Ajang World Halal Travel Summit 2016 Batal Digelar

(gomuslim). Seperti tahun-tahun sebelumnya, dua ajang penghargaan kelas dunia untuk sektor pariwisata akan digelar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Beberapa negara pun sudah menggelar kompetisi berskala nasional demi menyaring potensi wisata halal di negara masing-masing untuk diikutsertakan dalam perwakilan ajang dunia tersebut. Tak terkecuali Indonesia yang sedang menggelar Kompetisi Pariwisata Halal Nasional oleh Kementrian Pariwisata yang saat ini sedang tahap pemilihan online. Tapi, baru-baru ini tersiar kabar bahwa ajang dunia tersebut dibatalkan.

Dua ajang promosi halal terbesar di dunia, yaitu International Travel Week (ITW) dan World Halal Travel Summit (WHTS) 2016 dibatalkan penyelenggaraannya. Sebagaimana terjadwal kedua acara tersebut akan berlangsung  pada tanggal 25 sampai 28 November 2016 mendatang di Abu Dhabi. Sebelumnya ITW akan diadakan pada 21 sampai 25 November di Abu Dhabi Nasional Exhibition Center. Kemudian diundur menjadi 25 sampai 28 November hingga akhirnya dibatalkan.

Pembatalan ini terkait dengan kebijakan pariwisata Pemerintah Abu Dhabi yang terpengaruh oleh berbagai ancaman dalam industri global. "Termasuk ketidakstabilan geo-politik di beberapa negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC)," ungkap Lu Andy  Buchanan, CEO penyelenggaraan acara tersebut seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway. 

Kata Buchanan, keputusan ini telah dibuat secara hati-hati oleh ITW Abu Dhabi organizing committee. Harapannya pemerintah dan berbagai agensi pariwisata akan punya waktu untuk merencanakan ulang dan membuat strategi baru bagi aktivitas marketing mereka.

Padahal, rencana awal Wonderful Indonesia, kampanye pariwisata nasional Indonesia dari Kementerian Pariwisata menjadi salah satu sponsor pemerintah atau yang terkait pemerintah dalam penyelenggaraan ITW dan WHTS. Selain Indonesia tercatat pula lembaga Abu Dhabi Tourism and Culture Authority, Sheikh Zayed Grand Mosque Center, dan Bangladesh Tourism Board. Dalam ajang tersebut,  Indonesia melalui Kementerian Pariwisata telah memesan lahan seluas 180 meter persegi yang rencananya akan digunakan untuk memamerkan industri wisata Indonesia bersama-sama.

Lahan itu memang akan disewakan bagi siapapun warga Indonesia yang tertarik untuk mempromosikan produk dan layanan mereka  yang terkait dengan wisata halal. Akan ada slot untuk 22 peserta, dengan perincian 2 booth untuk Dinas Pariwisata Daerah, 4 untuk travel agents, 4 untuk hotel, 4 untuk spa, 4 untuk mall dan 4 untuk taman rekreasi. Keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini adalah bagian dari upaya Indonesia untuk menggaet wisatawan sebanyak 12 juta sepanjang tahun 2016.

Tadinya penyelenggaraan tahun ini akan dibuka dengan agenda besar World Halal Tourism Summit Ministerial Forum World Dialogue. Pada awalnya tahun ini kedua ajang besar itu akan mengangkat isu keamanan dan keselamatan dalam industri pariwisata. Ada pula isu lain yang akan dibicarakan seperti peran pemerintah dalam promosi pariwisata, tantangan dan kesempatan dalam pariwisata halal.

"Dengan berbagai serangan teror akhir-akhir ini yang terjadi di sejumlah fasilitas dan destinasi wisata, ITW Abu Dhabi akan mengangkat soal keamanan dan keselamatan dalam pariwisata dalam pembukaan Forum Menteri WHTS," kata Buchanan kepada Trade Arabia beberapa bulan sebelum pembatalan acara diumumkan. 

Tahun 2015 lalu ITW Abu Dhabi menjadi penyelenggara pembukaan World Halal Travel Summit dan World Halal Travel Awards sebagai bagian dari acara perdagangan terbesar tahun lalu.  Pada saat itu Indonesia meraih banyak penghargaan. Kecantikan Pulau Lombok berhasil memukau juri dan meraih penghargaan World’s Best Halal Tourism Destination sekaligus World’s Best Halal Honeymoon Destination. Pada saat yang sama Grup Sofyan Hotel sukses merebut predikat sebagai World’s Best Family Friendly Hotel.

Tak seperti ajang sektor travel Halal lain yang hanya membahas soal pariwisata, WHTS berinisiatif untuk membahas konten pariwisata. WHTS membahas isu terbaru, solusi dan mengumpulkan para pemimpin bidang pariwisata, inovator, investor dan para stakeholder yang terkait untuk memahami lebih jauh dan mengembangkan industri pariwisata keluarga. Pariwisata keluarga adalah salah satu bidang pariwisata global yang paling berkembang cepat, seperti juga Haji dan Umroh yang diperkirakan bakal melampaui angka US$ 238 triliun pada 2019. Pariwisata halal kemudian berkembang menjadi kebutuhan akan pariwisata keluarga.

Pasar utama ajang WHTS adalah semua anggota OIC yang juga didukung oleh sejumlah negara yang mayoritas penduduknya non-Muslim seperti Eropa, Amerika Utara, China dan India. Karena, pariwisata halal terbukti menguntungkan karena bersama keluarga berarti ada lebih banyak jumlah orang yang berwisata, mereka tinggal lebih lama di destinasi wisata, menghabiskan lebih banyak uang dari pada wisatawan biasa. Untuk hal inilah kemudian layanan pariwisata dunia berusaha untuk mengadaptasi layanan mereka terhadap kebutuhan wisatawan.

Tapi di sisi lain, Pemerintah melalui Kementrian Pariwisata masih melaksanakan kompetisi tingkat Nasional yang telah menjaring ratusan peserta dari berbagai kategori dan saat ini sedang dalam tahap penilaian online oleh masyarakat lewan laman: www.halaltourism.id. (fau/salam/halalfocus/dbs)

 


Back to Top