Bank Aceh Syariah Beroperasi, Provinsi Aceh Jadi Destinasi Wisata Halal Terlengkap

(gomuslim). Tak akan lama lagi, tepatnya pada 19 September 2016 mendatang, bank Aceh syariah akan resmi beroperasi, menggantikan bank Aceh konvensional yang sudah beroperasi sejak 7 September 1957 silam.

Saat ini, proses pengonversian bank tersebut sudah mencapai tahap final, tinggal beberapa hal saja yang belum dan masih berlangsung, seperti sinkronisasi sistem dengan Bank Indonesia terkait transaksi-transaksi antarbank, dan lain sebagainya.

Selain itu, tentu saja untuk melengkapi tahapan-tahapan formal yang tengah diselesaikan, pihak bank Aceh syariah saat ini butuh banyak dukungan seluruh dari nasabah dan masyarakat Aceh agar perubahan sistem operasional ke sistem syariah berjalan lancar.

Terkait kelancaran prosesi ini, Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah dengan optimis mengatakan bahwa proses peralihannya akan resmi dimulai pada 19 September mendatang.

"Proses peralihan atau perubahan sistem operasional Bank Aceh dari konvensional akan dilaksanakan mulai 19 September mendatang," kata Direktur Utama Bank Aceh Busra Abdullah di Banda Aceh, Senin, (05/09/2016).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa nasabah tidak perlu khawatir. Seluruh data dan catatan keuangan nasabah tidak mengalami perubahan akibat proses konversi ke sistem syariah. Semua produk dan jasa yang selama ini konvensional akan dikonversikan ke sistem syariah dan tidak dipastikan tidak akan mengganggu kenyamanan dan keamanan nasabah.

Dengan beroperasinya bank Aceh syariah ini, nantinya provinsi paling Barat Indonesia tersebut akan semakin mengukuhkan diri menjadi destinasi wisata halal yang paling lengkap, yakni dengan kebijakan pengalihan bank Aceh konvensional menjadi bank Aceh syariah. Terlebih, Aceh memang sudah lama dikenal dengan provinsi yang menggunakan sistem syariah dalam kehidupan bermasyarakat di sana. Hal lain yang juga sangat kentara sekali ialah julukan yang melekat pada provinsi tersebut sebagai “Kota Serambi Mekkah”.

Sebagaimana yang telah ramai diberitakan, baru-baru ini Kompetisi wisata halal yang digelar Tim Percepatan Pengembangan Wisata Halal Kementerian Pariwisata sudah pada tahap akhir dalam menjaring banyak kontestan. Sedikitnya ada 113 destinasi dan industri pariwisata nasional yang terpilih dan sudah masuk nominasi. Profile, key achievement, dan unique characteristic akan langsung dinilai oleh dewan juri.

Dalam kompetisi itu, Provinsi Aceh mauk dalam berbagai nominasi, di antaranya ialah, kategori airport ramah wisatawan muslim terbaik, kategori hotel keluarga ramah wisatawan muslim terbaik, destinasi budaya ramah wisatawan muslim terbaik, dan kategori daya tarik wisatawan terbaik. (alp/dbs)

 


Back to Top