MOGA, Brand Muslim Fashion dari Australia Makin Mendunia

 

(gomuslim). Pakaian menjadi salah satu hal yang krusial bagi kehidupan masyarakat dunia. Tak jarang, cara berpakaian pun menjadi acuan dalam persepsi terhadap jati diri masing-masing individu. Apalagi bagi perempuan yang memang dinilai lebih teliti soal berpakaian. Begitu pun bagi muslimah yang berkewajiban menutup aurat.  Tapi di sisi lain, kebebasan berekspresi diri bagi muslimah khususnya di negara muslim minoritas masih kurang diperhatikan di beberapa negara. Hal tersebut bisa terlihat dari beberapa kasus tentang larangan hijab.

Dengan mengacu pada fenomena tersebut, sebuah brand muslim fashion asal Australia ingin membuktikan bahwa pakaian muslim itu bisa dikenakan siapa saja, tidak hanya untuk muslim. Seperti di Australia, Islamophobia terjadi terlalu sering, lulusan RMIT University Azahn Munas mendirikan sebuah toko hijab online yang disebut MOGA. Dia ingin menciptakan merek yang melayani wanita muda, terlepas dari apakah mereka mengenakan syal untuk alasan agama atau modis.

"Hijab khususnya telah menjadi topik yang agak kontroversial, tapi saya ingin mengingatkan bahwa pada akhirnya setiap orang memiliki hak untuk memakai syal dengan cara apa pun yang mereka pilih. Dan saya hanya ingin menampilkan pakaian yang sopan untuk perempuan lewat bran ini, “ jelas Azahn, seperti dilansir dari publikasi MvslimUnites.

Brand MOGA bertujuan untuk membawa perempuan dari semua budaya dan agama bersama-sama untuk merayakan individualitas dan gaya.  Kampanye ini bertujuan untuk mematahkan stereotip radikal terhadap perempuan yang memilih untuk memakai headwear. Dengan merayakan kebebasan setiap wanita memakai pakaian apa pun yang sejalan dengan agama atau budaya mereka. Intinya, kata Azhn, MOGA berharap untuk memberdayakan perempuan agar merasa yakin dan percaya diri dalam pilihan mereka.

Untuk mengantisipasi sikap intoleran terhadap umat Islam, pada  September 2014, Islamophobia Register Australia diciptakan untuk merekam insiden terhadap komunitas Muslim. Pada tahun pertama, lebih dari tiga ratus laporan dibuat dan ada data praktik diskriminasi yang mengancam kebebasan beragama perempuan Muslim meningkat. Demikian juga gerakan pemberontak menampik stigma negatif dari  fashion dan agama. Hal tersebut dilakukan dengan sebuah peningkatan yang stabil dalam demografi pemuda Muslim dan semakin populernya blog busana muslim memiliki dampak yang tumbuh di industri fashion dan ritel hari ini. Diperkirakan bahwa pada tahun 2013 pasar busana muslim itu senilai hampir 200 juta dolar, yang diperkirakan dua kali lipat pada akhir 2018.

Perempuan Muslim muda semakin beralih ke tren mode yang ingin mengekspresikan individualitas modis mereka sambil terus menegakkan nilai-nilai iman yang tak terlepas dari aturan agama. Menjadi stylish dan yang taat tidak saling eksklusif. Gerakan mode yang berkembang ini sangat penting dalam menghentikan stigma dan potensi kekerasan berpusat pada hal yang berkaitan dengan agama.

Brand MOGA pun meramaikan industri muslim fashion  yang didedikasikan untuk memberantas Islamophobia dan stigma tentang  headwear agama melalui perayaan menyanggah stereotip tersebut dengan gaya Muslim. MOGA tidak hanya tentang perempuan Muslim meskipun, Azahn berharap bahwa merek ini dapat menjadi komunitas di seluruh dunia perempuan tidak hanya Islam, tapi siapa saja  untuk berbagi visi dalam menerima keragaman dan menghargai perbedaan di dunia.

Kini brand MOGA tidak hanya sukses di Australia, tapi juga sudah mendunia dan masih aktif dengan toko onlinenya di laman: www.moga-fashion.com. Selain itu, mereka pun membuat program CSR perusahaan berupa komitmen untuk menyumbangkan 20% dari semua keuntungan untuk  program sosial CARE Pakistan, sebuah organisasi non-profit yang bertujuan untuk membantu 5,1 juta anak-anak Pakistan yang saat ini tidak menerima pendidikan. Sejumlah 20% masyarakat  termiskin dari penduduk Pakistan, dua dari tiga wanita muda tidak pergi ke sekolah. Program sosial ini adalah mendidik perempuan dan  memberdayakan mereka untuk memutus siklus kemiskinan yang membuat wanita tak terdidik dan buta huruf. (fau/mvslim/dbs)


Back to Top