Haji 1437 H/ 2016 M

Foto Karya Snouck Tahun 1900 Ini Hangatkan Dunia Menjelang Puncak Haji

(gomuslim). Pada saat umat Islam sedang menghitung hari puncak haji, sebuah publikasi di Arab Saudi menyiarkan  foto yang diambil  pada tahun 1900 M oleh seorang orientalis terkenal di Indonesia, yaitu Christiaan Snouck Hurgronje.  Foto berjudul ‘The Meccan Celebrations’ ini menarik dari segala sisi karena menceritakan banyak hal tentang haji 116 tahun silam. Judul foto ini merujuk ke buku hasil penelitiannya yaitu: Het Mekkaansche Feest.

Foto yang kemudian diunggah di media sosial dan menjadi viral sejak Kamis dini hari ini (08/09/2016) mendapat tanggapan dari berbagai bangsa dalam banyak bahasa. Tidak hanya umat Islam, tampak dari nama-nama mereka yang menanggapi menggunakan nama yang umumnya digunakan pemeluk agama lain. Semua memberi apresiasi dan berterima kasih kepada Snouck karena foto tersebut telah menceritakan perjalanan sejarah umat manusia dalam mendekati Tuhannya. Bagi umat Islam Indonesia, nama Snouck tentu bukan asing karena pernah bertugas sebagai penasehat pemerintah selama masa penjajahan.

Lahir di Tholen, Belanda, 8 Februari 1857  dan meninggal di Leiden, 26 Juni 1936 pada umur 79 tahun. Ia adalah seorang sarjana Budaya Oriental dan bahasa serta Penasehat Urusan Pribumi untuk pemerintah kolonial Hindia Belanda atau sekarang Indonesia.

Snouck pada tahun 1884 ia mendapat kesempatan penelitian dari Konsul Belanda di Jeddah yang saat itu masih menjadi bagian dari Negara Islam Turki Utsmaniyah. Snouck melakukan perjalanan ke Mekkah, namun terhalang karena syarat bagi siapa pun yang ingin melakukan perjalanan ke Kota Suci Mekkah harus seorang muslim. Oleh karena itu, ia merencakan menjadi mualaf. Saat sampai di Jeddah dia tinggal di kantor konsulat Hindia Belanda untuk beberapa waktu. Selanjutnya pada tanggal 1 Januari 1885 ia pindah ke rumah seorang bangsawan Indonesia di Jeddah, Raden Haji Aboe Bakar Djajadiningrat dari Pandeglang.

Selanjutnya ia menampilkan dirinya sebagai seorang mualaf pada 5 Januari 1885 dengan menggunakan nama Abdul Ghafar. Sebagai ‘pembuktian’ ia menyunat dirinya sendiri menurut tradisi Islam. Pada 16 Januari 1885, Snouck dikunjungi oleh Hakim (qadhi) dari Jeddah, Ismail Agha, dan dua perwakilan dari gubernur (wali) untuk Hijaz dari Khilafah Utsmani di Istanbul. Ia menyatakan masuk Islam (bersyahadat) di hadapan mereka. Pada hari berikutnya Snouck diberitahu bahwa Gubernur Hijaz mengundang dirinya untuk perjalanan ke Mekkah.

Menurut kurator dari sebuah pameran tentang Snouck di Dubai, Elie Domit, Snouck telah menikah di Mekkah dengan seorang wanita Muslim Ethiopia. Ketika ia meninggalkan kota Mekkah, ia meninggalkan begitu saja istrinya dalam kondisi hamil. Lihat: www.arabnews.com/lifestyle/article199027.ec

Terlepas dari itu, Ia akhirnya menjadi seorang orientalis terkenal di dunia, karena telah melakukan perjalanan ke Mekkah untuk belajar dan mendokumentasikan kehidupan Muslim di kota suci ini. Selama bertahun-tahun ia juga tinggal dan bekerja di kalangan umat Islam di Indonesia. Di Indonesia, ia masuk dalam buku sejarah sehingga namanya melekat hingga hari ini sebagai seorang pakar islamologi dan orientalisme yang bekerja untuk pemerintah kolonial.

Foto karya Snouck yang dipublikasi di Saudi pada Kamis hari ini (08/09/2016) merupakan salah satu bukti bahwa kehadirannya di tanah suci pernah menandai sebuah perjalanan panjang sejarah haji dari masa ke masa. (mm)


Back to Top