Pusat Teknik Informasi Masjidil Haram Luncurkan Aplikasi Informasi, Tersedia dalam Bahasa Indonesia

(gomuslim). Sebagai negara dengan jumlah populasi umat Islam terbesar di dunia, Indonesia tidak perlu khawatir jika jemaah hajinya sulit mendapatkan penjelasan informasi akibat kendala bahasa. Baru-baru ini Pusat Teknik Informasi Masjidil Haram membuat layanan informasi dalam lima bahasa.

Tentunya dalam penerjemahan bahasa informasi yang disampaikan,  bahasa Indonesia kerap diprioritaskan oleh Lembaga Penerjemah Masjidil Haram. Meski informasi tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa, namun bahasa Indonesia selalu ada dalam beberapa teks yang diterjemahkan dan disebar ke jemaah yang berada di Masjidil Haram.

Menurut penjelasan Direktur Teknik Informasi Masjidil Haram Wasam bin Muhammad Maqadamy, lembaga yang dipimpinnya telah menyediakan aplikasi yang dapat diunduh pada smart phone. Aplikasi yang dibuat berisi penjelasan informasi seputar Masjidil Haram. Agar dapat dipahami oleh  jemaah, maka program tersebut disampaikan dalam 5 bahasa.

Berdasarkan pernyataan Wasam, bahasa penyampaian yang tersedia pada aplikasi tersebut adalah, bahasa Arab, Inggris, Prancis, Urdu dan Indonesia. Penerjemahan dilakukan oleh Lembaga Penerjemah Resmi Masjidil Haram. Selanjutnya Wasam juga menjelaskan bahwa, dalam upaya sosialisasi program ini, maka pihaknya telah membagikan selebaran berisi barcode yang dapat di-scane dengan menggunakan smart phone. Pada dasarnya pembagian selebaran ini, adalah upaya untuk mempermudah jemaah dalam perolehan aplikasi.

Program yang baru diluncurkan tersebut, berjalan sampai tanggal 13 Dzulhijjah, khusus pada hari Arafah (9 Dzulhijjah, red) program ini tidak dijalankan sebab pada saat itu puncak ibadah haji dimulai.

Selain berisi informasi seputar Masjidil Haram, aplikasi ini juga dapat menampung pendapat atau saran dari para jemaah dan dijadikan sebagai perbaikan untuk meningkatkan pelayanan pada tahun berikutnya. Dengan demikian, jemaah haji yang berasal dari Indonesia dapat memberikan saran kepada DKM Masjid Haramain tanpa terganjal persoalan bahasa yang berbeda.

Pada dasarnya, bahasa Indonesia telah dijadikan sebagai objek penerjemahan informasi, bahasa pemersatu Nusantara ini menjadi prioritas lembaga penerjemah Masjidil Haram. Pasalnya dari tahun ke tahun, Indonesia selalu menempati posisi teratas dalam pengiriman jemaah haji. Bahkan pada musim umrah Ramadhan 1437 H, negeri kepulauan yang kaya dengan ragam budaya ini menempati posisi ketiga dalam jumlah jemaah terbanyak.

Otoritas di Masjidil Haram telah memahami hal ini, karena itu setiap ada program baru yang dicanangkan dan berkaitan dengan penerjemahan maka bahasa Indonesia kerap dimasukkan dalam program tersebut. Dengan demikian masyarakat Indonesia yang berangkat haji ataupun umrah tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan informasi di sekitar Masjidil Haram. (fh/gph)


Back to Top