Puncak Ibadah Haji Makin Dekat, Saudi Mulai Tetapkan Larangan Masuk Kendaraan ke Area Tanah Suci

(gomuslim). Puncak pelaksanaan haji makin dekat, saat ini telah memasuki tanggal 5 Dzulhijjah dan pada 9 Dzulhijjah nanti jemaah sudah melakukan wukuf di Arafah. Demi kelancaran pergerakan jemaah maka, akses yang menuju ke area Mekkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina dijaga ketat. Kendaraan yang membawa penumpang tanpa dapat menunjukkan tashrih (izin) masuk ke area tersebut akan dihalau petugas dan dilarang masuk.

Peraturan ini diberlakukan mulai hari ini, Rabu, (07/09/2016) pukul 12:00 WAS. Jika jemaah haji ingin memasuki tersebut dan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, maka harus menunjukkan tashrih haji. Sedangkan pengemudi yang tidak berkepentingan dengan urusan haji dilarang untuk melintasi jalur ke arah area Tanah Suci.

Berdasarkan keterangan dari Direktorat Lalu Lintas, kebijakan ini ditetapkan demi menjaga kelancaran pergerakan jemaah agar tidak terjadi kemacetan di jalan-jalan tertentu. Selain jemaah haji dan pihak yang berkentingan dengan penyelenggaraan haji, diharapkan untuk tidak melintasi akses ke Mekkah.

Belum lama ini, Direktur Jenderal Imigrasi Saudi Sulaiman bin Abdul Aziz Al Yahya telah menyampaikan bahwa sopir yang membawa jemaah haji tanpa tashrih akan didenda dan juga diberhentikan untuk sementara. Aturan ini berlaku sampai musim haji tahun ini berakhir.

Hingga saat ini, pemeriksaan di beberapa pintu masuk area Tanah Suci khususnya Mekkah dijaga ketat oleh aparat keamanan. Razia tashrih mulai digencarkan di sejumlah titik masuk area Tanah Suci. Untuk diketahui, aturan yang ditetapkan ini berdasarkan analisa pengaturan jemaah haji. Bahkan dalam penertiban jemaah, pemerintah Saudi  melibatkan tentara untuk dapat membantu kelancaran pergerakan jemaah dari satu titik ke titik lainnya.

Sekitar 1,7 juta jemaah haji akan memadati area Tanah Suci pada pada tahun ini. Berdasarkan laporan dari Departemen Imigrasi Saudi, sampai hari ini jumlah jemaah yang telah memasuki wilayah Kerajaan Saudi mencapai 1.310.308 orang dengan rincian, sejumlah 1.233.029 jemaah melewati jalur udara, 63.656 jemaah yang melintasi jalur darat dan 12.723 orang melewati jalur laut.

Dari sekian banyak jemaah yang telah memasuki Saudi, mayoritas dari mereka menuju Kota Mekkah dan Madinah. Sedangkan sampai saat ini, lebih dari 600 ribu jemaah telah meninggalkan Madinah untuk melakukan ihram dan tawaf di Masjidil Haram.

Dengan adanya informasi resmi dari otoritas terkait mengenai akses masuk ke Tanah Suci, maka seyogyanya jemaah dapat menaati aturan yang berlaku. Sejatinya diharapkan pada musim haji tahun ini, tidak ditemukan jemaah yang terlantar karena tidak berhak menempati tenda haji karena persoalan tashrih. Pasalnya, sosialisasi terkait tashrih haji telah dilakukan sebelum masuknya musim haji tahun ini. Dengan demikan, otoritas Saudi tidak segan menindak tegas jemaah yang melanggar aturan pada musim haji tahun ini. (fh/mn)


Back to Top