Haji 1437 H/ 2016 M

Hari ini Seluruh Jemaah Haji Indonesia Sudah di Mekkah, Layanan Bus Shalawat Dihentikan

(gomuslim). Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang dikeluarkan Kementerian Agama RI, seluruh Jemaah haji dari Indonesia telah selesaikan diterbangkan ke tanah Saudi Arabia, Selasa (06/09/2016) sekitar pukul 04.00 WIB atau Senin (05/09/2016) pukul 00.00.  Dari Daerah Kerja Mekkah dilaporkan Selasa siang ini, seluruh Jemaah haji Indonesia telah sampai di  Kota Suci Mekkah.

“Seluruh Jemaah haji sudah masuk kota Mekkah. Jemaah haji khusus yang sedang melaksanakan ibadah arbain di Masjid Nabawi juga sudah merapat ke Mekkah. Demikian juga Jemaah dari tanah air, Jemaah gelombang II kloter terakhir sudah mendarat di Jeddah dini hari tadi dan sudah bergabung di Mekkah untuk melaksanakan umrah sebelum haji,”jelas Ansor Zakaria, petugas haji dari Daker Madinah yang juga sudah berada di posko bersama Panitia Haji lainnya.

Baca juga: Inilah Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2016

Dijelaskan kepada gomuslim, beberapa hari lagi akan memasuki hari ‘tarwiyah’ disusul kemudian hari ‘arafah’ lalu Idul Adha. Prosesi-prosesi penting haji sebagian besar dilaksanakan pada hari-hari tersebut ditambah dengan hari ‘tasyrikh’ selama tiga hari setelah Idul Adha.

“Seluruh persiapan di Arafah, Muzdalifah dan Mina telah secara seksama dicek langsung oleh masing-masing petugas dan Alhamdulillah sudah siap tinggal melaksanakan. Mudah-mudahan berjalan lancer dan selamat,”tambahnya.

 

 

Pada hari yang sama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta jemaah haji Indonesia untuk mendoakan bangsa dan negara di tanah suci.

"Jangan lupa, selain mendoakan diri, keluarga, kerabat dan saudara kita, doakan juga negara kita. Semoga Indonesia bisa menjadi negara yang terus maju," katanya di hadapan jemaah yang sedang berada di dalam bus shalawat menuju Masjidil Haram, Mekkah, Selasa hari ini.

 

 

Layanan Bus Shalawat Berakhir

Selasa hari ini hingga pukul 24.00 WAS adalah hari terakhir pelayanan bus antar jempur Jemaah dari pondokan ke Masjidil Haram. Dalam kesempatan itu Menag juga menjelaskan kepada jemaah bahwa mulai 7 September, layanan bus Shalawat akan berhenti beroperasi.

Selain karena macet, armada bus juga akan dikonsentrasikan untuk layanan transportasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). "Besok adalah hari terakhir operasi bus shalawat. Hikmahnya, kita bisa lebih menjaga stamina. Jadi mungkin tidak perlu memaksakan diri ke Haram. Kita beristirahat di hotel kita masing-masing sampai kita wukuf di Arafah, lalu ke Muzdalifah dan Mina," pesannya kepada para jemaah yang tinggal di hotel kawasan Aziziah yang langganan menjadi lokasi pemondokan haji Indonesia. Dari area ini tidak sulit ke Masjidil Haram, tinggal melintasi trowongan lalu menyeberang sudah sampai parkiran masjid.

Sejak pelayanan hari pertama 17 Agustus 2016 lalu, bus salawat ini memang membantu Jemaah haji Indonesia yang pemondokannya rata-rata masih antara 2-5 KM dari Masjdiil Haram. Bus ini dilengkapi dengan enam buah palu emergency exit. Selain itu ‘air conditioner’nya  normal dan dilengkapi dengan CCTV.

Di rute Syisyah 1–Syib Amir ini, tiap hari ada sebanyak 28 bus salawat yang berkeliling melayani 11.217 jemaah yang tinggal di pemondokan nomor 505-510 serta 601-605. Bus salawat di rute Mahbas Jin-Bab Ali merupakan bus salawat yang paling banyak melayani jemaah haji Indonesia. Sebanyak 58 unit bus salawat tiap hari dikerahkan untuk melayani 42.773 jemaah haji yang tinggal di pemondokan 101-109, 201-207, 301-306, serta 503-504.

Selain busnya nyaman, kelebihan lainnya, sebagian besar sopir bus salawat rata-rata orang asli Indonesia  sehingga tidak pernah ugal-ugalan. (mm/bs)


Back to Top