Produser Justin Bieber Tangani Penyanyi Berhijab Yang Sedang Naik Daun di Industri Pop Dunia

(gomuslim). Berhijab sebagai kewajiban setiap muslimah masih menuai kontroversi di beberapa negara. Hal tersebut membuat banyak muslimah menunjukkan potensi diri dan prestasi mereka di kancah internasional untuk menyanggah kecaman terhadap hijab tersebut dan juga untuk mendukung para muslimah lain untuk tetap percaya diri berhijab. Salah satunya dilakukan oleh penyanyi dan pencipta lagu asal Alor Setar, Malaysia. Muslimah ini akrab disapa Yuna,  kini dia tengah menapak ketenaran sebagai ikon musik dan fashion anak muda internasional. Album ketiganya, sekaligus diklaim sebagai yang terbaik oleh pengamat musik dunia, 'Chapters' beredar tiga bulan silam dan langsung mendapat sambutan hangat.

Pada album tersebut, Yuna berkolaborasi dengan penyanyi dan produser terkenal Usher, yang dikenal melejitkan nama Justin Bieber. Hingga akhir bulan lalu, sejumlah track di album Yuna menjadi list yang digemari di aplikasi musik terkenal, Spotify, dan stasiun radio Amerika Serikat. Pemeringkat album asal Amerika Serikat, Billboard menempatkan salah satu singlenya, Crush, di posisi 18 top chart R&B, April silam. 

Yuna merintis jalan yang tidak mudah sebelum sampai pada popularitas. Menyanyi sejak masih berusia 7 tahun, perempuan bernama asli Yunalis Mat Zara’ai menyimpan cita-cita menjadi penyanyi terkenal di dunia. Kata Yuna, tetapi menjadi penyanyi bukanlah cita-cita umum di tengah keluarga Muslim. Meski tidak memadamkan minatnya untuk menjadi penyanyi terkenal, Yuna melanjutkan pendidikan ke bidang hukum. Persinggungannya dengan industri musik diawali pada tahun 2011, saat salah satu video yang rajin ia unggah ke laman MySpace.com dilihat oleh penyanyi dan produser terkenal Pharrell William. Yuna kemudian dikontrak sebagai penyanyi. Tidak tanggung-tanggung, ia memutuskan hijrah ke Amerika Serikat untuk menunjukkan keseriusannya di dunia musik.

Namun, dikontrak produser terkenal tidak berarti jalan mulus bagi penggemar penyanyi Lauren Hill ini. “Pharrell William pernah mengritik keputusan saya untuk bertahan menggunakan tutup kepala,” ungkap Yuna, seperti dilansir dari New York Magazine.

Meski telah hijrah ke Amerika Serikat, Yuna memutuskan tidak akan melepas tutup kepala yang menjadi citra dirinya sebagai muslimah. “Saya ingin menunjukkan, tanpa harus mengorbankan prinsip, saya bisa meraih eksistensi di industri musik dunia dan penampilan aya sebagai penyanyi pop tidak harus mengorbankan jati diri. Saya menyukai Rihanna, tapi tidak akan meniru gaya busananya,” pungkas  perempuan berusia 30 tahun ini.

Lepas dari kontraknya dengan Pharrell, Yuna kini dikontrak oleh Verve, label rekaman milik David Foster. Ayah tiri model terkenal Gigi Hadid ini bahkan mengaku anak gadisnya amat menyukai Yuna. “Menurut Gigi dan Bella, Yuna adalah penyanyi berkarakter dan punya prinsip. Contoh yang bagus bagi perempuan muda,” kata produser dan pencipta lagu yang melejitkan banyak penyanyi, termasuk Whitney Houston ini.

Penyanyi yang suaranya kerap dibilang mirip penyanyi jazz Sade ini, kini sudah meraih impian masa kecilnya sebagai penyanyi terkenal. Yuna bahkan mulai melebarkan sayapnya. Tidak saja menyanyi dan mencipta lagu, tahun ini rencananya ia juga akan menjajal kemampuannya mendesain busana. Yuna memutuskan mencoba profesi baru sebagai desainer setelah banyak penonton dan orang-orang di sekitarnya yang tertarik dengan gaya busananya. “Mereka bertanya, bagaimana cara saya mengenakan tutup kepala dan berpakaian elegan,” katanya.

Brand pakaian anak muda Uniqlo, kini menggandeng Yuna untuk meluncurkan label pakaian muslim Hatta x Yuna. Ciri khas rancangannya  cenderung feminin tapi kasual dan modern. Untuk itu, Yuna sebentar lagi  akan terbang kian tinggi sebagai pembuktian kepada dunia bahwa hijab tak mengganggu kerativitas untuk berprestasi. (fau/newyorkmagz/dbs) 


Back to Top