Sediakan Menu Halal, Japan Airlines Makin Manjakan Wisatawan Muslim

(gomuslim). Japan Airlines (JAL) kini menawarkan kenyamanan dalam mengudara yang lebih baik dibanding dengan para kompetitornya dengan kehadiran makanan dan minuman yang bersertifikat halal. Hal ini dilakukan untuk menjangkau lebih banyak kalangan menengah muslim yang tengah tumbuh di Asia Tenggara.

Selain disebabkan karena persaingan bisnis, yakni antara JAL dengan All Nippon Airways (ANA), juga disebabkan oleh komitmen JAL dalam mempersiapkan diri menuju olimpiade musim dingin 2020 di Jepang hingga komitmen perusahaan tersebut untuk melayani orang-orang yang beda agama.

"Sebagai sebuah maskapai penerbangan, menyediakan kebutuhan kaum muslim adalah tanggung jawab kita untuk melayani orang-orang dari agama yang berbeda,” Ujar CEO JAL Masaru Onishi.

Sejak bulan Juni lalu, JAL memang telah menjadi satu-satunya maskapai penerbangan di Jepang yang menyajikan makanan halal pada semua penerbangan outbound. Selain itu, JAL juga menyajikan makanan halal di penerbangan inbound dari Malaysia dan Indonesia. Dengan pendekatan seperti itu, JAL berharap dapat menarik wisatawan muslim lebih banyak, khususnya Indonesia dan Malaysia.

Menurut Kementerian Pariwisata Jepang, pada periode Januari-Juli tahun ini, kedua negara yang masih serumpun tersebut menyumbang 25% dari total pengunjung ke Jepang dari enam negara Asia Tenggara utama.

Sejak tiga tahun terakhir, Jepang mulai menggencarkan pariwisata halal untuk memikat lebih banyak pengunjung muslim ke Jepang. Pemerintah Jepang memulai hal itu dengan mempermudah visa bagi para wisatawan muslim, khususnya Malaysia dan Indonesia.

Selain itu, pada tahun 2015 lalu, Tokyo ditunjuk menjadi tuan rumah pertemuan Forum Ekonomi Yayasan Dunia Islam dan Aliansi Forum Yayasan yang menyuarakan dukungan bagi pertumbuhan industri makanan halal di Jepang.

Lebih dari itu, banyaknya penduduk asing yang beragama Islam dan juga jumlah muslim Jepang yang terus meningkat adalah adalah alasan lain untuk pertumbuhan sektor ini. Meskipun hanya tumbuh di sebagian kecil dari 126 juta jiwa penduduk Jepang, komunitas muslim di Jepang menjadi salah satu komunitas yang berpengaruh bagi perkembangan ekonomi di negeri sakura tersebut.

Direktur Japan Muslim Association Toshio Endo mengatakan bahwa meskipun tidak ada data kuat untuk fiksasi jumlah umat Islam di negara ini, pihaknya memperkirakan populasi Muslim Jepang sekitar 150.000 orang dan 10 persen dari mereka adalah penduduk asli Jepang.

Untuk itu, wisata halal menjadi sangat berkembang di Negara ini. Apalagi sebanyak 70 Masjid tersebar di seluruh Jepang dan kebanyakan berada di Kota ini, serta kota-kota besar lain seperti, Fukuoka, Kyoto, Kobe, Osaka, Nagoya, Sapporo dan Sendai. (alp/NKA)


Back to Top