Haji 1437 H/ 2016 M

Kementerian Kesehatan Saudi Beri 'Warning' Virus Zika Yang Endemik, Jemaah Diminta Tenang dalam Waspada

(gomuslim). Selangkah lagi puncak haji akan dilaksanakan, namun Kamis hari ini (08/09/2016) Kementerian Kesehatan Saudi menambah daftar negara yang terindikasi endemik virus Zika. Akibatnya,  merebak kekhawatiran terjadi serangan virus di kalangan Jemaah haji yang bersiap ke tempat-tempat terbuka seperti Arafah, Muzdalifah dan Mina.

“Kementerian Kesehatan Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan lagi daftar Negara yang terindikasi endemic virus Zika dari 45 menjadi 64 negara. Semua Jemaah dari Negara-negara tersebut yang mamasuki Saudi harus melalui sejumlah pemeriksaaan kesehatan,”demikian dilansir Arab News, Kamis.

Tanpa merinci negara-negara yang terindikasi, Kementerian Kesehatan minta jemaah haji tetap tenang dalam waspada karena telah dilakukan langkah preventif.

Untuk antisipasi serangan virus ini, Kementerian Kesehatan Saudi telah menyiapkan 25 Rumah Sakit antara lain empat Rumah Sakit di Arafah, empat di Mina, tujuh di Mekkah, Sembilan di Madinah dan RS pemerintah lain seperti King Abdullah Medical City.

Jumlah kamar tempat perawatan yang disiapkan untuk Jemaah haji sekitar 5.000 kamar, termasuk 500 beds untuk  ‘intensive care’, 550 beds untuk ‘emergency cases’, ditambah lagi klinik-klinik perawatan yang standby di dekat masjid-masjid di Mekkah dan Madinah dan kota sekitar.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, keadaan darurat kesehatan masyarakat terkait virus Zika. Virus Zika selama ini diklaim berdampak ringan bagi sebagian besar orang.

Dikarenakan, belum ada vaksin atau pengobatan yang spesifik untuk virus Zika, tindakan yang dapat dilakukan para jemaah haji selama di Tanah Suci hanyalah menjaga higienitas dan respon cepat.

Bahwa Arab Saudi menjadi tempat pertemuan jemaah haji dari seluruh dunia, maka berbagai risiko penyakit menular dikhawatirkan bisa menjangkiti.

Sehingga sepulang dari Arab Saudi, seluruh jemaah haji akan menjalani proses pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dibandingkan saat hendak berangkat.

Sejauh ini Petugas Kesehatan Haji menggunakan thermoscanner, yakni alat pengukur suhu tubuh yang biasa digunakan untuk memeriksa kesehatan para jemaah haji pada tahap pertama.

Jika suhu tubuh sampai 38 derajat celcius atau lebih, jemaah haji itu akan diobservasi secara lebih jauh. Apakah karena demam biasa atau ada riwayat kontak dengan jemaah haji asal negara lain yang terjangkiti virus.

Petugas Kesehatan Haji Indonesia terus meningkatkan pelayanan kepada Jemaah agar tidak ada gangguan kesehatan. Tampak dalam gambar seorang Petugas Kesehatan haji dari tanah air sedang berkoordinasi dengan Petugas Kesehatan Saudi di tanah suci. (mm/anws)


Back to Top