Maroko Renovasi Ratusan Masjid dengan Konsep Energi Hijau yang Ramah Lingkungan

(gomuslim). Baru-baru ini Pemerintah Maroko sedang sibuk melakukan renovasi  ratusan Masjid menjadi tempat ibadah hijau yang ramah lingkungan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Maroko, yaitu Renovasi 600 Masjid Hijau yang ramah lingkungan pada tahun 2019. Sampai saat ini, sejumlah  100 Masjid sudah menjalani pemugaran. Masjid-Masjid ini berada di kota-kota besar Maroko, antara lain di Rabat, Marrakech, Fez, dan Casablanca. Sementara Masjid lain yang menunggu giliran tersebar di seluruh pelosok negeri.

Adapun negara Maroko yang terletak di wilayah Afrika Utara ini memiliki kurang-lebih 15.000 Masjid.  Karena itu, bagian penting dari program ini adalah menjadikan ratusan Masjid tersebut sebagai tempat ibadah umat Islam yang memanfaatkan tenaga surya. Jika rencana ini berjalan lancar, seluruh Masjid yang dipugar ini akan diterangi lampu LED bertenaga surya, pemanas air, dan sistem pengeras suara yang semuanya memanfaatkan cahaya matahari.

Untuk menyukseskan program ini, Kementerian Urusan Islam Maroko tengah merampungkan skema perjanjian berupa dana investasi awal sebanyak 70 persen dengan menggandeng Pemerintah Jerman.  Menurut Pemimpin Proyek renonasi Masjid Hijau Maroko Jan-Christophe Kuntze, Pemerintah Maroko ingin meningkatkan kepedulian masyarakat  terhadap lingkungan dan Masjid dipandang sebagai lokasi yang pantas, karena fungsinya sebagai pusat kehidupan sosial masyarakat Maroko.

“Masjid adalah tempat masyarakat saling bertukar-pikiran tentang beragam masalah dan kami berharap isu lingkungan seperti energi terbarukan juga menjadi hal yang penting untuk didikusikan di Masjid, “ jelas Kuntze, seperti dilansir dari publikasi TheGuardian.

Selain itu, Maroko saat ini tengah aktif menjadikan negaranya acuan proyek iklim regional. Beragam program telah dicanangkan negara tersebut, di antaranya menciptakan ladang tenaga angin di Afrika dan pembangkit tenaga surya raksasa di gurun Sahara yang akan diresmikan awal tahun depan. Tidak hanya itu, pada November 2016 mendatang  Marrakech, kota wisata terpopuler di Maroko, akan menjadi tuan rumah KTT Iklim COP22, yang akan membahas persiapan pelaksanaan kesepakatan iklim yang akan ditandatangani di Paris, Prancis.

Menteri Lingkungan Hidup Maroko Hakima el-Haité  menjelaskan bahwa Afrika seharusnya bisa berkontribusi besar dalam debat energi bersih sebelum Deklarasi Islam mengenai Perubahan Iklim, yang berlangsung tahun lalu.  Kata Hakima, sangat penting bagi negara-negara Muslim untuk kembali ke tradisi awal dan mengingatkan masyarakat bahwa sebagai manusia adalah  wajib menjaga lingkungan dan kelangsungan kehidupan di muka bumi.

Proyek energi hijau bagi Masjid ini rencananya juga akan dilaksanakan juga di gedung-gedung publik dan rumah tinggal. Dengan melatih para teknisi listrik dan auditor, diharapkan langkah Maroko untuk menuju transisi energi terbarukan segera terwujud.  Jerman sendiri menjadi mitra penting dalam kebijakan energi Maroko, namun Kuntze menegaskan, bantuan yang diberikan Jerman lebih dalam bentuk dukungan teknologi. Selain itu, kata Kuntze, hal yang menggembirakan dari proyek ini adalah bahwa pemerintah Maroko berinisiatif melakukan proyek ini dan sepanjang pengetahuannya, proyek sejenis belum pernah diujicobakan di manapun.

Agar proyek energi hijau ramah lingkungan ini mendapat dukungan dari masyarakat, Pemerintah telah melibatkan banyak ulama perempuan. Menurut Kuntze, hal ini menunjukkan kesetaraan gender di Maroko sudah memasuki fase yang menggembirakan dan katanya keterlibatan ulama perempuan dalam proyek lingkungan ini amat membanggakan. (fau/theguardian/dbs)

 


Back to Top