Ali Charisma: Kreativitas Saja Tidak Cukup Untuk Kembangkan Fashion Muslim!

(gomuslim). Industri fashion muslim di Indonesia kian hari kian menunjukan prospek yang semakin membaik. Terbukti dengan bermunculannya designer-designer busana muslim baru, event-event yang memamerkan karya-karya busana muslim baru, hingga brand-brand baru. Salah satu brand yang masih seumur jagung namun memiliki peluang besar dalam merebut lebih banyak pelanggan di pasaran ialah brand Zelmira.

Kemunculan brand Zelmira yang concern dalam bidang busana muslim, dari sisi promosi dan kemampuannya, tak lepas dari peran Indonesia Fashion Chamber (IFC) sebagai organisasi professional yang mendampingi empat siswi SMK NU Banat yang terpilih selama kurang lebih enam bulan lamanya.

Potensi industri kreatif yang sangat besar, membuat kemunculan brand Zelmira ini semakin mewarnai arah negeri ini menjadi kiblat fashion muslim 2020 mendatang. Dengan memanfaatkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Kudus yang menjadi tempat bernaungnya akulturasi tiga budaya, yakni Tionghoa, Arab, dan Jawa, ditambah creator di balik brand Zelmira yang notabene masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, membuat brand ini memiliki lebih banyak nilai plus dibanding dengan brand busana muslim lainnya.

Akan tetapi, untuk dapat menjadi brand baru yang diterima di masyarakat, baik lokal maupun dunia, butuh usaha yang lebih keras dari berbagai pihak. Ketika diwawancarai usai menjadi pembicara dalam acara press conference brand zelmira yang hendak melenggang ke Hongkong, National Chairman Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma, mengatakan, “Kreativitas saja tidak cukup untuk menjadikan sebuah brand bersaing di pasaran karena kreativitas itu relatif, tergantung siapa yang melihat. Maka dari itu, butuh bisnis plan yang baik, yang di dalamnya ada marketing plan, dan plan-plan lainnya,” tegasnya.

Salah satu marketing plan yang coba difokuskan oleh brand Zelmira ini adalah menjangkau pasar internasional. Sebagai pendatang baru, terdengar cukup gegabah jika harus menjangkau pasar internasional terlebih dahulu.

Menanggapi hal ini, Ali Charisma mengungkapkan bahwa hal ini merupakan bagian dari strategi marketing Zelmira dengan pertimbangan bahwa bila mana Zelmira sudah menjangkau pasar di luar negeri dan memiliki penjualan yang baik, maka dengan otomatis pasar di dalam negeri juga akan baik pula.

Zelmira sendiri merupakan brand hasil karya murid-murid jurusan Tata Busana Sekolah Menengah Kejuruan NU Banat, Kudus, Jawa Tengah, yang didukung penuh oleh Djarum Foundation. Pembuatan desain difokuskan pada busana sopan atau yang lebih dikenal dengan sebutan modest wear. Unsur kain nusantara melekat pada setiap balutan rancangan busana yang dibuat. Hal ini menjadi ciri khas sekaligus I’tikad baik dalam mengangkat kearifan lokal warisan budaya Bangsa Indonesia.

Selama empat bulan, empat siswi yang terpilih mengikuti berbagai kegaiatan yang dimentori langsung oleh para ahli di bidangnya masing-masing, seperti, Sofie (Business and Local Conceptor), Dina Midiani (Trend and Brand Conceptor), Ali Charisma (Business and Creativity International), dan Lisa Fitria (Textile and Design Expert), untuk mempersiapkan project besar, yakni membawa karya mereka ke pentas internasional. Mulai dari pengembangan konsep, pendalaman inspirasi, menghubungkan produk dengan tema dan tren internasional, arahan penentuan harga, hingga branding dan pemasaran.

Dengan mengikuti pameran dagang internasional seperti CenterStage, mereka diharapkan bisa belajar banyak dalam berbagai hal, seperti mempelajari tren global, seluk beluk B2B, dan lain sebagainya.

CenterStage sendiri diselenggarakan oleh Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) yang berpengalaman selama 50 tahun dalam mengorganisir eksibisi, konferensi, maupun program terkait fashion tingkat internasional. Ajang ini diikuti oleh 200 exhibitor dari 20 negara, 30 fashion show dari beragam brand internasional, dan mengundang buyer dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Thailand, Korea, China, Taiwan, Jepang, India, Australia, Saudi Arabia, Amerika, dan Eropa. (alp/dbs)


Back to Top