Inilah Pelumas ‘Food Grade’ Bersertifikat Halal Pertama di Indonesia

(gomuslim). Inovasi produk halal dalam industri perminyakan dan makanan diluncurkan pertama kali di Indonesia. Hal tersebut berkaitan dengan pembuatan makanan yang menggunakan mesin  berpelumas yang mencemari makanan. Karena itu pelumas mesin harus food grade agar aman untuk kesehatan.

Baru-baru ini, PT Pertamina Lubricants memperkenalkan pelumas food grade bersertifikat halal pertama di Indonesia. Ada lima pelumas food grade H1 yang diluncurkan yaitu empat  varian Pertamina FG-GO (Food Grade-Gear Oil) dan satu  varian Pertamina FG-HO (Food Grade-Hydraulic Oil).

Menurut Ari Ahmadi Food Grade Expert Pertamina,   secara umum pelumas food grade memiliki 3 klasifikasi yaitu H1, H2, dan H3. Tambah Ari, pelumas H1 berfungsi melindungi dan melumasi bagian bergerak dari permesinan dalam proses produksi makanan. Pada proses ini mungkin terjadi kontak tidak sengaja antara pelumas dan produk makanan. Karena itu, komposisi pelumas food grade merupakan komponen yang tidak berdampak minimal terhadap makhluk hidup jika dikonsumsi.

"Biasanya pelumas food grade terbuat dari komponen sintetis khusus dan minyak nabati lain. Selain itu, aditif kimia yang digunakan hanya yang disetujui USDA (US Food and Drug Administration), “ jelas Ari, seperti dilnasir dari publikasi resmi laman BUMN.

Adapun keempat varian Pertamina FG-GO adalah FG-GO 150, 220, 320, dan 460. Semua produk tersebut  telah memenuhi spesifikasi USDA, mendapat sertifikasi H1 dari NFS (National Sanitation Foundation), dan tercantum di White Book (Nonfood Compound Listing Directory). Sedangkan pelumas FG-HO 46 hadir untuk memberikan keamanan pada proses produksi makanan yang menggunakan cairan hidrolik. Biasanya terdapat pada peralatan panas seperti fryers, ovens, cookers, conveyors, dan peralatan yang posisinya dekat sumber nyala api.

Andria Nusa Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants mengatakan pelumas food grade Pertamina ini merupakan satu-satunya pelumas food grade bersertifikat halal. Selain itu, pelumas ini juga telah mendapat sertifikat dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Indonesia.  Menurut Andria, saat ini industri makanan dan minuman di Indonesia masih banyak yang menggunakan pelumas biasa pada mesinnya, bukan food grade. “Kebanyakan pelumas food grade juga impor. Boleh dibilang hampir semuanya impor. Yang lokal baru Pertamina saja," tambah Andria.

Perihal sertifikat halal, Gigih Wahyu Hari Irianto  Direktur Utama PT Pertamina Lubricants mengatakan bisnis bukan satu-satunya tujuannya,  yang terpenting adalah memberi jaminan pada konsumen bahwa makanan yang dibuat dengan mesin yang menggunakan pelumas food grade Pertamina bersifat halal.

Gigih mengatakan langkah ini sekaligus menunjukkan tanggung jawab perusahaan untuk mengeluarkan produk yang sesuai dengan amanah UU No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal.

Perwakilan MUI (Majelis Ulama Indonesia), Nur Wahid mengatakan kini masyarakat Indonesia makin kritis soal kehalalan sebuah produk. Nur menjelaskan pertimbangan pemberian sertifikat halal pada pelumas food grade adalah karena pelumas merupakan bagian dari proses produksi makanan dan minuman yang penting dijaga kehalalannya. Kata Nur Wahid, masuknya produk pelumas food grade dalam kategori halal ini juga menjadi bahan kajian baru bagi MUI.

Ke depannya Andria berencana mengembangkan varian pelumas food grade. Karena  baru ada dua jenis produk. Viskositas juga baru tertentu. Nanti variasi viskositas akan kita perbanyak dan jenis produknya juga akan kita perbanyak," pungkas Andria. (fau/bumn/dbs)


Back to Top