Pertama Kali di Musim Haji, Pendataan dan Penyampaian Informasi Libatkan Ahli Bahasa Isyarat

(gomuslim). Direktur Jenderal Lembaga Statistik Publik Fahd Al-Fuhaid, telah menyetujui kebijakan layanan bahasa isyarat untuk pertama kalinya dalam program statistik haji. Layanan  tersebut diberikan di setiap pintu masuk kota Mekkah. Kebijakan penyampaian bahasa isyarat ini adalah bentuk komunikasi khusus bagi para jemaah haji tunarungu, upaya penerjemahan data ke bahasa isyarat dinilai dapat mempermudah mereka untuk memahami informasi data mengenai haji. Dengan demikian, pesan yang akan disampaikan dapat dipahami dengan benar.

Upaya penerjemahan bahasa lisan atau tulisan ke bahasa isyarat, merupakan tindakan untuk menjunjung kesetaraan layanan bagi setiap jemaah. Jemaah yang berkebutuhan khusus, pada dasarnya memiliki hak yang sama dengan jemaah yang normal khususnya dalam perolehan informasi data haji. Sehingga dengan adanya kebijakan seperti ini, dapat memberikan ruang yang bersifat komprehensif dan nyaman bagi setiap jemaah.

Perbedaan normal atau tidaknya fisik jemaah tidak semestinya didiskriminasi, maka agar setiap jemaah -baik berfisik normal atau tidak- petugas lembaga statistik perlu mempelajari bahasa isyarat agar jemaah tunarungu dan tunawicara mendapatkan informasi yang sama.

Program penerjemahan informasi ke bahasa isyarat yang dicanangkan oleh Lembaga Statistik Publik Saudi dilakukan dengan peneraparan sistem teknologi canggih. Selain itu, untuk menunjang lancarnya program ini maka, tidak kurang dari 450 petugas disebar di 6 pintu masuk kota Mekkah, 3 markas di Madinah, Jeddah dan Thaif. Pekerjaan yang mereka lakukan terhubung langsung dengan pusat lembaga statistik yang ada di Mekkah.

Jika terdapat informasi penting yang harus disampaikan, maka setiap jemaah yang berada di area yang telah disebutkan mendapatkan informasi yang sama karena seluruh petugas memperoleh instruksi dari satu pusat yang berada di Mekkah.

Informasi data haji yang disampaikan oleh lembaga statistik ini meliputi, jumlah jemaah yang sedang melakukan ihram baik laki-laki maupun perempuan. Selain daripada itu, manakala dilakukan pendataan jemaah yang masuk ke Mekkah lantas ditemukan jemaah haji tunarungu maka petugas pencatat data dapat berkomunikasi dengan jemaah tunarungu tersebut.

Lembaga statistik ini berfungsi untuk mengumpulkan data haji yang mencakup jumlah jemaah berasal dari Saudi maupun negara lainnya. Pendataan ini dibutuhkan, karena dapat digunakan sebagai acuan pengaturan ketertiban jemaah haji selama berada di area Tanah Suci.

Dengan diterapkannya program seperti ini, maka jemaah haji tunarungu dapat meminta informasi kepadatan jemaah kepada petugas lembaga statistik yang telah menyebar ke beberapa titik strategis yang ada di Arab Saudi. Hal ini sangat bermanfaat bagi jemaah, karena dengan adanya informasi data haji, maka jemaah dapat mempersiapkan diri sebelum memasuki area yang penuh sesak. (fh/Ajel/MN)


Back to Top