Haji 1437 H/ 2016 M

Seluruh Penjuru ke Kota Mekkah Dijaga Ketat, Ada yang Terobos Lereng Gunung

(gomuslim). Pemerintah Saudi telah tetapkan larangan masuk area haji bagi jemaah yang tidak memiliki izin haji (tashrih). Larangan ini berlaku bagi setiap jemaah termasuk jemaah lokal. Meski mereka merupakan warga negara Saudi, namun jika tidak memiliki tashrih dilarang masuk ke Mekkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina.

Dengan demikian maka, jemaah tidak akan dapat melakukan ibadah haji. Pasalnya mereka tidak diperbolehkan Wukuf di Arafah karena larangan masuk ke sana. Namun karena keinginan yang kuat dari berbagai umat Muslim untuk melaksanakan haji, maka tidak sedikit yang menggunakan berbagai cara untuk dapat mencapai tempat diselenggarakannya ritual haji.

Meski jalur darat khususnya jalan raya telah dijaga ketat, namun calon jemaah ada saja yang menempuh jalur lain. Baru-baru ini polisi yang berpatroli menggunakan helikopter menahan 4 orang warga Saudi yang mencoba untuk menyusup ke area Tanah Suci. Mereka melewati Bukit Alker di wilayah Thaif, bukit tersebut terkenal dengan bebatuan yang besar dan kontur tanah yang terjal.

Melewati area tersebut untuk sampai Tanah Suci terbilang suatu aksi nekat, sebab hal tersebut berisiko tinggi. Pasalnya jika terpeleset dapat berakibat fatal pada keselamatan warga tersebut. Sehingga saat berpatroli, petugas keamanan langsung terjun ke lokasi dan mengamankan mereka. Aksi pengamanan dan penyelamatan tersebut dibantu oleh Organisasi Kemanusian Bulan Sabit Merah.

Pada awalnya, 4 orang penyusup tersebut mencoba untuk menghindar dari pengawasan petugas. Namun setelah lolos dari pengawasan di jalan raya, petugas yang berpatroli lewat jalur udara menemukan mereka dan langsung diamankan. Penyusup-penyusup tersebut tidak dapat mengelak dari kejaran aparat, karena medan yang terjal menyulitkan mereka untuk meloloskan diri di lereng bukit tersebut.

Sejak diberlakukannya kewajiban membawa tashrih ketika memasuki Tanah Suci, maka tidak sedikit jemaah yang mencoba untuk menuju area haji tanpa izin. Meski telah sering disosialisasikan, namun beberapa masyarakat Saudi masih ada yang melanggar aturan tersebut. Maka tidak heran jika kerap terjadi penyusupan jemaah haji, karena sebagian warga Saudi menganggap bahwa tashrih haji bukanlah bagian dari syarat dan rukun haji.

Meski demikian, ulama Saudi telah memberikan arahan bahwa tashrih haji adalah bagian dari aturan pemerintah untuk menertibkan jemaah haji. Oleh karena itu, ulama Saudi mengimbau agar masyarakat dapat mematuhi aturan tersebut. Aturan ini dibuat untuk menjaga stabilitas keamanan dan kenyaman jemaah haji. Sementara itu belum lama ini Kibarul Ulama  Saudi berpendapat bahwa menjaga keamanan adalah suatu kewajiban, itulah sebabnya menurut Lembaga Himpunan Ulama Saudi program tashrih haji harus didukung. (fh/Alriyadh)


Back to Top