Mengapa 'Aplikasi Haji Pintar' Milik Pemerintah Kurang Dikenal Jemaah Padahal Lebih Dekati Kebutuhan?

(gomuslim). Sebenarnya sudah sejak tahun lalu Kementerian Agama RI telah meluncurkan ‘Aplikasi Haji Pintar’ untuk smart phone baik berbasis android maupun lainnya. Namun aplikasi berbahasa Indonesia untuk memudahkan Jemaah haji dari tanah air di tanah suci ini kurang popular.Untuk tahun 2016 ini bahkan sudah disempurnakan menjadi ‘Haji Pintar II’ dengan penambahan fitur-fitur terbaru.

Kementerian Agama RI telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengembangkan aplikasi haji pintar ini, namun sayang, kurang populer di kalangan jemaah haji sendiri. Sejumlah jemaah yang menggunakan smartphone selama di tanah suci, menyatakan tidak mengetahui ada aplikasi haji pintar yang buat pemerintah.

 

 

"Saya baru mendapat informasi bahwa pemerintah sudah memiliki aplikasi haji, baru diberitahukan ini dan langsung download ternyata isinya membantu banged. Kita bisa menjadi haji mandiri yang yang perlu repot lagi menunggu informasi dari petugas haji,"ujar Achmad Mubarok, jemaah haji dari Mojokerto kepada gomuslim.co.id, Selasa (06/09/2016).

Aplikasi sebenarnya ini sangat dibutuhkan jemaah karena berisi panduan dan informasi dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Selain itu terdapat juga informasi pemondokan di Madinah dan Mekkah serta lokasi tenda maktab. Informasi jadwal keberangkatan dan kepulangan. Informasi bus shalawat selama di Mekkah. Informasi pelayanan katering dan informasi lainnya.

"Sayang saja kalo aplikasi sebagus ini tidak banyak diunduh jemaah karena mereka tidak tahu, apalagi untuk membuat aplikasi tentu sudah menelan biaya,"tambahnya.

Ketidakpopuleran aplikasi yang diluncurkan Kemenag ini antara lain karena tidak disosialisasikan penggunaannya di kalangan Jemaah. Padahal, jika disampaikan saat pemberian materi manasik baik di KAU maupun di KBIH, bahkan kalau perlu diberikan tutorial pengunduhan dan penggunannya, maka dari sekian ribu jemaah haji Indonesia sekian persennya pasti melek teknologi dan membutuhkan aplikasi ini.

Aplikasi ini memiliki Feature:

- Informasi Pemondokan
- Informasi Transportasi
- Informasi Katering
- Penunjuk Jalan
- Info Kesehatan
- Info PPIU

Versi 2016 2.0 New UI

Penambahan
1. Tampilan dibuat lebih intiitive
2. Cek porsi haji
3. Terintegrasi dengan data siskohat
4. Display picture akomodasi
5. Dashboard maintenanca data
6. Monitoring Posisi Jamaah haji
7. SMS/WA Center
7. Penambahan kondisi Cuaca Makkah dan Madinah

Untuk mendapatkan manfaat aplikasi tersebut, dapat  diinstal dalam ‘Aplikasi Haji Pintar’ yang lama, setelah di-uninstal, segera download haji pintar versi 2016 2.0 new ui dan instal.

LINK. PLAY STORE HAJI PINTAR Versi 2016 2.0 New UI adalah:
https://play.google.com/store/apps/details?id=kemenag.vodanet.sra.haji.pintar&hl=en

Baca juga:

 Inovasi Kemudahaan Haji Berlanjut ke Aplikasi Haji Pintar Jilid II

Dengan Aplikasi Ini, Penguasaan Masjidil Haram Sudah dalam Genggaman

Dibandingkan aplikasi dari beberapa negara lain, Aplikasi Haji Pintar sebanarnya jauh lebih menjawab kebutuhan jemaah haji Indonesia, tetapi kenyataanya banyak jemaah haji Indonesia justru mengunduh aplikasi haji dari negara-negara lain yang berbahasa Inggris atau Arab.

Berikut beberapa aplikasi dari berbagai negara yang sengaja dibuat memudahkan para jemaah haji beribadah di Tanah Suci seperti dilansir Saudi Gazette, (06/09/2016):

1. Hajj Navigator
India Fraternity Forum (IFF) meluncurkan aplikasi ini untuk membantu mengarahkan jemaah haji untuk mencapai tujuan mereka di Mina, Mekkah, dan Aziziyah.

Hajj Navigator sendiri didukung Google Maps dan berbasis data berbagai jalan, pemondokan jemaah haji dari India, hotel, rumah sakit, dan fasilitas kesehatan di Mina, Makkah, dan Aziziyah. Saat jemaah haji atau petugas memasukkan data lokasi mereka di aplikasi ini dan mencari satu tujuan, maka mereka akan ditunjukan rute dan estimasi waktu tempuh.

Jika jemaah haji bingung mereka berada dimana, maka bisa memilih 'my location' yang akan dideteksi GPS. Sekali diunduh dan terpasang di ponsel, penggunaan Hajj Navigation tak memerlukan koneksi internet.

2. HajjSalam
Dibandingkan aplikasi lain di pasar, HajjSalam terbilang yamg paling menarik karena bersifat interkatif. Aplikasi ini dilengkapi penghitung saat jemaah haji bertawaf mengelilingi Ka'bah.

Berdasarkan lansiran Saudi Gazette, pekan ini, HajjSalam juga memiliki fitur lain berupa teks doa serta informasi waktu dan tempat dimana doa-doa mustajab. Fitur lainnya adalah aplikasi ini terintegrasi dengan kamera, peta, dan media sosial. Aplikasi ini juga memungkinkan para penggunanya untuk menandai tenda mereka agar lebih mudah ditemukan sekembali dari Mina.

Aplikasi gratis ini dikembangkan sebuah bisnis rintisan yang berbasis di Dubai, Hajjnet. Pendiri Hajjnet, Ali Dabaja menyatakan tujuan aplikasi adalah untuk meringankan beban teknis dan logistik pada jemaah haji sehingga bisa lebih fokus ibadah.

3. Smarthajj
Aplikasi ini adalah satu dari sedikit aplikasi selular yang didukung Pemerintah Arab Saudi. Aplikasi ini didesain untuk memandu jemaah haji sepanjang proses.

Dikembangkan Pusat Inovasi Teknologi GIS, King Abdulaziz City for Science and Technology (KACST), Arab Saudi, aplikasi ini telah secara resmi didukung Gubernur Mekkah, Pangeran Khalid al-Fais al-Saud.

Salah satu fitur dalam aplikasi ini menawarkan layanan koneksi langsung dengan otoritas secara real time online. Jika seorang jemaah haji jatuh sakit, mereka bisa langsung meminta bantuan tenaga medis yang sedang bertugas.

Karena koneksi langsung ke otoritas inilah, diharapkan biaya sewa jasa pemadu haji bisa ditekan. Aplikasi ini pun bisa diunduh cuma-cuma.

4. The Hajj Guide
Aplikasi ini dilengkapi beberapa halaman mengenai seluk beluk haji, tujuan dan sejarah haji, serta aneka tips persiapan berhaji.

Aplikasi ini tidak butuh koneksi internet. Kelemahan aplikasi ini adalah aplikasi ini lebih mirip buku panduan ketimbang panduan virtual dan fokus pada panduan persiapan dibanding aktivitas selama berhaji.

Dengan demikian, kiranya Kementerian Agama agar dapat memasukkan informasi tentang aplikasi ini dan tutorialnya dalam materi manasik haji agar dapat tersosialisasi secara nasional. Ini adalah keniscayaan yang patut dikembangkan seiring kemajuan zaman dalam menjalankan ibadah haji.

(mm/bs)


Back to Top