Haji 1437 H/ 2016 M

Jemaah Wafat 'Dibadal', Yang Sakit Ikut Safari Wukuf di Atas Ambulan

(gomuslim). Tinggal menghitung hari menuju puncak haji yang ditandai dengan wukuf di padang Arafah. Karena inti haji adalah di Arafah (al-Hajju Arafah), maka wukuf otomatis menjadi bagian penting dalam ritual haji. Bagaimana dengan Jemaah Indonesia yang sedang dirawat di Rumah Sakit saat wukuf berlangsung pada tanggal 9 Dzulhijjah?  Juga bagaimana dengan 70 lebih jemaah yang wafat sebelum puncak haji tiba?

“Jemaah yang sedang dalam perawatan akan diberangkat ke Arafah dengan kendaraan yang telah disiapkan, termasuk dengan ambulan. Ini namanya safari wukuf. Adapun yang wafat dibadal atau diwakili atas nama yang bersangkutan,” demikian dijelaskan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Muchtaruddin Mansyur di Media Center Haji, langsung dari Mekkah, Jumat pagi ini (09/09/2016).

 

 

Sebelumnya, Kamis kemarin dilaporkan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kesehatan Haji Indonesia Daker Mekkah,  hingga Kamis sore, telah didata terdapat  58 jemaah haji Indonesia dirawat di rumah sakit Arab Saudi, 51 jemaah di Mekkah, tujuh jemaah di Madinah. Dan 99 jemaah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia. Jumlah pasti jemaah yang mengikuti safari wukuf biasanya diperkirakan sehari atau beberapa jam sebelum keberangkatan jemaah ke Arafah.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Daerah Kerja Mekah, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) menyiapkan 10 bus yang terdiri dari enam bus untuk jemaah yang dapat duduk dan empat bus untuk jamaah yang harus berbaring. Ini belum termasuk 20 ambulan yang disiapkan muassasah untuk kebutuhan safari wukuf jemaah sakit. Saat ini, petugas tengah mempersiapkan kesiapan bus, termasuk memodifikasi untuk kenyamanan jemaah.

Dijelaskan lebih lanjut, karena kondisi kesehatan jemaah beragam, termasuk ada yang mengalami gangguan dimensia, maka selain kendaraan juga diperlukan tenaga pendamping yang memadai untuk membantu Jemaah berkebutuhan khusus.

Dalam kesempatan yang lain, Menteri Agama meminta tim kesehatan untuk mematangkan persiapan terkait pelayanan bagi jemaah di Arafah dan Mina. "Pelayanan diharapkan maksimal karena kita sadar akan kondisi di Armina," ujar Lukman.

Lukman juga mengingatkan terkait inventarisasi jemaah haji yang akan menjalani safari wukuf. Termasuk terhadap jemaah yang akan dibadalkan hajinya. Kepastian ini penting agar tidak ada yang terlewat.  Selain itu juga karena akan menyangkut kebutuhan bus dan ambulans. Menag juga meminta, bus yang dimodifikasi untuk safari wukuf dikoordinasikan dengan tim kesehatan, sehingga sesuai dengan kebutuhan jemaah yang sakit

 

Cuaca Ekstrim

Selain menyangkut badal haji dan safari wukuf bagi yang berhalangan, Tim Kesehatan Haji juga  mengimbau Jemaah yang menjalani wukuf secara normal agar mengantisipasi potensi terjadinya angin besar saat para jamaah haji melakukan wukuf di Arafah. Karena, angin Arafah yang bercampur dengan butiran halus pasir bisa mengganggu kesehatan. Tahun 2015 lalu sempat terjadi angina kencang yang merobohkan sejumlah tenda Jemaah haji dari berbagai Negara, termasuk Indonesia.

Perlu diketahui, debu pasir tidak hanya bisa menyebabkan iritasi pada mata. Selain itu, debu pasir bisa menyebabkan gangguan pernafasan.

Muchtaruddin mengatakan pihaknya lewat Tim Promosi Preventif (TPP) telah melakukan sosialisasi terkait dampak buruk dari cuaca. TPP gencar memberikan informasi kepada jamaah agar tidak terekspos oleh bahaya-bahaya akibat cuaca.

 

 

Tim kesehatan telah memasok obat-obatan dan menyiapkan peralatan medis pada Kamis (08/09/2016). Di samping obat-obatan standar, pihaknya menyiapkan obat-obatan terkait penyakit yang banyak diderita jamaah haji Indonesia.

‘’Kita mengetahui sebagian besar jamaah kita masalahnya penyakit jantung, paru dan masalah-masalah berhubungan dengan pencernaan, Itulah yang kita siapkan,’’ katanya. ‘’Tentu saja untuk dehidrasi dan infus itu kita siapkan lebih banyak.’’

Obat-obatan standar yang disiapkan mulai dari obat penghilang rasa sakit, demam dan diare. Kemudian ada obat jantung untuk pencegahan. ‘’Obat yang harus diberikan segera ketika terjadi serangan jantung. Ataupun, obat-obat jantung untuk yang kronis,’’ katanya.

Masih ada hari Tarwiyah sebelum hari Arafah tiba, Jemaah masih dapat menyiapkan lebih seksama lagi untuk menyambut puncak haji 2016. Labbaikallahumma Hajjan. (mm/bs)


Back to Top