Sektor Pariwisata Halal Mulai Jadi Andalan di Beberapa Daerah

(gomuslim). Di beberapa negara, sektor pariwisata menjadi sumber pendapatan nomor wahid yang paling diandalkan. Sebut saja negara-negara seperti Arab Saudi, Inggris, Brasil, Hong Kong, dan lain sebagainya. Untuk Indonesia sendiri, walaupun jumlah wisatawan yang berkunjung ke Indonesia belum sebanyak negara tetangga atau negara mapan lainnya, geliat pertumbuhan pariwisata Indonesia dewasa ini terus bergerak ke arah yang lebih cerah, khususnya pariwisata halal Indonesia.

 

 

Baru-baru ini, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Bambang Kristianto mengakui sektor pariwisata mampu menggerakkan perekonomian di provinsi ini dengan kontribusi sekitar Rp12,9 triliun.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga berkontribusi terhadap penerimaan daerah dalam bentuk pajak senilai Rp3,1 triliun dan menciptakan tenaga kerja sebanyak 209.000 orang.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat DIY sebagai salah satu lokasi wisata terbaik di Indonesia periode Juli 2016. Terjadi lonjakan kunjungan wisatawatan mancanegara (wisman) dari sebanyak 4.852 kunjungan pada Juli 2015 menjadi 11.177 kunjungan pada Juli 2016 atau year on year (yoy). Angka ini meningkat sebesar 130,36 persen.

Dalam kompetisi halal yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata baru-baru ini, DIY masuk dalam nominasi destinasi budaya ramah wisatawan Muslim terbaik, bersaing ketat dengan Aceh dan Lombok, Nusa Tenggara Barat. Hal ini membuat provinsi DIY memiliki dua keuntungan, yakni wisata konvensional yang sudah lama dikenal dunia dan wisata halal yang mulai menggeliat belakangan ini.

Sejalan dengan BPS di DIY, Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (Sumbar), baru-baru ini mencatat kunjungan wisatawan asing ke provinsi itu pada Juli 2016 mencapai 4.094 orang atau melonjak drastis hingga 94,58 persen dibandingkan Juni 2016 yang hanya berjumlah 2.104 orang.

Menurutnya kunjungan wisatawan asing pada Juli 2016 memberikan kontribusi sebesar 0,42 persen terhadap total wisman yang berkunjung ke Indonesia sebanyak 970.484 orang.

Kunjungan wisatawan asing pada Juli 2016 tersebut didominasi oleh wisatawan asal Malaysia sebanyak 2.203 orang, Australia 234 orang, dan Belanda 82 orang. Kemudian kunjungan dari negara lainnya Perancis 64 orang, Amerika Serikat 34 orang, Inggris 35 orang, Tiongkok 21 orang dan negara lainnya 841 orang.

Meskipun demikian, Kepala BPS Sumbar, Dody Herlando, memaparkan bahwa peningkatan tersebut terjadi karena dipicu oleh penyelenggaraan even balap sepeda internasional Tour de Singkarak.

Pernyataan bahwa sektor pariwisata mampu mendorong perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam beberapa hal memang tidaklah mudah untuk dijelaskan. Terkait hal ini, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, pernah mengatakan bahwa untuk mengukur kontribusi sektor pariwisata pada pertumbuhan ekonomi baik nasional maupun daerah memang agak sulit dan tidak bisa dalam waktu yang singkat.

Perry mengatakan mengukur kontribusi sektor pariwisata tidak mudah, karena bukan hanya melihat dari kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara, juga restoran, hotel maupun belanja mereka. (alp/dbs)


Back to Top