Atas Dasar Kemanusiaan, Muslimah Ini Selamatkan Jemaah Lansia yang Nyaris Wafat di Tengah Pusaran Tawaf

(gomuslim). Saat melakukan tawaf, seorang jemaah lansia pingsan dan sesak nafas di tengah pusaran tawaf yang saat itu kondisinya penuh sesak. Jemaah tersebut disinyalir berasal dari Asia Timur, ketika ia terjatuh dan mengalami sesak nafas, seorang wanita asal Bahrain langsung bergegas menyelematkan jemaah tersebut. Ia memanggil petugas agar dapat menolong jemaah yang jatuh pingsan dan nyaris terinjak-injak.

Dalam kondisi yang penuh sesak di pusaran tawaf, petugas pun kesulitan menjangkau jemaah tersebut. Namun wanita asal Bahrain yang diketahui bernama Samiah Al Aud, terus berupaya melakukan pertolongan pertama, Aud pun berusaha menjaga agar jemaah tersebut tidak terinjak-injak, mengingat dalam pelaksanaan tawaf jumlah jemaah terbilang banyak dan sulit untuk ditahan.

Namun pada akhirnya petugas berwenang dapat menjangkau jemaah lansia yang jatuh pingsan tersebut. “Sejatinya jemaah haji ini membutuhkan pertolongan cepat, saya menjaganya sampai petugas penyelamat datang menolong jemaah tersebut yang saat itu nyaris tewas, dengan naluri kemanusian kita harus menolong siapa pun tanpa memandang warna kulit, bangsa dan daerah. Karena ini telah menjadi tugas saya sebagai pengawas kesehatan jemaah haji,” ujar Aud seperti yang dikutip dari Alwasat.

Seorang saksi mata yang melihat aksi penyelamatan tersebut berkata, “Saudari kita ini sungguh mulia, ia bergegas menyelematkan jemaah haji lansia yang jatuh di tengah-tengah area tawaf yang saat itu kondisinya sedang penuh sesak, bahkan petugas keamanan pun sulit menjangkau. Namun wanita ini berusaha semaksimal mungkin untuk memanggil petugas sampai bantuan dari penyelemat datang dan jemaah tersebut sadar dari pingsannya,” ujar Syeikh Adil Hanan yang saat itu berada di tempat kejadian.

Menurut keterangan berasal dari petugas penyelematan, jemaah tersebut mengalami depresi akibat suasana yang penuh sesak. Pada sisi lain, jemaah dari Asia Timur tersebut dinyatakan kondisinya sudah lemah mengingat usianya yang telah lanjut. Dalam kondisi seperti ini semestinya ia melakukan tawaf dengan menyewa kursi roda. Karena sejatinya penyewaan kursi roda dibolehkan bagi jemaah yang tidak sanggup melakukan tawaf dengan berjalan kaki ataupun melakukan sa’i.

Pasca penyelematan yang dilakukan oleh Aud, kini namanya pun terkenal tidak hanya di Bahrain namun di beberapa negara khususnya Timur Tengah. Pasalnya tidak sedikit pemberitaan mengenai aksi humanisnya itu beredar di dunia maya. Namun pada dasarnya tugas seorang relawan kemanusiaan bukanlah untuk meraih pujian melainkan menolong sesama manusia atar dasar kemanusiaan seperti yang telah disampaikan oleh Aud. (fh/aw)


Back to Top