Pelindo III Akan Bangun Pelabuhan, Lombok Makin Gagah Jadi Andalan Wisata Halal Indonesia

(gomuslim). Infrastruktur untuk mendukung pariwisata halal Indonesia terus dikebut, khususnya di daerah-daerah yang mulai menjadi andalan seperti Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kini menyandang status sebagai The World’s Best Halal Tourism Destination dan The World’s Best Halal Honeymoon Destination. Baru-baru ini, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III (Persero) memberi sinyal segera membangun pelabuhan di daerah tersebut.

Manajer Humas PT Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, pembangunan pelabuhan Gili Mas untuk mendukung kapasitas pelabuhan Lembar. “Dermaga di Pelabuhan Lembar kedalamannya di bawah 10 meter, sehingga terbatas untuk kapal Cruise, hanya bisa labuh tidak bisa bersandar,” Ujarnya saat ditemui wartawan.

Pelabuhan yang bakal diberi nama Gilimas New Port ini terletak di Gili Mas, tak jauh dari pelabuhan Lembar di Lombok Barat. Nantinya, pelabuhan tersebut akan memiliki kedalaman 16-18 meter. Sehingga kapal pesiar, kapal peti kemas dan kapal penumpang bisa bersandar.

Pelabuhan tersebut rencananya akan rampung pada 2018 nanti dengan luas 100 hektar dan di tahun itu pula diharapkan kapal pesiar dapat menurunkan maupun mengangkut para penumpangnya di pelabuhan ini.

Dengan adanya pelabuhan tersebut, diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke pulau Lombok akan meningkat tajam mengingat posisi Indonesia, khususnya perairan di sekitar Lombok yang juga menjadi bagian dari jalur pelayaran global.

Terlebih, tren berkeliling dunia di atas kapal pesiar mewah tengah meningkat dewasa ini seiring perkembangan zaman yang terkadang sulit ditebak. Penumpang yang berada di atas kapal pesiar tersebut pun jumlahnya cukup luar biasa, bisa mencapai 15 kali lipat dalam sekali perjalanan bila dibandingkan antara pesawat terbang dengan kapal pesiar.

Kapal pesiar terbesar di dunia, Allure of the Seas misalnya, kapal pesiar mewah dengan bobot 120.000 ton tersebut dapat menampung penumpang sebanyak 6.300 plus 2.380 awak kapal. Tentu hal ini akan sangat menggiurkan untuk perkembangan pariwisata Indonesia.

Sejauh ini, negara-negara yang terkenal memiliki banyak pelabuhan untuk sekedar menjadi tempat persinggahan kapal-kapal pesiar mewah di antaranya, Kroasia, Italia, Portugal, Turki, China, Yunani, Swedia, Kanada, dan Rusia.

Dunia Pariwisata, dalam hal ini pariwisata atau wisata halal memang sedang naik daun di kalangan muslim traveler mancanegara. Wisata halal menjadi sorotan dunia karena bernilai ekonomi tinggi bahkan menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya wisata halal memiliki keuntungan yang paling tinggi dari aspek margin, high revenue dan high opportunity. Sedangkan faktor penguat lainnya adalah pertumbuhan wisata halal dunia yang rata-rata mencapai 6% lebih cepat dari sektor travel manapun. Termasuk lebih tinggi dari rata-rata tour and travel dunia, yang saat ini berada di kisaran 5%.

Terkait dengan destinasi pariwisata halal di Indonesia, Menpar Arif menjelaskan bahwa ada tiga daerah yang diproyeksikan sebagai destinasi halal yakni, Lombok NTB, Aceh dan Sumatera Barat. Meskipun tiga area tersebut dijadikan sebagai objek wisata halal, namun bukan berarti wisatawan mancanegara  dari negara selain Timur Tengah  tidak boleh berkunjung. "Tetapi wisatawan dari non Timur Tengah ataupun Muslim Malaysia, juga tetap ada. Jangan khawatir, seperti Lombok tetap punya Gili Trawangan, Gili Air, Gili Menu yang untuk pasar Australia, Eropa dan Amerika," pungkas Menpar. (alp/dbs)



Back to Top