Haji 1437 H/ 2016 M

Indonesia Peringkat Pertama, Inilah 5 Negara Paling Banyak Kirim Jemaah Haji Tahun Ini

(gomuslim). Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi atau Lembaga Pengurus Paspor Arab Saudi Jendral Sulaiman bin Abdul Aziz Yahya menandaskan bahwa, tahun ini terdapat lima negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji. Dari urutan lima besar tersebut Yahya menyampaikan bahwa Negara Indonesia merupakan negara terbanyak dalam pengiriman jemaah haji. Kemudian di peringkat kedua ditempati Pakistan, selanjutnya India, Banglades dan Nigeria.

Otoritas Saudi mengakui bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Dari 255 juta jiwa, terdapat 204 juta penduduk beragama Islam. Itulah sebabnya negara ini dikenal sebagai negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji hampir setiap tahunnya.

Sedangkan Mesir yang pada saat musim umrah Ramadhan tahun ini menempati peringkat pertama, namun pada musim haji kali ini, negara tersebut tidak masuk dalam peringkat 5 besar. Sementara itu, Turki yang pernah menjadi pusat pemerintahan Islam, kini hanya menempati posisi ke 6 setelah Nigeria. Sejatinya Nigeria adalah negara yang terletak di Afrika Barat dengan persentase penduduk Muslim sekitar 41% berdasarkan data Afrobarometer tahun 2013.

Dari besar negara yang paling banyak mengirimkan jemaah haji tahun ini, semuanya berada di luar Semenanjung Arabia. Negara-negara tersebut terbilang jauh dari Mekkah dan Madinah, namun antuasias masyarakat Muslim di sejumlah negara tersebut begitu besar untuk menunaikan haji tahun ini.

Belum lama ini Saudi Press Agency (SPA) mempublikasikan data yang menyatakan 984,606 jemaah haji yang telah tiba di Tanah Suci. Mayoritas jemaah haji menempuh perjalanan melalui jalur udara dengan jumlah 930.608. Sedangkan yang 11.007 jemaah lainnya menempuh jalur laut, adapun yang menempuh jalur darat tercatat sebanyak 42.991 jemaah.

Tentunya jumlah yang telah tercatat ini masih akan bertambah mengingat jemaah haji yang diterima oleh Pemerintah Saudi pada tahun ini sekitar 1,7 juta jiwa. Bahkan hingga kemarin telah tercatat 1,2 juta jemaah calon haji yang telah memasuki Saudi, setiap jam jumlah jemaah haji yang datang terus bertambah hingga dimulailah ritual haji.

Berdasarkan KTT OKI pada tahun 1987, kuota haji telah disepakati untuk masing-masing negara dengan formula perbandingan 1:1.000. Dengan demikian jumlah jemaah haji terbanyak berasal dari Indonesia, karena negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia berasal dari Indonesia. Kemudian diiringi dengan negara-negara di Asia Selatan seperti, Pakistan, India dan Banglades.

Jika formulasi yang digunakan adalah 1:1.000 maka jumlah kuota haji bagi Indonesia seharusnya lebih dari 168.800. Namun pada saat proyek perluasan Masjidil Haram dimulai, maka semua kuota pada masing-masing negara dipotong, padahal sebelumnya kuota haji Indonesia mencapai 211.000. Maka selama proyek perluasan Masjidil Haram terus berlangsung, kuota haji tidak ditambah.

Meskipun Kementerian Agama RI telah mengetahui bahwa Iran tidak mengirimkan jemaah haji pada tahun ini, namun kuota haji Iran tidak dapat diambil oleh Indonesia untuk penambahan kuota haji 2016. Hal ini disebabkan Pemerintah Saudi tidak mempunyai payung hukum terkait transfer kuota. Jika ini dilakukan, maka asumsinya negara lain pun akan meminta hal yang serupa, oleh karena itu belum lama ini, permintaan dari Indonesia terkait penambahan kuota ditolak oleh Pemerintah Saudi. (fh/SPA/MN)


Back to Top