Promosi Wisata Halal Indonesia Berlanjut ke Qatar

(gomuslim). Indonesia saat ini terus melebarkan sayapnya ke berbagai penjuru dunia, khususnya dalam hal promosi dan kerjasama ekonomi, di antaranya ialah promosi bidang pariwisata, khususnya pariwisata halal Indonesia. Baru-baru ini, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berkunjung ke Qatar, guna membahas beberapa hal terkait diplomasi ekonomi di bidang trade, tourism, investment (TTI).

Minister Counsellor KBRI Doha, B Dharmawan kepada Antara London, Kamis (8/9/2016), mengatakan hal itu disampaikan Delegasi MPR RI saat bertemu dengan masyarakat Indonesia di KBRI Doha.

Dalam kesempatan itu, Anggota MPR Azhar Romli didampingi Moreno Soeprapto dari Partai Gerindra dan dua anggota DPD, Rugas Binti (DPD Sulawesi Tenggara) dan Aji Muhamad Mirza Wardana (DPD Kalimatan Timur).

Untuk di bidang trade atau perdagangan, terdapat beberapa langkah yang ditempuh oleh delegasi Indonesia. Diantaranya ialah, ajakan untuk para diaspora Indonesia di Qatar agar berperan aktif mendukung promosi TTI. Hingga saat ini, terdapat tujuh bisnis Indonesia di Qatar, yaitu Madani Mart Trading, Jakarta foodstuff, Tofu Cake & Cake Restaurant, Pearl of Beirut, Minang Restaurant, Central Restaurant, dan Griya Solo.

Selain itu, para pelaku bisnis dan diaspora Indonesia di Qatar juga didorong untuk membentuk Koperasi Warga Indonesia di Qatar (KWIQ) yang merupakan Koperasi Serba Usaha, mencakup bisnis makanan, jasa, dan pariwisata.

Guna menggenjot ekspor, KBRI tengah membantu mencarikan mitra pemasok produk Indonesia di Source of Fortune Supermarket, swalayan Indonesia yang didirikan Qatindo W.L.L yang akan diresmikan pada 24 September mendatang di Al-Khor.

Peresmian tersebut sekaligus guna memperingati 40 tahun hubungan RI-Qatar. Qatindo W.L.L adalah usaha yang dirintis Mahdi Musa, Diaspora Indonesia di Qatar yang dijalaninya sejak 2002, Qatindo Supermarket memasok produk Indonesia ke seluruh Carrefour di Qatar.

Untuk di bidang pariwisata, setidaknya terdapat beberapa hal yang disepakati, mulai dari perjanjian bebas visa, perjanjian Air Service Agreement Indonesia – Qatar dengan Qatar Airways, dan Iklan Wonderful Indonesia di stasiun TV lokal Qatar.

Perjanjian bebas visa yang saat ini tengah dibahas, sebetulnya sudah disepakati sejak kunjungan Presiden Jokowi ke Qatar pada September tahun lalu. Dubes RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi mengutarakan, saat ini perjanjian tersebut telah diratifikasi Parlemen Qatar awal 2016 namun belum dapat diberlakukan sebelum diratifikasi DPR.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pihak KBRI juga terus mengupayakan perjanjian Service Agreement Indonesia – Qatar dengan Qatar Airways yang saat ini tahapannya sudah mencapai tahap finalisasi. Diharapkan, pasca terjadinya perjanjian tersebut, Indonesia dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

Di bidang investasi, KBRI menindak lanjuti rencana investasi Sheikh Fahad bin Hamad bin Khalifa Al-Thani, saudara dari Emir Qatar untuk membangun mall di Aceh. Saat ini, Indonesia sedang membahas proyek investasi yang akan disampaikan Qatar Investment Authority senilai satu Milyar dolar AS.

Terkait investasi Qatar, antara lain di bidang keuangan dan komunikasi melalui Qatar National Bank (QNB) Indonesia dan Ooredoo Indosat yang telah beroperasi tujuh tahun dan memiliki aset senilai tiga milyar dari aset awal 250 juta dolar AS. Qatar juga melakukan investasi di bidang energi melalui Nebras Power senilai 750 juta dolar AS.

Minister Counsellor KBRI Doha, B Dharmawan mengatakan Qatar tengah melakukan pembangunan besar-besaran dalam rangka persiapan sebagai Tuan Rumah Piala Dunia 2022 dan mewujudkan visi Qatar 2030.

Diperkirakan sekitar 200 milyar dolar AS dikucurkan untuk pembangunan stadion, hotel, pusat perdagangan, infrastrukur jalan, sarana kereta api dan reklamasi untuk pembangunan kota-kota baru guna mewujudkan visi tersebut. (alp/WE)


Back to Top