Begini Cara Abu Dhabi Kembangkan Wisata Halal

(gomuslim). Pariwisata halal yang sedang naik saat ini tak terlepas dari seuah negara yang menjadi pionirnya. Negera tersebut adalah Uni Emirat Arab (UEA) yang salah satu kotanya gencar dengan program pengembangan wisata halal sekelas internasional. Apalagi, kota terbesar kedua di Emirat Arab itu berambisi menjadikan kotanya sebagai pemenang wisata halal Internationale Tourismus-Borse Berlin (ITB Berlin) di Jerman dua tahun terakhir ini.

Beberapa tahun ke depan pariwisata halal akan menjadi konsep yang cepat muncul di industri pariwisata di wilayah timur dan sekitarnya. Tempat-tempat wisata nantinya dipastikan akan banyak menawarkan berbagai macam paket liburan. Hal demikian untuk mengikuti kebutuhan dan gaya hidup masyarakat Islam dengan memberikan fasilitas produk terhadap keyakinan umat Islam.

Seperti yang dilakukan oleh Otoritas Pariwisata dan Budaya Abu Dhabi (TCA Abu Dhabi). Organisasi ini mengikuti pameran dagang Jerman sejak tahun 2015. Pada perhelatan tesrebut ada sekitar 90 perusahaan besar di bidang restoran dan operator tur menampilkan profil-profil perusahaannya.

“Abu Dhabi berakar kuat dalam tradisi Islam Saudi. Untuk itu, kami percaya jika budaya warisan dan produk asli bisa memiliki daya tarik besar dengan wisatawan Muslim yang berkunjung ke pameran,” jelas  Direktur Promosi dan Urusan Luar Negeri TCA Abu Dhabi Mubarak Al Nuaimi, seperti dilansir dari publikasi Halalfocus.

Menurut Mubarak, pihaknya bekerjasama dengan beberapa operator wisata halal terbesar di dunia. Bagi turis Muslim yang menikmati libur halal akan dipandu oleh TCA Abu Dhabi. TCA juga akan mempromosikan semua produk halal termasuk tur ke Masjid Agung Sheikh Zayed serta situs budaya penting lainnya di ibukota dan jantung warisan dari Al Ain. “Kami mendorong terciptanya kemasan produk wisata halal yang tepat,” katanya.

Pada bulan Oktober mendatang, Abu Dhabi menjadi tuan Dunia Halal Summit &and Exhibition Travel (WITS15) yang akan fokus kuat pada pariwisata antara 57 anggota negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Diharapkan pada pameran tersebut bisa menarik perhatian delegasi pemerintah, asosiasi pariwisata, operator swasta terkemuka dan pemodal yang ingin mengeksplorasi proyek pariwisata Islam.

Tidak hanya itu, Abud Dhabi juga gencar dengan menjalin hubungan dengan negara-negara di dunia untuk bekerjasama dalam meningkatkan pariwisata halal.  Tahun lalu, Indonesia  sukses menyabet tiga awards pada ajang World Halal Travel Awards yang berlangsung di Uni Emirat Arab pada Oktober 2015. Begitu pun tahun ini, Indonesia kembali mengikuti World Halal Travel Awards 2016. Penghargaan tersebut akan berlangsung sebagai bagian dari acara Internasional bertajuk World Halal Tourism Summit (WHTS) 2016.

WHTS 2016 ini adalah salah satu event pariwisata internasional untuk wisata halal yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi National Exhibition Centre, Abu Dhabi, UAE, pada tanggal  22 sampai 23 November 2016 mendatang. WHTS yang sudah menginjak tahun keduanya ini adalah pertemuan terbesar yang pernah dicanangkan oleh pelaku-pelaku wisata halal pada skala global. Dan Indonesia siap ambil bagian dalam event dunia ini.  Pada dua hari acara tersebut akan diselenggarakan pameran dan konferensi yang memberikan pengetahuan dan informasi bagi pengunjung serta delegasi. Selain itu, ada salah satu sesi yang paling ditunggu-tunggu dari WHTS 2016, yaitu World Halal Travel Awards yang akan berlangsung pada 19 November. Penghargaan tersebut mencakup beberapa kategori, seperti praktik wisata halal terbaik dan pelayanan terbaik.

WHTS 2016 sendiri dirancang sebagai acara Business to Business untuk mempertemukan buyers dengan brand-brand pariwisata yang beroperasi secara eksklusif di sektor perjalanan wisata halal terkemuka. WHTS akan menawarkan peserta pameran dan pengunjung bermacam peluang bisnis pariwisata halal. Pada tahun 2015, event  ini diikuti oleh 202 eksibitor, di antaranya perwakilan dari Indonesia, Bosnia, Kenya, UAE, Thailand, Sri Lanka, Maroko, Yordania, Malaysia, Turki, Oman, Palestina, Kroasia, Iran, Mesir, Tanzania, UK, Kanada, Maladewa dan Libanon. (fau/halalfocus/dbs)


Back to Top