‘Halal E-Marketplace’ Makin Berkembang di Singapura

(gomuslim). Gaya hidup halal yang sudah mendunia jadi semakin berkembang masuk ke berbagai sektor kehidupan manusia. Hal tersebut juga ditunjang dengan perkembangan media internet yang membuat semua transaksi dan hubungan komunikasi bersifat online. Beberapa tahun terakhir, Singapura menjadi negara yang mempunyai pergerakan yang cepat perihal inovasi penyedia muslim needs lewat media online. Untuk mengembangkan bisnis makanan dan minuman, Singapura  bekerja keras  untuk mendapatkan sertifikasi halal. Hal tesrebut juga ditambah dengan inovasi oleh perusahaan baru yang berani masuk di bidang online, yaitu untuk memanfaatkan pasar yang belum dimanfaatkan konsumen yang tertarik dengan produk bersertifikat halal, ditambah dengan fokus yang tajam pada produk premium yang memang perlu melakukan sertifikasi halal.

Aladdin Group yang  dipimpin oleh astronot pertama Malaysia Dr Sheikh Muszaphar Shukor Al Masrie mengumumkan bahwa mitra Singapura akan menjadi perusahaan pertama untuk kerjasama produk-produk berkualitas premium dunia dengan sistem halal e-marketplace ketika diluncurkan di akhir tahun lalu. Katering untuk pasar online tersebut akan meramu sistem  business to business  dan business-to-consume lewat laman Aladdin Street Singapura: www.aladdinstreet.com.sg. Situs ini  adalah salah satu perusahaan di 29 negara lainnya sejak Group telah menandatangani joint venture dengan jaringan yang mencakup jejak populasi global sekitar empat miliar konsumen, di negara-negara seperti China, India, Indonesia, Thailand, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Timur Tengah, Inggris dan Amerika.

Pengumuman ini datang setelah peluncuran situs dalam negeri di Malaysia yang menawarkan lebih dari 10.000 produk-produk berkualitas premium pada bulan April tahun lalu. Menurut Pendiri Aladdin Street Singapura Dr. Rahmat Kong,  lingkungan bisnis yang sangat baik di Singapura dan infrastrukturnya akan membantu Group menjadi salah satu yang paling menguntungkan platform e-commerce di dunia. Rencana ini termasuk 2 juta dolar investasi oleh Aladdin Street Singapura untuk mendukung upaya negara untuk memperkuat merek tersebut.

Tapi tidak seperti mitra Malaysia-nya, platform Singapura tidak akan memiliki penawaran yang  besar pada sektor makanan. Menurut Andy Yun Kepala Pemasaran Aladdin Street Singapura, sebaliknya, ia akan menawarkan berbagai produk, mulai dari fashion sampai furnitur sambil menjaga fokus pada dukungan pada usaha  kecil dan menengah (UKM), termasuk perusahaan yang siap untuk masuk ke pasar  global.

Dia juga  mencontohkan keuntungan yang signifikan dari investasi dalam e-commerce dalam iklim ekonomi ini sangat menantang, terutama untuk sektor ritel Singapura. Hal ini akan menjadi saluran tambahan dari penjualan bagi mereka. "Apakah Bank atau gateway pembayaran akan membawa Anda jika Anda seorang pemain kecil? Tapi kami adalah kelompok 30 negara dan itulah sebabnya gateway pembayaran kami adalah UOB (United Overseas Bank). Hal ini bisa menjadi pertimbangan mereka bergabung bersama kami, “ jelas Andy, seperti dilansir dari publikasi TheHalalTimes.

Untuk memulai, perusahaan berharap untuk meluncurkan portal Singapura dengan line-up minimal 50 pedagang. "Kami baru saja mulai merekrut (dan) perusahaan-perusahaan ini harus sesuai dengan posisi kami, yang jelasnya adalah menjadi  produk-produk berkualitas premium pertama dan halal e-marketplace, “ tambah Andy.

Dengan demikian, situs halal market tersebut akan fokus pada produk-produk halal berkualitas premium dan jasa, dan orang-orang yang tidak memerlukan sertifikasi halal, seperti produk oleh perancang busana dan mebel lokal. "Ketika Anda pergi ke Aladdin.com.sg, itu tidak akan menjadi seperti HipVan, di mana akan ada banyak item. Kami memiliki item kurang tetapi lebih premium dan unik, yang menambahkan yang untuk  menjadi perusahaan terpercaya di sektor makanan, seperti Sam Goi, Tee Yih, dan  Jia Foods, “ katanya.

Selain itu, Singapura juga membuat layanan lain berua penyedia produk halal lewat online. Situs tersebut berupa kumpulan restoran halal www.halaldiningclub.com. Situs ini adalah aplikasi dan situs sebagai solusi one-stop untuk pengunjung mencari  buku dan meninjau restoran halal. Pada  bulan lalu, secara bersamaan Singapura meluncurkan sebuah aplikasi di Singapura dan London untuk memberikan konsumen akses yang lebih baik untuk kebanyakan tumbuh pilihan bersantap yang cocok di kedua kota.

"Anda akan berpikir mencari tempat untuk makan keluar akan mudah, tapi untuk 427 juta Muslim yang tinggal di negara-negara non-Muslim tidak," kata Siddika Jaffer Pengusaha Muslim di balik peluncuran The Halal Dining Club. "Penelitian kami menunjukkan bahwa pengunjung halal biasanya harus menghabiskan hingga 90 menit untuk menemukan dan memesan tempat yang cocok, dan ini melibatkan beberapa situs Web, blog dan ulasan; pesan teman-teman dan memanggil restoran itu sendiri, " tambahnya.

Dalam kemitraan eksklusif dengan layanan online reservasi restoran Quandoo, aplikasi yang tersedia gratis dari Apple App Store ini ditargetkan pada pasar makanan halal global yang berkembang pesat dan relatif terlayani. Menurut  perkiraan Dining Club Halal jumlah belanja di sektor halal bisa sampai senilai US $ 2,6 triliun sampai pada tahun 2020 mendatang. Hal ini juga akan mencakup prospek bisnis kebisnis prospek yang  merupakan daerah Aladdin Street Singapura sangat tertarik untuk mengeksplorasi. Dia menguraikan bagaimana platform lokal juga akan membantu banyak sertifikasi halal pada restoran dan katering dengan menyediakan saluran tambahan dari penjualan dan mempromosikan merek dan makanan mereka pada platform premium.  (fau/halaltimes/dbs)

 

 


Back to Top