Bidik Konsumen Muslim, Brand Mode Dunia Dolce & Gabbana Makin Serius Produksi Koleksi Hijab dan Abaya

(gomuslim). Industri busana muslim dunia terus meroket  seakan menyanggah berbagai kasus  di tengah persepsi negatif dan juga phobia kepada umat muslim di negara-negara muslim minoritas yang terus terjadi.  Tidak hanya di Indonesia, muslim fashion juga semakin berkembang di dunia. Seperti baru-baru ini, brand mode dunia  Dolce & Gabbana telah meluncurkan  koleksi terbaru yang berbeda dari sebelumnya, yaitu koleksi busana muslim.

Brand mode asal Italia tersebut  memproduksi koleksi baru  yang penuh tekstur serta bordir renda.  Koleksi yang terdiri dari Hijab dan gaun panjang Abaya ini hadir dalam warna-warna netral yang dapat dipakai di setiap kesempatan acara.   

Koleksi pakaian Dolce & Gabbana yang sudah jadi pilihan banyak selebriti internasional ketika menghadiri acara-acara bergengsi  adalah jaminan kualitas. Bagi para wanita muslim, yang selama ini sudah terpikat dengan gaya Dolce & Gabbana, kini bisa mendapatkan pilihan yang lebih sesuai. Namun tentu saja, karena koleksi rumah mode internasional dan papan atas dunia, jangan harap bakal melihat harga yang ramah di kantong.

Koleksi baru itu tersebut diperkenalkan secara eksklusif di laman Style.com/Arabia. Rangkaian busana itu memamerkan campuran yang menawan antara signature Italia Dolce & Gabbana dengan warna hitam, putih, dan kontras, floral besar, kaya renda dengan siluet yang ramah dan sederhana. Koleksi itu termasuk hijab dan abaya. Koleksi ini  dikeluarkan Dolce & Gabbana untuk lebih merangkul konsumen mereka di kawasan Arab. Sebelumnya, Stefano Gabbana telah menyatakan, dia dan Domenico Dolce memang merencanakan sebuah koleksi untuk konsumen mereka di kawasan Arab.

Sang owner Gabbana menyatakan dirinya sangat tertarik dengan Timur Tengah dan pihaknya baru saja menyelesaikan sebuah koleksi prêt-a-porter abaya dan sheyla. Barang-barang itu ada yang berenda, berbordir dan beberapa ada yang print tapi, tak terlalu banyak. Item-item itu akan tersedia di Uni Emirat Arab pada Oktober 2016.

Saat ini, D & G mengoperasikan 13 toko dan butik di Uni Emirat Arab yang tersebar di negara, di antaranya  di Bahrain, Kuwait, Qatar dan Arab Saudi. D & G adalah salah satu yang pertama label besar mewah untuk membuat koleksi dengan mengangguk dengan budaya Timur Tengah dan mengatasi kebutuhan spesifik untuk potongan tradisional seperti abaya dan hijab sheyla.

Secara global, umat Islam menghabiskan $266 (sekitar £ 180bn) pada pakaian dan alas kaki pada tahun 2013 - lebih dari total belanja fashion Jepang dan Italia. Selain itu,  menurut laporan terbaru oleh Thomson Reuters mengatakan belanja diperkirakan mencapai $484  pada tahun 2019. Sebuah laporan terbaru dari konsultan Bain Management menemukan bahwa penjualan barang mewah pribadi di Timur Tengah mencapai $ 8.7bn pada tahun 2015, naik dari $ 6.8bn tahun sebelumnya. (fau/style/dbs)

 


Back to Top