakala di jalur darat terjadi kemacetan yang parah. Tenaga medis pun telah ditempatkan di pos-pos tertentu dan mereka siap melayani jemaah haji yang membutuhkan pertolongan medis.

Sebagaimana yang dikutip dari makkahnews.net, tugas aparat keamanan dalam situasi darurat bervariasi tergantung pada tingkat bahaya yang dihadapi, namun secara umum langkah-langkah yang diambil oleh aparat keamanan dalam penanggulangan insiden adalah sebagai berikut:

  1. Menanggapi dengan cepat aduan dari jemaah;
  2. Menganalisa langsung situasi dan kondisi di lokasi jemaah haji serta menyiapkan sistem penggantian petugas penjaga keamanan;
  3. Memandu petugas di lapangan untuk menuju ke lokasi terjadinya insiden;
  4. Mengarahkan petugas untuk mengawasi area yang berpotensi menimbulkan resiko;
  5. Menyampaikan informasi darurat;
  6. Mengarahkan petugas untuk bersiaga dalam kondisi tertentu;
  7. Memberikan arahan kepada petugas lapangan untuk mengambil langkah preventif dan penyelesaian masalah di lapangan.

Selain sistem atau mekanisme kerja yang diterapkan di atas, petugas keamanan Mekkah juga dilatih untuk dapat mengatasi masalah yang terjadi sampai dengan selesai. Dengan demikian rencana kerja yang bersifat solusi harus dapat dilakukan dengan tangkas oleh setiap petugas. Dengan demikian, harapannya jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman. (fh/MN)


Back to Top